Senin, 19 Agustus 2013

Windows 32 bit ? 64 bit?

Mungkin Anda pernah ditanya, "Windows Anda 32 bit atau 64 bit?" Dulu saya juga bingung menjawabnya.

Yang dimaksud dengan sekian bit untuk Operating Sytem seperti Windows, Linux, Mac OS, dsb. adalah bahwa OS tersebut dirancang untuk berjalan pada chip prosesor dengan lebar atau jumlah register address yang sama.
Jadi Windows atau Linux 32 bit diperuntukkan bagi prosesor 32 bit juga, dan Windows 64 bit untuk prosesor 64 bit.

Meskipun OS 32 bit dapat berjalan baik pada prosesor 64 bit, namun berarti sia-sia saja membeli prosesor mahal itu karena separuh kemampuannya tidak dimanfaatkan.

Jadi prosesor berapa bit yang saya punya?
Biasanya pada spesifikasi komputer atau laptop, pihak vendor atau pabrik akan dengan bangga menuliskan "64 bit" pada keterangan prosesor jika komputer tsb. menggunakan prosesor 64 bit. Jika tidak, kemungkinan besar prosesor Anda adalah 32 bit.

OS berapa bit yang saya punya?
Untuk Windows, silakan klik Control Panel >> System. Akan tampil tipe Windows yang sedang Anda jalankan.

Apa bedanya OS 32 bit dan 64 bit?
Perbedaan yang paling signifikan adalah OS 64 bit mampu menangani memori / RAM hingga 192 GB (Windows 64 Home Edition dibatasi 16GB dengan alasan lisensi), sementara OS 32 bit hanya mampu menangani maksimal 4GB RAM. Beberapa chip modern memiliki teknologi PAE (Physical Address Extension) yang memungkinkan OS 32 bit menangani hingga 64GB RAM, namun memerlukan aplikasi yang mendukung teknologi itu, yang jarang dimiliki aplikasi biasa.
Selain itu, OS 32 bit akan kesulitan menangani file yang berukuran diatas 4GB, padahal perkembangan multimedia terkadang membuat kita berurusan dengan file sebesar gajah bengkak. Menangani file seperti ini akan membuat sistem sering memanfaatkan virtual memory / swap memory sehingga memperlambat kerja dan membuat harddisk bekerja keras.
OS 64 bit juga memiliki beberapa keunggulan lain seperti perhitungan numerik, enkripsi, dll akan dapat memanfaatkan lebar jalur 64 bit sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Perhitungan floating-point juga dapat lebih presisi sehingga creep-error menjadi lebih kecil.

Jadi, lebih baik beli OS 64 bit?
Sebelum terburu-buru lari ketoko dan membeli OS 64 bit, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.
-> OS 64 bit hanya dapat berjalan pada prosesor 64 bit yang biasanya lebih mahal.
-> Kemampuan 64 bit hanya dapat dimanfaatkan oleh aplikasi / program yang mendukung 64 bit. Jika tidak, aplikasi tersebut tetap berjalan dalam 32 bit dengan menggunakan emulator.
-> Beberapa device-driver (terutama untuk Windows) tidak dapat berjalan dalam OS 64 bit. Karena berjalan diantara OS dan hardware, device-driver tidak dapat memanfaatkan emulator 32 bit. Anda harus memastikan driver untuk hardware Anda compatible dengan OS 64 bit terlebih dahulu atau mencari driver 64 bit yang cocok.

Jika semua hal tersebut sudah dapat dipenuhi, silakan nikmati lancarnya 64 bit pada komputer Anda.

KB, MB, GB, Kbps, Mbps, MHz, GHz,... %-(

...

Processor Intel Core 2 Duo 2,2 GHz FSB 1033MHz
Ram 2GB DDR2
Harddisk 250GB
Modem 56Kbps
...

Apakah Anda sering membaca berbagai angka dan huruf "ajaib" itu setiap kali hendak membeli komputer? Para salesman komputer selalu menonjolkan angka dan satuan tersebut sebagai kelebihan produk mereka, padahal seringkali orang awam dibingungkan oleh berbagai istilah komputer. Salah satunya adalah satuan bit, byte dan Hertz. Berikut penjelasan singkatnya.



Bit (b) adalah satuan bilangan biner, hanya bisa berisi angka 1 (satu) atau 0 (nol), tidak ada lainnya. Jadi "1001" adalah bilangan 4 bit, "10100010" adalah bilangan 8 bit.
Byte (B) adalah satuan sebuah karakter, bisa berupa angka, huruf atau simbol lainnya. 1 Byte dilambangkan dengan bilangan biner 8 bit. Jadi 1 byte = 8 bit. Byte dapat berisi angka, huruf, tanda baca atau karakter khusus. Ada 256 macam karakter yang mungkin, yang diatur dalam tabel ASCII. Misalkan huruf A adalah '01000001', Z adalah '01011010'
Hertz (Hz) adalah satuan frekuensi, atau banyaknya sesuatu terjadi dalam satu detik. Gelombang diukur dalam Hertz, sehingga 50 Hz berarti gelombang tadi mengalami 50 siklus naik dan turun dalam 1 detik.
Dