Rabu, 24 April 2013

Perbedaan Antara Hubs, Switch dan Router

Beberapa teknisi memiliki kecenderungan untuk menggunakan istilah router, hub dan switch secara bergantian. Satu saat mereka berbicara tentang switch. kemudian mereka sedang mendiskusikan pengaturan router. Sementara itu, mereka hanya melihat pada satu kotak. Pernahkah anda bertanya-tanya apa perbedaan antara Hub, Switch dan Router? serta fungsi dari ketiga perangkat yang semuanya sangat berbeda dari satu sama lain, bahkan jika pada waktu mereka terintegrasi ke dalam satu perangkat. Dimana Anda menggunakan ketiganya? Mari kita lihat.
Pengertia Hub, Siwtch dan Router
HUB
Sebuah perangkat terminal koneksi umum dalam jaringan. Hub umumnya digunakan untuk menghubungkan segmen LAN. hub berisi beberapa port. Ketika sebuah paket tiba di satu port, port tersebut dicopy ke port lainnya sehingga semua segmen LAN dapat melihat semua paket.
Switch
Pada jaringan, perangkat berupa filter dan paket antara segmen LAN. Switch beroperasi pada lapisan data link (layer 2) dan kadang-kadang lapisan jaringan (lapisan 3) dari OSI Reference Model dan karena itu mendukung protokol paket. LAN yang menggunakan switch untuk bergabung ke segmen yang di tentukan untuk mengaktifkan LAN atau, dalam kasus jaringan Ethernet, Ethernet LAN diaktifkan.
Router
Sebuah perangkat yang digunakan bersama jaringan data paket. Router terhubung dengan setidaknya dua jaringan, umumnya dua LAN atau WAN atau LAN dan jaringan ISP. Router biasanya menjadi sebuah gateway, dimana dua atau lebih jaringan terhubung. Router menggunakan header dan tabel forwarding untuk menentukan jalur yang terbaik untuk meneruskan paket-paket, dan mereka menggunakan protokol seperti ICMP untuk berkomunikasi satu sama lain dan mengkonfigurasi rute yang terbaik antara dua host.
Perbedaan kegiganya
Sekarang ini router telah menjadi semacam alat yang utama, dalam menggabungkan fitur dan fungsi dari router dan switch/hub ke dalam sebuah unit tunggal. Jadi pengertian tentang perangkat ini dapat sedikit menyesatkan – terutama untuk orang baru belajar jaringan komputer.
Fungsi router, hub dan switch sangat berbeda satu sama lainnya, bahkan jika semua peralatan tersebut terintegrasi ke dalam satu perangkat. Kita mulai dengan hub dan switch karena kedua perangkat ini memiliki peran yang sama pada jaringan. Masing-masing berfungsi sebagai koneksi sentral untuk semua peralatan jaringan dan menangani tipe data yang dikenal sebagai bingkai. Bingkai membawa data Anda. Ketika bingkai diterima, hal itu diperkuat dan kemudian ditransmisikan ke port dari PC tujuan. Perbedaan besar antara kedua perangkat adalah metode frame yang disampaikan.
Dalam sebuah hub, sebuah frame berfungsi untuk menyampaikan atau “broadcast (Menyiarkan)” kepada setiap terminal. Tidak peduli bahwa frame hanya digunakan untuk satu port. hub tidak memiliki cara untuk membedakan antara bingkai port harus dikirim kemana. Melewatinya bersama untuk memastikan bahwa setiap port akan mencapai tujuan yang diinginkan. Pada peralatan ini banyak lalu lintas pada jaringan dan dapat menyebabkan tanggapan waktu jaringan yang kurang atau lambat.
Selain itu, hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, yang akan menurunkan kinerja.
Sebuah Switch, menyimpan catatan MAC address dari perangkat yang terhubung. Dengan informasi ini, suatu saklar dapat mengidentifikasi sistem yang terpasang pada terminal. Jadi, ketika bingkai diterima, peralatan tersebut tahu persis port untuk mengirimkannya ketujuan, tanpa jaringan secara signifikan meningkatkan waktu respon. Dan, tidak seperti hub, switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah PC ditransmisikan, pengguna akan selalu memiliki akses ke jumlah maksimum bandwidth. Ini untuk alasan-alasan mengapa switch dianggap menjadi pilihan yang jauh lebih baik dari hub.
Router adalah perangkat yang sama sekali berbeda dengan kedua peralatan yang telah di jelaskan diatas. Apabila suatu hub atau switch berkaitan dengan bingkai transmisi, fungsi router, adalah untuk paket rute ke jaringan paket yang lain sampai akhirnya mencapai tujuannya. Salah satu fitur utama dari sebuah paket adalah bahwa tidak hanya berisi data, tetapi alamat tujuan di mana ia akan pergi.
Router biasanya terhubung dengan sedikitnya dua jaringan, biasanya dua Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN) atau LAN dan jaringan ISP. misalnya, PC atau workgroup dan EarthLink. Router terletak di gateway, tempat di mana dua atau lebih jaringan terhubung. Menggunakan tabel header dan forwarding, router menentukan jalur terbaik untuk meneruskan paket. Router menggunakan protokol seperti ICMP untuk berkomunikasi satu sama lain dan mengkonfigurasi rute terbaik antara dua host.
Sekarang ini, berbagai layanan diintegrasikan ke dalam beberapa router broadband. Sebuah router biasanya terdapat 4 sampai 8 port switch Ethernet (atau hub) dan Network Address Translator (NAT). Selain itu, biasanya sudah termasuk Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server, Domain Name Service (DNS) proxy server dan firewall hardware untuk melindungi LAN dari intrusi berbahaya dari Internet.
Semua router memiliki Port WAN yang terhubung ke DSL atau kabel modem untuk layanan internet broadband dan saklar yang terintegrasi, memungkinkan pengguna untuk dengan mudah membuat sebuah system LAN. Hal ini memungkinkan semua PC di LAN untuk memiliki akses ke Internet dan sharing file Windows dan layanan printer.
Beberapa router memiliki port WAN dan satu port LAN tunggal dan dirancang untuk menghubungkan hub LAN yang ada atau berpindah ke WAN. Ethernet switch dan hub dapat dihubungkan ke PC router dengan port ganda untuk memperluas LAN. Tergantung pada kemampuan (jenis port yang tersedia) dari router dan switch atau hub, koneksi antara router dan switch / hub mungkin membutuhkan straight-thru atau crossover (null-modem) kabel. Beberapa router bahkan memiliki USB port, dan lebih umum, poin akses nirkabel dipancarkan dari mereka.
Beberapa router yang lebih tinggi atau router kelas bisnis juga akan menggabungkan port serial yang dapat disambungkan ke modem dial-up eksternal, yang berguna sebagai cadangan dalam hal sambungan utama broadband turun, serta built in LAN server printer dan port printer.
Selain perlindungan yang melekat, fitur yang disediakan oleh NAT, router juga memiliki built-in, konfigurasi, firewall berbasis hardware. kemampuan Firewall dapat berkisar dari yang sangat mendasar, sedang sampai dengan yang canggih. Di antara kemampuan tersebut ditemukan pada router utama adalah bahwa router memungkinkan mengkonfigurasi TCP / UDP port untuk permainan, layanan obrolan, dan sejenisnya, di LAN di belakang firewall.
Jadi, singkatnya, sebuah perekat hub bersama sebuah segmen jaringan Ethernet, switch dapat menghubungkan beberapa segmen Ethernet lebih efisien dan router bisa melakukan fungsi-fungsi ditambahan rute TCP / IP paket antara beberapa LAN dan / atau WAN, dan banyak lagi tentu saja.

Fungsi Dan Cara Membuat Sambungan Kabel Stright dan Cross Pada Jaringan

Komunikasi kabel jaringan Ethernet kabel Stight dan crossover. Kabel jaringan Ethernet ini terbuat dari 4 pasangan kabel performa tinggi yang terdiri konduktor twisted pair yang digunakan untuk transmisi data. Kedua ujung kabel disebut konektor RJ45.
Kabel dapat dikategorikan sebagai Cat 5, Cat 5e, Cat 6 UTP kabel. Cat 5 kabel UTP dapat mendukung jaringan Ethernet 10/100 Mbps, sedangkan Cat 5e dan Cat 6 kabel UTP dapat mendukung jaringan Ethernet berjalan pada 10/100/1000 Mbps. Anda mungkin mendengar tentang kabel UTP Cat 3, itu tidak populer lagi karena hanya dapat mendukung jaringan Ethernet 10 Mbps.

Kabel Stright dan crossover bisa CAT3, Cat 5, Cat 5e atau Cat 6 UTP kabel, satu-satunya perbedaan adalah setiap jenis kawat akan memiliki pengaturan yang berbeda dalam kabel untuk melayani tujuan yang berbeda.
Mari kita mulai dengan sederhana pin-out diagram dari dua jenis kabel Ethernet UTP dan melihat bagaimana sambungan tersebut dapat membuat Worm dapat masuk ke jaringan. Berikut adalah diagram:
Perhatikan bahwa TX (transmitter) yang terhubung ke pin yang sesuai (penerima) pin RX, plus ke plus dan minus ke minus. Dan bahwa Anda harus menggunakan kabel crossover dapat terhubung unit dengan antarmuka yang identik. Jika Anda menggunakan kabel Stright, salah satu dari dua unit harus menggunakan fungsi sambungan Cross.
Kabel Straight
Anda biasanya menggunakan kabel lurus dapat terhubung berbagai jenis perangkat. Jenis kabel akan digunakan sebagian besar waktu dan dapat digunakan untuk:
  1. Hubungkan komputer ke switch / hub ‘s normal port.
  2. Sambungkan komputer ke kabel / port LAN modem DSL‘s.
  3. Hubungkan port WAN router ke kabel / port LAN modem DSL’s.
  4. Menghubungkan port LAN router ke switch / hub ‘s uplink port. (Biasanya digunakan untuk memperluas jaringan)
  5. Koneksi dua switch / hub dengan salah satu switch / hub menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa.
Jika anda ingin membuat sambungan kabel Stright kelihatannya lebih mudah untuk memasangnya, karena Kedua sisi ujung kabel (sisi A dan B) kabel memiliki pengaturan kawat dengan warna yang sama. Seperti tabel dan gambar dibawah ini.
Kabel Cross
Kadang-kadang Anda akan menggunakan kabel crossover, biasanya digunakan untuk menghubungkan perangkat jenis yang sama. Sebuah kabel crossover dapat digunakan untuk:
  1. Hubungkan 2 komputer secara langsung Seperti Modem ADSL ke Router.
  2. Sambungkan port LAN router ke sebuah switch / hub ‘s normal port. (Biasanya digunakan untuk memperluas jaringan)
  3. Hubungkan 2 switch / hub dengan menggunakan port normal di kedua switch / hub.
  4. Hubungan antara 2 komputer tanpa menggunakan Hub (Hanya dari Ethernet PC 1 ke Ethernet PC2), untuk menghubungkan 2 komputer tanpa hub, tidak bisa menggunakan sambungan Stright
Untuk membuat kabel crossover anda dapat melakukan dengan cara, kedua sisi Ujung (sisi A dan sisi B) kabel memiliki pengaturan kawat dengan mengikuti warna yang berbeda. Lihat Tabel dan gambar cara sambungan ke dua ujung kabel.
Dalam pembuatan kabel crossover Anda dapat menggunakan Crimper ini untuk melakukannya. dan jika Anda masih tidak yakin jenis kabel yang akan digunakan coba lihat urutan kabel pada jaringan yang sudah bekerja.







Catatan:
  • Jika ada auto MDI / MDI-X fitur dukungan di switch, hub, kartu jaringan atau perangkat jaringan lainnya, Anda tidak perlu menggunakan kabel crossover dalam situasi di atas. Hal ini karena fungsi crossover akan diaktifkan secara otomatis bila dibutuhkan.
  • Untuk membuat kabel lan, anda harus memiliki tang Crimping, agar kabel dapat di press pada konektor Lan
  • Hati-hati memasang kabel pada konektor Lan, karena bila anda sudah mengepres konektor dengan Tang Crimping, maka bila ada kesalahan sambungan, konektor Lan sudah tidak dapat digunakan lagi.

Pegertian Gateway

Di Internet, sebuah node atau titik berhenti bisa menjadi gateway atau host. Sebuah router juga bertindak sebagai gateway. Komputer yang mengontrol dan mengatur lalu lintas dan bandwidth dalam jaringan perusahaan Anda atau di ISP adalah node gateway. Dalam jaringan perusahaan bertindak sebagai gateway node server proxy dan firewall. gateway ini juga terkait dengan router dan switch.
Sebuah gateway jaringan adalah sistem internetworking yang menghubungkan dua jaringan bersama-sama dan dapat dikonfigurasi dalam perangkat lunak, perangkat keras atau keduanya. Jaringan gateway dapat beroperasi pada setiap tingkat dari model lapisan OSI.
Konfigurasi Gatway
Gateway memiliki dua sisi: Sisi WAN terhubung ke modem DSL dan kabel LAN sisi terhubung ke jaringan pribadi Anda melalui hub atau switch. Fungsi utama adalah untuk rute lalu lintas dari komputer ke Internet dan kembali ke komputer. Sebuah komputer dengan dua kartu NIC dapat bertindak sebagai gateway. Ini rute lalu lintas jaringan antara dua logis dan jaringan fisik yang berbeda.
Dalam konfigurasi tersebut, pertama Anda mengkonfigurasi sisi publik gateway dengan alamat IP, yang diberikan kepada Anda oleh ISP (Penyedia fasilitas Internet). Konfigurasi sisi publik umumnya termasuk, menetapkan alamat IP, server DNS, subnet mask, alamat IP gateway ISP dan nama host. Selain itu, jika ISP Anda menggunakan PPPoE, Anda hanya perlu mengaktifkan PPPoE di gateway Anda.
Di sisi lain untuk mengkonfigurasi pihak lain, Anda harus mengaktifkan DHCP. Dengan mengaktifkan fitur ini setiap komputer di jaringan Anda, secara otomatis akan memilih pengaturan dari server DHCP yang diperlukan untuk komputer untuk menjadi bagian dari jaringan dan dapat berkomunikasi.
Konfigurasi Software
Langkah terakhir dalam konfigurasi, adalah untuk mengkonfigurasi setiap PC sedemikian rupa sehingga secara otomatis mendapatkan semua pengaturan dari server DHCP. Pastikan bahwa protokol TCP / IP terpasang di setiap komputer jaringan Anda. Setelah mengkonfigurasi setiap PC dalam jaringan Anda reboot Komputer anda.
Setelah reboot setiap PC dalam jaringan Anda, Anda akan melihat ikon berkedip di bawah jaringan di sisi kanan task bar. Jika semuanya dilakukan maka Anda dapat mengakses internet, berbagi printer dan data dalam jaringan Anda.
Firewall juga dapat dikonfigurasi untuk melakukan pemeriksaan lalu lintas jaringan yang tidak sah dari internet ke komputer atau jaringan anda.

Cara Menghitung subnet Mask

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Misalkan anda memiliki IP adress 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128
Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut
128 : 2 = 64 sisa 0
64  : 2 = 32 sisa 0
32  : 2 = 16 sisa 0
16  : 2 =  8 sisa 0
8   : 2 =  4 sisa 0
4   : 2 =  2 sisa 0
2   : 2 =  1 Sisa 0
Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet yang tersedia dari rumus 2^x
X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ada jumlah 1=1
maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet maksnya adalah 2
Nah sekarang kita harus tau bila tersedia hanya 2 subnet maks maka kita harus mencari berapa subnet maks tersebut?
Dari Subnet maks yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128.
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet maks dapt dihitung
192 : 2 = 96 sisa 0
96  : 2 = 48 sisa 0
48  : 2 = 24 sisa 0
24  : 2 = 12 sisa 0
12  : 2 =  6 sisa 0
6   : 2 =  3 sisa 0
3   : 2 =  1 sisa 1
maka bilangan binnernya adalah 11000000
karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host

Kelas-kelas Ip Address

Kelas–kelas IP adress atau bisa disebut juga dengan jenis-jenis IP adress, tapi dalam bahasa jaringan disebut kelas IP adress, dan apa saja kelas pada Ip Address? Ip Adress memiliki 5 kelas, dari Kelas A, B, C, D, dan E. dan di setiap kelas memili pengertian dan perbedaanya. apa perbedaannya simak di bawah ini:
1. Kelas A
Fungsi Kelas A adalah aringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host. 
Formatnya :
-Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
  • Bit pertama : 0
  • Panjang Network ID : 8 bit
  • Panjang Host ID : 24 bit
  • Byte pertama : 0 – 127
  • Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
  • Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
  • Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
2. Kelas B
Fungsi Kelas B adalah jaringan dengan ukuran sedang-besar.
  • Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
  • 2 bit pertama : 10
  • Panjang Network ID : 16 bit
  • Panjang Host ID : 16 bit
  • Byte pertama : 128 – 191
  • Jumlah : 16.384 kelas B
  • Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
  • Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
3. Kelas C
Fungsi kelas C adalah untuk jaringan berukuran kecil.
  • Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
  • 3 bit pertama : 110
  • Panjang Network ID : 24 bit
  • Panjang Host ID : 8 bit
  • Byte pertama : 192 – 223
  • Jumlah : 2.097.152 kelas C
  • Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
  • Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
4. Kelas D
Fungsi kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
  • 4 Bit Pertama : 1110
  • Byte Inisial : 224 – 247
5. Kelas E
Fungsi kelas D adalah ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
  • 4 Bit Pertama : 1111
  • Byte Inisial : 248 – 255

Cara menghubungkan komputer Anda ke perangkat Bluetooth

Bluetooth adalah sebuah peralatan media comunikasi yang digunakan untuk menghubungkan sebuah perangkat komunikasi dengan perangkat komunikasi lain, bluetooth banyak digunakan di IPAD, Komputer, dan HP, untuk mempermudah sharing file dan audio. Saat ini sudah banyak perangkat yang menggunakan bluetooth
Sebelum membuka wizard perangkat Bluetooth, Anda perlu mengaktifkan perangkat Bluetooth yang Anda inginkan pada komputer Anda dimana anda juga harus menginstall driver bluetooth tersebut. Untuk ponsel Anda harus masuk ke menu pengaturan pada telepon Anda untuk mengaktifkan Bluetooth ponsel mencari dan menemukan sinyal perangkat bluetooth yang ada di sekitarnya.
Jika Anda menghubungkan mouse komputer atau keyboard Bluetooth, pastikan ada baterai pada perangkat, kemudian nyalakan atau tekan tombol connect.
Bagaimana menghubungkan ke mouse, ponsel, atau keyboard, dengan wizard perangkat Bluetooth :
Hal pertama yang Anda butuhkan adalah adapter Bluetooth baik built-in atau yang ditambahkan ke komputer Anda (laptop keluaran terbaru biasanya sudah memiliki adaptor Bluetooth built-in) Maka Anda harus memastikan bahwa perangkat Anda tersedia untuk menemukan (ditemukan) atau aktif juga sudah diinstall drivernya, sesuai dengan sistem OS yang digunakan.
  1. Buka add Bluetooth device wizard baik dengan mengklik ganda pada ikon di area notifikasi taskbar, atau dari Control Panel dan klik ganda pada ikon Bluetooth.
  2. Ketika perangkat Bluetooth jendela muncul, buka devices tab
  3. Tekan pada tombol Add untuk memulai wizard perangkat Bluetooth add
  4.  Ketika wizard terbuka centang kotak yang menyatakan my Bluetooth device is set up and ready to be found.
Pada screenshot di atas saya akan klik ME 2 yang merupakan perangkat baru. Perhatikan bahwa perangkat lain  sudah terhubung dengan bluetooth di komputer tersebut.
  • Kemudian Klik tombol Next.
  • Sekarang Anda dapat memilih untuk memasukkan kunci koneksi (Kode Koneksi) atau membiarkan komputer memilih satu untuk Anda. Ini biasanya kode yang diberikan sistem atau yang anda ketik (masukkan) dan perangkat bluetooth lain yang akan terhubung ke komputer anda juga harus memasukkan kode kunci yang sama seperti yang anda berikan.
  • Jika perangkat Bluetooth Anda memiliki  kode kunci lain anda masukkan kode tersebut
  • Jika Anda memilih untuk membiarkan komputer get a pass key, Anda harus memasukkan ini ke dalam perangkat yang ingin Anda hubungkan.
Catatan:
  • Jika ada kunci sandi dari produsen atau kode koneksi, Anda telah mengatur yang terbaik lebih baik anda menggunakan ini karena menghemat waktu.
  • Perangkat Anda ingin terhubung ke harus dalam jangkauan hubungkan.

Torrent dan File Torrent

Beberapa dari para pengguna internet mungkin sudah ada yang mengenal istilah Torrent. Namun tak ada salahnya kalau saya membahasnya di sini karena mungkin masih ada yang belum mengenal istilah Torrent.
Apa itu Torrent ? Menurut informasi  dari berbagai sumber, Torrent adalah sebuah metode download secara P2P (Peer-To-Peer). Apa itu P2P ? P2P adalah hubungan antara 2 komputer atau lebih dalam suatu jaringan. Saat kita men-download suatu file melalui Torrent, komputer di seluruh dunia yang sedang men-download file yang sama akan berhubungan untuk saling men-transfer data satu sama lain. Untuk men-download melalui Torrent sendiri, dibutuhkan file berukuran kecil yang berekstensi *.torrent.
Sebelum melangkah lebih jauh, marilah kita pahami dulu beberapa istilah umum dalam Torrent yang sering digunakan.
  1. Seeder, adalah sebutan untuk seseorang yang telah selesai men-download file. Saat ini tugas Seeder hanyalah meng-upload seluruh file yang dia punya ke orang lain yang belum selesai men-download (Leecher). Setelah menjadi Seeder, dia tidak lagi melakukan proses download melainkan proses upload.
  2.  Leecher, adalah sebutan untuk seseorang yang sedang men-download file. Leecher melakukan 2 proses transfer secara bersamaan, yaitu Download dan Upload. Mengapa Upload ? Karena dia juga harus membagi file yang dia punya ke orang lain yang belum memiliki utuh file yang bersangkutan. Itulah prinsip Torrent yang utama, yaitu harus saling berbagi satu sama lain.
  3. Tracker, adalah sebuah server pusat yang mengumpulkan informasi mengenai jumlah seeder dan leecher.
Keuntungan men-download file melalui Torrent adalah proses download kadangkala dapat menjadi lebih cepat. Mengapa ? Karena kecepatan download dapat dipengaruhi oleh jumlah seeder dan leecher. Semakin banyak jumlah seeder dibandingkan leecher maka proses download menjadi lebih cepat, karena banyak seeder yang membantu mengirimkan data kepada kita. Sebaliknya apabila semakin banyak jumlah leecher dibandingkan seeder maka proses download menjadi lebih lambat, karena kita harus terbebani meng-upload data kepada sesama leecher.
Maka untuk mengatasi hal tersebut, berikut ada tips dan trik agar download dengan Torrent dapat menjadi lebih cepat.
  • Saat mengunjungi situs Torrent perhatikan keterangan jumlah seeder dan leecher-nya. Hanya download file yang memiliki banyak seeder dan sedikit leecher. Perhatikan perbandingan jumlah seeder dan leecher. Misalnya ada suatu file yang memiliki 50 seeder dan 5 leecher, tentu akan lebih cepat dibandingkan file yang memiliki 3510 seeder dan 3500 leecher. Jadi jangan dikira jumlah seeder yang mencapai ribuan pasti lebih cepat. Perhatikan juga jarak antara seeder dengan leecher, semakin tinggi selisihnya maka semakin cepat proses download-nya.
  • Cari file Torrent yang memiliki banyak Tracker. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak informasi mengenai seeder dan leecher sehingga dapat mempercepat proses download.
  • Batasi kecepatan upload tetapi jangan sampai 0 (nol), karena proses upload sangat mempengaruhi proses download.
  • Apabila kita akan men-download melalui Torrent, ada hal penting yang harus diingat. Berkaitan dengan etika dalam dunia internet, khususnya Torrent. Saat sedang men-download file melalui Torrent, jangan sekali-kali memberi limit 0 (nol) pada kecepatan upload sedangkan kecepatan download-nya di-set unlimited. Itu namanya mau enaknya sendiri, tidak mau memikirkan orang lain. Sebaiknya, kecepatan upload si-set minimal menjadi 2.0 kBps setidaknya.
  • Saat kita selesai men-download sebuah file melalui Torrent, maka status kita akan berubah dari leecher menjadi seeder. Tentunya proses download akan terhenti. Jangan langsung menutup aplikasi Torrent. Biarkan sejenak beberapa saat untuk meng-upload data ke komputer lain. Mengapa hal di atas wajib dilakukan ? Karena apabila hal di atas tidak dilakukan, server akan memblokir IP kita, sehingga kita tidak bisa lagi men-download melalui Torrent. Apabila sudah terjadi, maka kita harus mengganti IP kita.
Tertarik untuk mencoba download melalui Torrent ? Sebelumnya kita harus men-download dan meng-install BitTorrent Client pada komputer kita. Untuk daftar lengkap BitTorrent Client dapat dilihat pada List of BitTorrent clients.
Setelah itu kunjungi situs-situs Torrent untuk mulai men-download Torrent. Menurut informasi yang di dapatkan dari TorrentFreak, data peringkat situs Torrent 10 besar di seluruh dunia berdasarkan statistik pengunjung menurut Alexa adalah sebagai berikut.
  1. Mininova (Alexa Rank: 290)
  2. ThePirateBay (Alexa Rank: 427)
  3. Demonoid (Members only) (Alexa Rank: 470)
  4. IsoHunt (Alexa Rank: 720)
  5. BitTorrent (Alexa Rank: 1468)
  6. Torrentz (Alexa Rank: 1492)
  7. TorrentBox (Alexa Rank: 4360)
  8. Meganova, sekarang Seedpeer (Alexa Rank: 8970)
  9. TorrentReactor (Alexa Rank: 9103)
  10. BiteNova (Alexa Rank: 11558)

Blue Screen STOP 0x000000D1

Bila anda menerima pesan kelsalahan  “STOP 0x000000D1″ pada Windows XP/vista/7 Paket Layanan 2-berbasis komputer portabel
STOP 0x000000D1 DRIVER_IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL” pesan kesalahan pada komputer portabel yang menggunakan processor Intel Pentium M prosesor mobile. Pesan kesalahan akan muncul saat pengguna beralih dari pemakaian baterai ke pemakaian  power listrik (AC), atau sebaliknya. Seharusnya saat anda menginstall Laptop anda menggunakan charger, sampai selesai
Bila Anda menginstall Microsoft Windows XP Sp2 berbasis komputer portabel dari Power AC  DC (baterai), atau sebaliknya, Anda mungkin menerima pesan galat Stop yang mirip dengan berikut:
STOP 0x000000D1 (0x0000000C, 0×00000002, 0×00000000, 0xF8E26A89)
gv3.sys – Address F8E26A89 base at F8E26000, Datestamp 3dd991eb
Masalah ini dapat terjadi pada komputer portabel (laptop atau Notebook) yang menggunakan processor Intel Pentium M (Centrino) prosesor mobile jika driver prosesor Gv3.sys dipaksa diinstal Windows XP SP2.
Dirver prosesor Gv3.sys diluncurkan untuk mendukung fitur manajemen daya prosesor Intel Pentium M prosesor mobile yang menjalankan Windows XP dan Windows XP SP1. Driver ini sekarang usang dan tidak didukung pada Windows XP SP2. drive prosesor Gv3.sys telah digantikan oleh driver prosesor Intelppm.sys. drive prosesor Gv3.sys mungkin telah salah dipaksa diinstal di Windows XP SP2 dengan menggunakan program instalasi utilitas driver OEM.
Untuk mengatasi masalah ini, gunakan metode berikut untuk memulihkan drive prosesor ke drive yang tepat. Driver yang benar, Intelppm.sys, disertakan dengan Windows XP SP2.
Untuk menentukan prosesor mana yang diinstal, ikuti langkah berikut:
  1. Klik Start, klik Run, ketik devmgmt.msc, kemudian tekan ENTER.
  2. Pada Device Manager, expand Processors.
  3. Klik kanan Prosesor Intel Pentium M, dan kemudian klik Properties.
  4. Klik tab Driver.
  5. Klik Driver Details.
Jika Anda menggunakan sistem Windows XP SP2 dan menginstall drive prosesor Gv3.sys, Anda harus memperbarui ke drive prosesor Intelppm.sys untuk memperbaiki masalah ini. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah.
  1. Klik start, klik Run, ketik devmgmt.msc, kemudian tekan ENTER.
  2. Pada Device Manager, expand Processors.
  3. Klik kanan Prosesor Intel Pentium M, dan kemudian klik Update Driver.
     Update Driver Wizard akan dimulai.
  1. Jika Anda diminta Can Windows connect to Windows Update to search for software?, Klik No, not at this time, kemudian klik Next.
  2. Klik Install the software automatically (Recommended), dan kemudian klik Next.
  3. Klik Finish.
Anda harus me-restart komputer Anda untuk menyelesaikan instalasi.

Membuat boot Hiren Melalui USB Flashdisk

Hiren Boot CD adalah sebuah boot CD yang berfungsi untuk memantenance komputer dimanda didalamnya banyak sekali software atau tools yang dapat digunakan seperti antivirus, tools recovery, backup, service dll. Biasanya digunakan dengan boot melalui CD, tapi anda dapat membuatnya agar dapat boot melalui flasdisk bila anda menggunakan Netbook dimana tidak terdapat fasiltas DVD room.
Untuk menjalankan Hiren BootCD dari USB flash drive, pertama-tama, pengaturan BIOS Anda harus dikonfigurasi untuk mengubah urutan boot dari komputer Anda ke USB drive. Jika Anda mengalami masalah pada mengubah urutan boot di BIOS, silakan lihat Mengubah Boot Order dalam dokumen BIOS. Harap dicatat bahwa beberapa komputer mungkin tidak mendukung booting dari USB drive dan langkah-langkah di bawah ini bekerja hanya untuk yang versi Hiren BootCD 9.7 atau yang lebih baru.
Step1: Formating USB Flash Drive
Sebelum anda memformat flashdisk anda jangan lupa untuk membackup data yang ada di dalam flashdik anda, karena data pada flshdisk anda akan hilang
  1. Hubungkan flashdisk berkapasitas 512 MB ??atau lebih.
  2. Download dan jalankan USB Disk Storage Format (34 KB) . Ikuti langkah-langkah di screenshot di bawah ini:
Step2: Install Grub4Dos ke USB Flash Drive
Download grub4dos.zip (187 KB)  ke sebuah folder. Ikuti langkan berikut :
  1. Klik kanan file zip, kemudian klik Extract All
  2. Kemudian klin Next
  3. Klik Next untuk mengekstrak file archive
  4. Setelah selesai klik Finish.
Sekarang buka folder ‘grub4dos’. jalankan ‘grubinst_gui.exe’ didalam folder grub4dos lalu ikuti langkah berikut :
  1. Jalankan grub4dos
  2. Klik ‘Run’  jika Anda mendapat tampilan/pesan jendela Peringatan Keamanan
  3. Jika Anda tidak yakin letak driver partisi flashdisk anda, pilih drive dengan ukuran yang sama dengan USB flash drive milik anda.
  4. Setelah proses Instalasi selesai, akan muncul tampilan jendelan Dos. Tekan Enter untuk keluar dari jendela Dos
Step3: Copy File ke USB Flash Drive
  1. Masukan BootCD Hiren s (9,7 atau lebih baru) ke dalam CD Drive.
  2. Copy semuanya dari CD ke USB Flash Drive.
  3. Copy grldr dan menu.lst (dari folder HBCD CD) ke sub folder drive usb. Dimana isi dari USB Flash Drive akan terlihat seperti sebagai berikut:

Install Windows dengan cepat menggunakan Ghost

Proses instalasi sistem operasi windows  seringkali membuat anda kesal menunggu lama.  Setelah selesai menginstall system windows anda harus menginstall driver dan aplikasi yang lainnya pada komputer anda. Benar-benar memakan waktu yang lumayan lama.
Kerusakan Windows banyak disebabkan, kesalahan system registry, System yang terkena infeksi virus, data atau file sistem yang corupt dan terhapus, yang memaksa kita harus menginstall system windows kita.
Sebenarnya ada cara yang mudah dan cepat untuk mengembalikan system kita ke keadaan semula berikut dengan instalasi aplikasi driver dan aplikasi lainnya yang kita gunakan. Yaitu dengan cara mengcoloning system kita dengan software Cloning. Banya software yang digunakan untuk mengcloning system, tapi kali ini saya akan memberitahukan cara mengcloning system dengan menggunakan software Norton Ghost, yang dapat Anda temukan dalam CD Hiren’s Boot CD 11. Bagi yang belum punya Hiren’s Boot CD Versi terbaru, silakan ddownload Hiren’s BootCD 11 All In One
Norton Ghost menyediakan fungsi backup dan restore dengan mudah. Dengan bantuan Hiren’s Boot CD, Anda bisa melakukan proses backup dan restore instalasi Sistem Operasi Anda dengan mudah, praktis dan cepat.
Persiapan :
  • Komputer atau Notebook target yang dilengkapi drive CD/DVD untuk menjalankan Hiren’s Boot CD. Saya sarankan minimal terdapat 2 partisi, sistem C:/ atau drive yang berisi instalasi Windows dan partisi lain untuk menyimpan image
  • CD Hiren’s Boot CD 11 berisi Norton Ghost 11.5 atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
  • Flashdisk/keping DVD untuk menyimpan backup file image (Optional)
Prinsip kerja
Pada dasarnya, ada dua langkah yang Anda lakukan
Membuat backup Data Partisi PC yang berisi Sistem Operasi Windows ke dalam File Image . File ini berisi rekaman komplit file sistem operasi Anda berikut program yang telah ter-install didalamnya. File ini harus disimpan di partisi selain partisi Windows itu sendiri. Misalnya Anda punya C:/ yang bersi instalasi Windows, Anda harus menyimpan file image di partisi lain selain di partisi  C:/ seperti di partisi D, E atau di External hardisk.
Perlu saya tekankan bahwa, langkah ini mutlak diperlukan jika Anda ingin bisa melakukan langkah restorasi/pemulihan sistem dengan cepat. Dengan kata lain, tanpa adanya file Image Anda tidak bisa melakukan restorasi Windows.
Restorasi Windows. Jika terjadi sesuatu, anda bisa memanggil file backup yang telah Anda buat sebelumnya untuk memulihkan instalasi Windows persis seperti saat file image yang dibuat.
Langkah  Membuat File Image.
  • Masukkan Hiren’s Boot Flashdisk USB atau Hiren’s Boot CD sesuai dengan preferensi Anda.
  • Nyalakan komputer, masuk ke BIOS dengan menekan DEL/F2/F8/F12 sesuai dengan BIOS PC Anda.
  • Masuk ke Bagian Boot Sequence/Urutan Booting. Pastikan media yang Anda gunakan menempati urutan pertama booting. Misalnya: Anda memilih menggunakan CD Hiren’s, pastikan CDROM berada pada posisi booting pertama.
  • Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
  • Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost berjalan. Klik [OK] 
  • Pilih Harddisk Fisik yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Local (1) seperti pada contoh, [OK].
  • Pilih Partisi Harddisk yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Primary Drive seperti pada contoh, [OK]. Perhatikan atribut lainnya seperti File System (NTFS/FAT32), Label, Ukuran dsb. Pastikan Anda memilih drive yang tepat.
  • Tentukan Partisi Harddisk mana yang akan digunakan untuk menyimpan file backup image. Beri nama pada file, misalnya Backup_1 kemudian klik [SAVE]. Perhatikan bahwa harddisk ditulis dalam urutan seperti berikut; D:1.2:[DATA] FAT, artinya adalah:
  • D: = Drive D:
  • 1.2: = merupakan Harddisk Fisik Pertama Partisi Kedua
  • [DATA] = label DATA
  • FAT =  File System FAT32
  • Selanjutnya akan muncul dialog kompresi Image File, pilih salah satu berdasarkan keterangan berikut:
  •  Pilih No = jika Anda tidak ingin mengubah file image dari ukuran file windows sebenarnya
  • Pilihan FAST = kompresi cepat, hasilnya kurang lebih 30% dari ukuran file sebenarnya
  • Pilihan HIGH = kompresi tingi, hasilnya bisa sampai 60% dari ukuran file asli meski prosesnya akan sedikit lebih lambat.
  • Dianjurkan Anda memilih pilihan ini untuk menghemat space harddisk. Karena Norton Ghost tidak mengubah isi file image, hanya ukuran filenya saja yang dipadatkan. Persis seperti yang dilakukan oleh WinZIP atau WinRAR.                                
  • Ketika muncul dialog box ‘Procesed with partition image creation?’ Pilih [YES]                                        
  • Tunggu beberapa saat hingga proses selesai dan muncul Image Box ‘Image Creation Completed Successfully’, klik [Continue]. Klik [Quit] untuk keluar dari Program.
Sampai di sini Anda sudah punya satu file image dari sistem operasi Anda yang sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali untuk melakukan restorasi. Anda bisa menggunakan Flashdisk atau Media DVD untuk menyimpan file Image ini, hanya untuk berjaga-jaga.
Merestore Windows dari Backup File Image
  • Boot dari Hiren’s Boot CD atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
  • Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
  • Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost berjalan. Klik [OK].
  • Pilih Menu > Local > Partition > From Image untuk me-restore partisi dari file image yang tadi telah kita buat. 
  • Temukan file Image dengan ekstensi .GHO pada drive penyimpanan Anda. Pilih, dan akhiri dengan Open. 
  • Pilih Partisi sumber/Source file image kemudian klik [OK]
  • Pilih Harddisk fisik tujuan/Destination Restorasi Windows, [OK]
  • Pilih Partisi Harddisk tujuan/Destination Restorasi. Pilih Primary [OK]
  • Ketika Muncul Dialog Box ‘Prosses With Partition Restore?’ klik [Yes]
  • Tunggu hingga selesai 100%
  • Klik [Reset Computer] untuk me-restart Komputer.

Penyebab Komputer Tidak mau Hidup

Sering ditemukan dalam masalah pemakaian komputer ata PC, saat kita ingin menggunakan atau memakai PC, ternyata PC tidak mau hidup, hal ini membuat pengguna panik dan segera buru-buru memembawa ke atau memanggil teknisi service komputer
Sebelum anda menyerah dan membawa komputer anda ke tempat service, alangkah baiknya bila anda mencoba menganalisa apa penyebab komputer anda tidak dapat dioperasikan. Cara yang paling umum bila komputer “tidak mau dihidupkan” adalah daya listrik ke PC sebenarnya masuk tetapi tidak menampilkan apa-apa di monitor.
Anda melihat lampu pada komputer dan mendengar Kipas bekerja dari dalam tetapi sama sekali tidak muncul di layar Anda.
Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa monitor anda tidak menampilkan informasi sehingga sangat penting bagi anda untuk mengetahui apa penyebabnya pada langkah-langkah dibawah.
1. Periksa monitor Anda. Sebelum Anda mulai mengatasi masalah dan  memeriksa komponen dalam CPU anda, pastikan monitor Anda bekerja dengan benar dan bukan monitor komputer yang menyebabkan masalah.
Karena bisa jadi komputer anda tidak hidup disebabkan  monitor Anda  rusak atau kabel monitor ada yang putus kabelnya atau tidak terpasang dengan baik pada soket VGA.
2. Pastikan bahwa PC Anda sepenuhnya dalam keadaan tersambung dengan listrik.
Sering kali terjadi komputer tidak muncul di monitor padahal sebenarnya komputer dalam keadaanStandby atau Hibernate (mode hemat daya) pada system Windows.
Catatan: Anda bisa benar-benar matikan komputer Anda dalam keadaan modus Hibernate dengan menahan tombol power selama 3 sampai 5 detik. Setelah power benar-benar off, nyalakan PC Anda dan tes untuk melihat apakah komputer anda akan boot normal.
3. Dengan kode bep jika Anda mendengar kode bip akan memberi Anda input yang tepat di mana anda dapat mencari penyebab dari komputer Anda mati dari kode beb tersebut.
Jika Anda tidak dapat menyelesaikan masalah dengan masalah kode bep tertentu, Anda selalu dapat kembali ke awal dan melanjutkan dengan langkah-langkah di bawah ini.
4. Clear CMOS. Menghapus memori BIOS pada motherboard Anda akan kembali pengaturan BIOS ke setting default pabrik. Akibat dari kesalahan konfigurasi BIOS bisa menyebabkan PC Anda tidak dapat startup.
Penting: Jika dengan cara mengclear CMOS tidak memperbaiki masalah anda, pastikan setiap perubahan yang Anda buat dalam BIOS diselesaikan satu per satu sehingga jika kembali mendapatkan masalah, Anda akan tahu dimana perubahan yang menyebabkan masalah komputer Anda.
5. Pastikan saklar catu daya tegangan diatur dengan benar. Jika tegangan masukan untuk catu daya tidak benar (berdasarkan tegangan yang dibutuhkan) maka komputer Anda tidak dapat dihidupkan sepenuhnya.
Ada kemungkinan bahwa PC Anda tidak akan menyala sama sekali jika listrik tidak memenuhi standard tegangan yang dibutuhkan, tapi tegangan listrik yang tidak benar pasokan dayanya juga dapat menyebabkan komputer anda tidak dapt di hidupkan.
6. Pasang kembali segala sesuatu yang mungkin ada di dalam PC Anda. Setting ulang mungkin akan dapat memperbaiki kembali berbagai koneksi di dalam komputer.
Coba instal ulang perangkat keras anda dengan cara berikut ini dan kemudian lihat apakah komputer Anda mulai menampilkan sesuatu di layar:
  • Pasang kembali semua kabel data internal dan kabel listrik
  • Pasang kembali modul memori
  • Pasang kembali semua kartu ekspansi
7. Ulangi pemasangan CPU jika Anda menduga bahwa mungkin cpu tersebut longgar atau mungkin belum diinstal dengan benar.
8. Periksa penyebab arus hubung singkat listrik di dalam komputer Anda. Hal ini sering menyebabkan masalah ketika power komputer di off dengan sendirinya karena arus hubung singkat dapat menjadi penyebab komputer anda tidak dapat dihidupkan.
9. Uji power supplay Anda. PSU cenderung menyebabkan lebih banyak masalah daripada perangkat keras lainnya dan sering menjadi penyebab komputer tidak mau dihidupkan.
Ganti power supply Anda segera jika gagal setiap tes yang Anda lakukan.
10. Hidupkan komputer Anda dengan perangkat keras penting saja. Tujuan di sini adalah untuk melepaskan perangkat keras sebanyak mungkin dan tetap mempertahankan kemampuan PC Anda untuk mendapatkan daya.
Jika komputer Anda mulai normal dengan hanya hardware penting yang terpasang, lanjutkan ke Langkah 11.
Jika komputer Anda masih tidak menampilkan apa-apa di monitor Anda, lanjutkan ke Langkah 12.
Penting: Langkah ini cukup mudah bagi pemula untuk menyelesaikannya, tidak membutuhkan peralatan khusus.
11. Instal ulang setiap bagian dari perangkat keras yang Anda lepaskan pada Langkah 10, satu per satu, dan hidupkan komputer anda.
Karena komputer Anda dinyalakan dengan hanya perangkat keras penting diinstal, komponen-komponen harus bekerja dengan baik. Ini berarti bahwa salah satu komponen hardware yang anda lepas tadi yang menyebabkan PC Anda tidak mau hidup. Dengan menginstal setiap perangkat kembali ke PC Anda dan melakukan pengujian setiap kali satu komponen terpasang, maka anda akan menemukan masalah yang menyebabkan komputer anda mati
12. Uji perangkat keras komputer Anda dengan menggunakan kartu Power On Self Test. Jika PC Anda masih tidak menampilkan informasi di monitor Anda dengan hanya memasang perangkat keras yang penting saja, kartu POST akan membantu mengidentifikasi hardware yang lainnya yang menyebabkan komputer Anda tidak dapat digunakan.
Jika Anda tidak memiliki dan tidak mau membeli kartu POST, lanjutkan ke Langkah 13.
13. Ganti setiap bagian dari perangkat keras penting di komputer Anda dengan cadang komponen kompouter yang identik atau yang sama dengan perangkat keras yang terpasang pada komputer anda, Uji setelah setiap penggantian hardware untuk menentukan komponen yang rusak.
Catatan: Pengguna komputer rata-rata tidak memiliki komponen cadangan. Jika anda tidak memilikinya, saran saya adalah untuk kembali ke Langkah 12. Beli Kartu POST lebih murah daripada menyediakan komponen komputer untuk cadangan.
14. Akhirnya, jika semuanya gagal, Berarti kerusakan terdapat pada motherboard komputer anda, kemungkinan besar adalah chipset komputer anda yang telah rusak dan tidak bekerja yang menyebabkan komputer anda tidak dapat di hidupkan.
itu dulu dr Mr. A

Jumat, 19 April 2013

Contoh Program Simpan Foto Menggunakan Visual Basic 6.0

Karena banyak pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana membuat program menyimpan foto di vb 6, Maka pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara menampilkan dan menyimpan foto pada folder yang kita buat menggunakan visual basic 6. Untuk menyimpan foto, kita bisa menggunakan database atau tidak, pada program kali ini saya akan membuat program penyimpanan foto langsung ke folder foto yang saya buat, jadi foto tidak disimpan ke dalam database, tapi dalam folder foto yang sudah kita buat sebelumnya.
Sebelum kita mulai membuat programnya, buat dulu folder untuk tempat menyimpan database dan project yang akan kita buat, misalnya Latihan Foto, kemudian dalam folder latihan foto buat lagi folder dengan nama folderfoto untuk menampung foto-toto yang kita simpan nantinya.
Kemudian buat database access dengan nama dblatihan.mdb seperti dibawah ini :
Nama Database : dblatihan
Nama Tabel       : data
 
Field
Data Type
Size
NRP
Text
10
Nama
Text
30
Jurusan
Text
35
Simpan file database kedalam folder latihan foto yang sudah kita buat sebelumnya.
Kemudian buka Microsoft Visual Basic 6.0 dan desain form seperti dibawah ini :
 
 Componen tambahan yang digunakan pada desain form diatas adalah :
- Microsoft ADO Data Control 6.0
- Microsoft Common Dialog Control 6.0
- Microsoft DataGrid Control 6.0
Kemudian ubah properti name pada masing-masing command menjadi seperti ini :
untuk command Simpan = cmdsimpan
- Edit = cmdedit
- Hapus = cmdhapus
- Bersihkan = cmdbersih
- Cari Foto = cmdcari
- Keluar = cmdkeluar
 
Setelah desain dan edit property sudah selesai, kita buat modul untuk koneksi database nya, lalu ketikkan kode berikut dalam jendela kode modul :

Public conn As New ADODB.Connection

Public RSdata As New ADODB.Recordset

 

Sub koneksi()

Set conn = New ADODB.Connection

Set RSdata = New ADODB.Recordset

conn.Open "Provider=microsoft.jet.oledb.4.0;data source = " & App.Path & "\dblatihan.mdb"

End Sub
Kemudian pada form activate dan form load ketikkan kode perintah berikut : 
Private Sub Form_Activate() ' perintah untuk koneksi database saat form aktif

Call koneksi

Adodc1.ConnectionString = "provider=microsoft.jet.oledb.4.0;data source=" & App.Path & "\dblatihan.mdb"

Adodc1.RecordSource = "data"

Adodc1.Refresh

Set DataGrid1.DataSource = Adodc1

DataGrid1.Refresh

End Sub

Private Sub Form_Load() 

Text1.Text = ""

Text2.Text = ""

Text3.Text = ""

Text4.Text = ""

Text4.Enabled = False

End Sub
Buat sub Tampilkan data untuk menampilkan data saat pencarian data dilakukan : 
Private Sub TampilkanData()

Text2 = RSdata!nama

Text3 = RSdata!jurusan

Text4 = App.Path & "\folderfoto\NRP_" & Text1.Text & ".jpg"

End Sub
Perintah untuk mencari data dengan acuan dari Text1 :  

Function CariData()

    Call koneksi

    RSdata.Open "Select * From data where nrp='" & Text1 & "'", conn

End Function
Perintah untuk mengosongkan text inputan : 
Private Sub kosong()

Text1.Text = ""

Text2.Text = ""

Text3.Text = ""

Text4.Text = ""

End Sub
Perintah untuk menyimpan foto ke dalam 
folderfoto yang sudah kita buat sebelumnya dengan me rename nama foto 
menjadi kode nrp dari mahasiswa : 

Private Sub simpan()

SavePicture Image1.Picture, App.Path & "\folderfoto\NRP_" & Text1.Text & ".jpg"

End Sub
 Perintah untuk tombol Cari Foto, untu mencari dan membuka foto yang dipilih dari drive.
Private Sub cmdcari_Click()

cmndialog.ShowOpen

Text4 = cmndialog.FileName

End Sub
Perintah untuk tombol simpan, untuk menyimpan data pada database dan menyimpan foto kedalam folder. 
Private Sub cmdsimpan_Click()

Dim SQLTambah As String

 Call simpan

            SQLTambah = "Insert Into data (nrp,nama,jurusan) values ('" & Text1 & "','" & Text2 & "','" & Text3 & "')"

            conn.Execute SQLTambah

            Form_Activate

End Sub
Perintah untuk tombol edit, untuk mengupdate data yang di edit pada database. 
Private Sub cmdedit_Click()

 Dim SQLEdit As String

 Call simpan

            SQLEdit = "Update data Set nama= '" & Text2 & "'," & " jurusan='" & Text3 & "' where nrp='" & Text1 & "'"

            conn.Execute SQLEdit

            Form_Activate

End Sub
Perintah untuk tombol hapus, untk menghapus data2 yang ada pada database. 
Private Sub smdhapus_Click()

Adodc1.Recordset.Delete

Adodc1.Recordset.Update

DataGrid1.Refresh

End Sub
Perintah untuk tombol bersih, yang berfungsi untuk membersihkan atau mengosongkan text yang ada pada textbox. 
Private Sub cmdbersih_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text1.SetFocus
End Sub
Perintah saat text1 kehilangan fokus 
maka akan langsung melakukan pencarian dengan memamnggil sub caridata 
dan tampilkandata untuk menampilkan data yang dicari. 
Private Sub Text1_LostFocus()

Call CariData

        If Not RSdata.EOF Then

            TampilkanData

            MsgBox "Data Ditemukan"

            Else

            Text2.Text = ""

            Text3.Text = ""

            Text4.Text = ""

            End If

End Sub
Perintah untuk memanggil gambar melalui alamat gambar yang berada pada text4. 
Private Sub Text4_Change()

Image1.Picture = LoadPicture(Text4)

End Sub
Jika Semua kode perintah pada masing-masing tool sudah di ketikkan kemudian Simpan Project ke dalam folder latihan foto yang sudah kita buat sebelumnya.,lalu coba jalankan program yang sudah kita buat, dan jika program sukses, hasilnya akan seperti ini :
 
Oke sampai disini dulu pembahasannya, semoga bermanfaat dan bisa membantu ^_^
 

Pencarian Dengan Metode Find, Move dan SQL Pada ADO Menggunakan Visual Basic 6.0

Akhirnya bisa posting artikel lagi setelah beberapa lama tertunda karena menyelesaikan pembuatan skripsi saya. ^_^ Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang proses dan metode pencarian data apa saja yang bisa digunakan pada ADO.
Pada pemprograman database, proses pencarian data umumnya sangat dibutuhkan agar data/record yang akan dimanipulasi sesuai dengan yang diinginkan. Berikut beberapa metode pencarian data yang akan kita bahas.
1. Metode Find
    Metode Find digunakan untuk menentukan lokasi record yang memenuhi syarat atau kriteria tertentu. krtiteria yang dimaksudkan adalah nilai pembanding dari field kunci. Pada ADO hanya mengenal satu metode Find, tidak seperti pada DAO yang metodenya terdiri dari FindFirst, FindLast, FindNext, dan FindPrevious.
Untuk lebih jelasnya coba buat desain program pencarian seperti dibawah ini :
komponen tambahan dalam program ini adalah :
a. Microsoft Ado data Control 6
b. Microsoft DataGrid Control 6

 
Setelah mendesain form seperti diatas, lalu buat database dengan microsoft access seperti dibawah ini lalu isikan beberapa record untuk pencarian nanti :
Nama database : Latihan.mdb
Nama Tabel      : MHS

FIELD
DATA TYPE
SIZE
NRP
TEXT
10
NAMA
TEXT
35
JURUSAN
TEXT
25
NILAI
TEXT
3

Kemudian buat modul baru untuk koneksi database, klik Menu Project > Add Modul > Open,,
setelah muncul jendela kode modul,,isikan kode berikut untuk koneksinya :
 
Public conn As New ADODB.Connection

Sub koneksi()
Set conn = New ADODB.Connection

conn.Open "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source=" & App.Path & "/latihan.mdb;Persist Security Info=False"
End Sub 
 
Jika kode koneksi sudah diisikan pada modul, langkah berikutnya tutup 
jendela modulnya lalu pada pada jendela kode form_active isikan kode 
berikut untuk memanggil modul koneksi dan untuk mengisi connection 
string pada Adodc.

Call koneksi
Adodc1.ConnectionString = "Provider=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source=" & App.Path & "/latihan.mdb;Persist Security Info=False"
Adodc1.RecordSource = "MHS"
Adodc1.RecordSource = "select * from MHS"
Adodc1.Refresh
Set DataGrid1.DataSource = Adodc1
DataGrid1.Refresh
txtcari.SetFocus
 
Kemudian klik dua kali pada tombol Cari Dengan Find atau cmdfind hingga 
muncul jendela kode untuk cmdfind, lalu tuliskan kode pencarian find 
seperti dibawah ini :

Private Sub cmdfind_Click()
Dim cari As String
cari = "NRP = '" & txtcari & "'"
Adodc1.Refresh
With Adodc1.Recordset
.Find cari
If Not .EOF Then
    MsgBox .Fields(0) & "-" & .Fields(1), vbExclamation, "Pencarian Data Find"
    Else
    MsgBox "Data Mahasiswa Dengan NRP " & txtcari & " tidak ada", vbCritical, "Perhatian"
    txtcari = ""
    Text1.SetFocus
    End If
End With
End Sub

Jika sudah, coba jalankan programnya, lalu inputkan NRP pada Text Box Cari NRP kemudian klik tombol Cari Dengan Find yang sudah kita isikan kode perintah pencarian dengan metode find.
Jika data ditemukan maka akan muncul pesan yang berisi data NRP dan Nama seperti gambar dibawah ini :
 
2. Metode Move
    Pencarian dengan metode move arah pencariannya dilakukan secara berurutan, bisa dari awal record ke akhir record atau sebaliknya. Prinsip kerja dari move adalah dengan membandingkan data yang dicari dengan data yang sudah tersimpan secara satu per satu.
Sekarang kita buat contoh pencarian dengan menggunakan metode move,,
Klik dua kali pada tombol Cari Dengan Move sampai muncul jendela kode, lalu isikan dengan kode perintah berikut
Adodc1.Refresh
With Adodc1.Recordset
.MoveFirst
Do While Not .EOF
    If txtcari = .Fields("NRP") Then
    MsgBox "Data Mahasiswa yang dicari adalah " & vbCrLf & .Fields("NRP") & " " & .Fields("NAMA"), vbExclamation, "Pencarian Data Move"
    Exit Do
    End If
    .MoveNext
Loop
If .EOF Then MsgBox "Data tidak Ada !", vbCritical, "Perhatian"
End With
 
Kemudian jalankan program dengan mengklik tombol start atau menkan tombol F5 pada keyboard, isikan NRP pada text Cari NRP lalu klik tombol Cari Dengan Move, seperti gambar berikut ini :
 
3. Metode SQL
    Sebenarnya pencarian dengan metode SQL lebih tepat dikatakan sebagai penyaringan data (Filter), karena data yang tampil merupakan hasil dari penyaringan data sesuai dengan kriteria yang ditampilkan. Jadi dengan metode tertentu, data yang ditampilkan bukan hanya satu data, tetapi bisa banyak data asal kuncinya hampir sama dengan kriteria yang dimaksudkan.
 
Untuk contoh penggunaan SQL sebagai pencarian, sebagai berikut :
Klik dua kali pada txtcarisql atau text Cari NRP Dengan SQL kemudian isikan kode pencarian seperti dibawah ini :

Private Sub txtcarisql_Change()
If txtcarisql.Text = Empty Then
    Adodc1.RecordSource = "select * from MHS"
Else
    Adodc1.RecordSource = "select * from MHS where NRP like '%" & txtcarisql.Text & "%'"
End If
Adodc1.Refresh
If Not Adodc1.Recordset.EOF Then
    If txtcarisql.Text = Empty Then
    lblnama.Caption = ""
    lbljurusan.Caption = ""
    lblnilai.Caption = ""
    Else
With Adodc1.Recordset
lblnama.Caption = .Fields("NAMA")
lbljurusan.Caption = .Fields("JURUSAN")
lblnilai.Caption = .Fields("NILAI")
    End With
End If
    Else
    lblnama.Caption = ""
    lbljurusan.Caption = ""
    lblnilai.Caption = ""
End If
End Sub 
 
Sekarang jalankan programnya lalu inputkan NRP dengan 2 digit dulu, misalkan "01" lalu perhatikan perubahan data yang terjadi pada datagrid. Jika ditampilkan secara lengkap maka tampilan data dalam datagrid seperti gambar berikut ini :
Sampai disini dulu pembahasan tentang metode pencarian ADO,,untuk pencarian dengan metode Find dan Move bisa dikembangkan lagi, misalnya dengan menempatkannya pada even Change dari textbox seperti pada metode SQL., jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan  ank2 rpl. ^_^

Kamis, 18 April 2013

Fungsi Clone flag pada deep freeze

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan sebuah software yang bernama Deep Freeze bukan, Deep freeze adalah sebuah software virtual system, dimana software ini akan membekukan system anda, sehingga system anda dapat kembali normal saat anda merestart komputer anda, walaupun anda telah mendelete, menguninstall atau menginstall file atau aplikasi di dalamnya. Software ini merupakan bagian dari software Security.
Didalam software ini terdapat fasilitas Clone Set, nah Apa itu fungsi Clone Set pada Deep freeze?
Clone Set itu digunakan hanya saat anda berniat untuk melakukan cloning harddisk. Deep Freeze pada saat diinstall dan dijalankan, akan melakukan pencatatan atas kondisi dan konfigurasi harddisk tempat DF di install. Ini merupakan fungsi keamanan dan perlindungan terhadap DF sendiri. Jadi, apabila anda meng-copy harddisk yang sudah di DF ke harddisk lain (di Ghost atau di Clone) maka DF tidak akan berjalan dengan benar di harddisk tujuan.
Dengan menyalakan Clone Flag tersebut, maka DF diberitahu bahwa harddisk tempat ia diinstall akan di copy ke harddisk lain. Jadi, pada saat DF berjalan di harddisk lain tersebut, DF akan melakukan initialisasi untuk mengenali lingkungan tempat ia terpasang, sehingga dapat berfungsi dengan baik.
Kenapa Clone Flag? Ini untuk memudahkan pengadaan komputer. Jadi, anda cukup melakukan instalasi dan setting Windows lengkap dengan aplikasinya di satu komputer saja. Setelah selesai, bisa anda DF dengan Clone Flag tersebut. Setelah itu, bisa anda copy-kan harddisk tersebut ke (misalnya) 100 harddisk lain, dan di pasang di 100 komputer. Hasilnya, 100 komputer tersebut sudah terinstall semua aplikasi plus Deep Freeze.
Attended dan Unattended (Silent) itu adalah bagaimana cara anda menginstall DF di komputer. Attended, sesuai artinya adalah ditunggu, sementara Unattended itu artinya tidak ditunggui.
Dalam Attended install, DF installer akan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada anda, dan anda harus memberikan respon supaya proses instalasi bisa berjalan. Respon yang diminta antara lain adalah Password dan drive mana yang mau di Freeze/Thaw.
Untuk Unattended/Silent install, pada saat DF Installer dijalankan ia tidak akan menanyakan apa-apa. Semua informasi yang dibutuhkan (Password dan Drive yang mau di Freeze/Thaw) harus disebutkan pada saat memulai instalasi, yaitu di Command Line nya.
Kenapa ada Unattended Install? Ini untuk memudahkan penginstallan terutama apabila komputer yang mau di-install ada banyak. Kalau harus menjawab satu-persatu untuk 100 komputer maka akan terasa bertele-tele, namun dengan Unattended install ini anda tinggal menjalankannya saja di tiap komputer. Memang masih agak repot memasukkan CD/USB ke tiap komputer dan menjalankan Installer, tapi selanjutnya tidak perlu ditunggui karena proses akan berjalan sendiri sampai selesai, jadi anda bisa langsung mengerjakan komputer berikutnya.
Jadi, semua ini adalah fungsi untuk system administrator, untuk mempermudah deployment/pengadaan komputer dalam jumlah banyak. Kalau hanya 1-2 komputer sih tidak perlu melakukan clone dan/atau Silent install.

Bad Sector Pada Hardisk

Saat anda mengoperasikan komputer anda, Anda mungkin menerima pesan kesalahan yang menunjukkan hard disk Anda mungkin mengandung bad sector. Kesalahan biasanya ditandai sebagai “CRC” atau “Cyclic Redundancy Error”". Beberapa file data Anda hilang, tidak dapat dibaca atau rusak dan tidak dapat untuk mengakses file dan folder tertentu. Ini mungkin merupakan penyebab masalah bad sector. Sektor adalah ruangan penyimpanan pada hard disk. Dan sektor buruk adalah sektor pada disk dimana data tidak dapat ditulis atau dibaca karena kerusakan fisik atau inkonsistensi paritas dalam pemeriksaan bit pada disk. Setiap data yang ditulis atau disimpan pada area yang mungkin hilang atau rusak. Data yang berada pada bagian sektor disk yang lain mungkin tidak terpengaruh dan disk masih dapat digunakan jika bad sectornya sedikit.
Ada beberapa penyebab Bad sector antaralain :
  1. Melemahnya magnetik dari piringan hardisk dan kesalahan mekanis. Kemungkinan, daerah magnetik disk kehilangan magnet dan karenanya ketidakmampuan untuk menyimpan data.
  2. Akibat dari guncangan atau getaran, dimana saat anda mengoperasikan komputer, dan saat hardisk sedang melakukan proses baca dan tulis, bila terjadi goncangan atau getaran, dapat menyebabkan head akan menggesek piringan dari hardisk sehingga menyebabkan goresan pada piringan, sehingga terjadi bad sector.
  3. Daya listrik yang menurun secara tiba-tiba saat hardisk melakukan proses baca dan tulis, sehingga head akan terhenti mendadak dan bekerja mendadak saat daya listrik naik lagi secara tiba-tiba, dimana head dapat menggesek piringan hardisk
  4. Akibat dari susunan file pada hardisk tidak teratur, sehingga head tidak teratur dalam membaca urutan file yang dibutuhkan sebuah aplikasi, yang lama-kelamaan head dapat menggesek plater dari hardisk dan mengakibatkan bad sector pada hardisk
Bad sector tersebut memiliki kecenderungan untuk menyebar dan biasanya tidak dapat diperbaiki. Ketika Bad sector menyebar, dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem ketika file sistem penting lainnya rusak. Data yang rusak ringan masih dapat diperbaiki dengan beberapa software.
Tanpa anda ketahui, bad sector juga bisa disebabkan oleh pemeriksaan Parity yang buruk saat menyalin bit pada disk. Pada hardisk modern data akan disimpan secara transparan dan akan menyimpan menyimpan Parity bit bersama-sama dengan data. Ketika data dibaca, bit paritas juga diambil dan dibandingkan untuk menjamin integritas data. Hal ini berlangsung tanpa sepengetahuan user. Ketika bit parity rusak untuk beberapa alasan, kemudian akan berakibat pada kesalahan bad sector. Dalam hal ini, melalui beberapa perangkat lunak pemulihan proprietary, ADRC benar-benar bisa memperbaiki bad sector tanpa kehilangan data dengan mengoreksi atau menulis ulang bit-bit Parity yang rusak pada disk.
Sangat sering bad sector dapat terjadi sebagai akibat dari head gagal dalam melakukan proses baca dan tulis. Ketika head gagal dapam proses membaca dan menulis dan menafsirkan sinyal magnetik normal, selain itu bad sector juga bisa terjadi karena tanda-tanda awal disk crash karena mengalami penurunan kinerja.
Solusi untuk Masalah Bad Sector Jika disk masih bekerja dengan baik, segera backup data penting untuk menghindari hilangnya data lebih lanjut. Jika sistem merespon kemacatan data saat anda mengcopy data yang penting itu berarti data anda ada tersimpan pada lokasi bad sector tersebut dan susah dikembalikan.
Umumnya, proses format penuh harus dapat “menutupi” bad sector atau mengalokasikan sektor buruk dalam tabel alokasi file. dan anda bisa terus menggunakan disk sementara sistem operasi akan memperhatikan lokasi bad sector dan menghindari sector tersebut.
Utilitas lain seperti CHKDSK umum yang disediakan oleh Sistem Operasi Windows dapat membantu untuk mendeteksi dan menandai bad sector. Selama scan pada permukaan piringan hardisk, head akan mencoba untuk menulis data ke sektor itu dan kemudian membaca kembali apakah bekerja atau tidak. Jika proses baca dan tulis tidak dapat dilakukan, sektor ini ditandai sebagai bad sector karena tidak dapat digunakan. Sistem operasi akan mencatat sektor tertentu dan menghindari pemakaian sektor tersebu. Setelah itu, bad sector akan dipetakan ke sektor khusus pada drive yang disediakan.
Untuk memeriksa bad sector pada hardisk, anda dapat melakukannya dengan cara :
  1. Double klik My Computer, kemudian klik kanan partisi hardisk anda, contohnya C, D atau E yang ingin anda periksa.
  2. Kemudian Klik Properties, Lalu klik tombol Tools.
  3. Selanjutnya klik Check now.
Bila anda temukan Bad sector pada hardisk anda, bagaimana cara memperbaikinya?
Bila bad sector pada hardisk anda masih bad sector yang ringan anda dapat memperbaikinya dengan cara :
  1. Menggunakan fasilitas check now diatas, dan pilih fasilitas repair
  2. Menggunakan beberapa software seperti HDD Regenerator, atau software Low Level Format
Bila bad sector sudah banyak maka siap-siap anda harus membackup data anda dan membeli hardisk baru

Membagi koneksi internet di linux

Sharing internet dengan koneksi dari Linux ke Windows Xp
Koneksi internet via ppp0 dan koneksi lokal dengan eth0. IP address untuk eth0 adalah 192.168.1.1/24 sedangkan IP ppp0 dinamis dari ISP. Kondisi ini sebenarnya tidak mutlak hanya saja sebagai illustrasi, untuk kondisi yang lainnya tinggal menyesuaikan.
Bagi – bagi Jaringan :
Sharing koneksi internet di linux sangat mudah, hanya saja dilakukan (biasanya) via teks mode yang merupakan sebuah mimpi buruk bagi pengguna GUI. Hanya dengan 5 baris perintah maka koneksi internet pun bisa dibagi.
Contoh sharing koneksi dengan kasus diatas :
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
# iptables -F
# iptables -t nat -F
# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE
# iptables -A FORWARD -s 192.168.1.0/24 -j ACCEPT
Dengan kelima baris perintah diatas maka koneksi internet sudah bisa di share.
Kita bahas satu per satu baris perintah diatas.
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Mengaktifkan forwarding, perintah ini juga dapat dipangkas dengan meng”chmod +x /etc/rc.d/rc.ip_forward”, dengan kata lain membuatnya executable sehingga akan di aktifkan setiap kali boot. Namun tidak ada salahnya mengaktifkannya lagi untuk jaga – jaga.
# iptables -F
Perintah ini membersihkan rule atau aturan – aturan dari iptables.
# iptables -t nat -F
Perintah ini membersihkan rule atau aturan – aturan dari iptables pada bagian NAT (Network Address Translator).
# iptables -A FORWARD -s 192.168.1.0/24 -j ACCEPT
Mengijinkan akses dari ip 192.168.1.0/24 (opsi -s) melewati (FORWARD) host / komputer.
# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE
Inti dari sharing koneksi, setiap akses dari ip 192.168.1.0/24 (opsi -s) akan dilakukan masquerading. Pada beberapa system ada yang menggunakan SNAT. Sharing koneksi dengan SNAT umumnya digunakan untuk koneksi dengan IP Publik statis, jika menggunakan IP dinamis (dial – up) Masquerading adalah pilihan tepat.
Silahkan melihat – lihat manual dari iptables jika menginginkan setting yang spesifik seperti, sharing koneksi via SNAT, hanya melewatkan 1 pc dengan ip tertentu, atau hanya melewatkan mac address tertentu, dll.
Setelah iptables telah siap kita bisa mengeceknya dengan perintah :
# iptables -nL
dan
#iptables -t nat -nL
Untuk bagian “iptables -nL” hasilnya seperti ini :
# iptables -nL
Chain INPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Chain FORWARD (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
ACCEPT all — 192.168.1.0/24 0.0.0.0/0
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Sedangkan pada “iptables -t nat -nL” hasilnya seperti ini :
# iptables -t nat -nL
Chain PREROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
MASQUERADE all — 192.168.1.0/24 0.0.0.0/0
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Perhatikan bagian yang dicetak tebal.
Setelah iptables menghasilkan output (hampir) seperti diatas, maka selanjutnya adalah mempersiapkan client atau komputer yang akan menggunakan koneksi yang kita share.
Set Ip address dari client
Tentu saja jangan sama dengan ip komputer yang melakukan share.
Set IP Gateway client
IP Gateway adalah IP dari komputer yang melakukan share.
Set DNS Client
Umumnya pengguna Dial -up menggunakan DNS bawaan dari ISP, Silahkan diisikan sesuai dengan DNS Server dari masing – masing ISP, untuk linux setting DNS server pada file /etc/resolv.conf. Berikut contoh resolv.conf :
nameserver 192.168.1.254
Baris ini adalah ip dari DNS Server. Dalam hal ini adalah 192.168.1.254. Untuk menghindari kesalahan silahkan merujuk dari resolv.conf dari komputer gateway (yang melakukan koneksi internet).Sedangkan untuk sistem yang lain silahkan menyesuaikan.
Silahkan akses internet dari client,
Kelima baris perintah tersebut bisa di masukkan ke rc.local (atau bikinkan script start-up yang lain) jika pc yang digunakan akan melakukan sharing koneksi setiap kali hidup (boot).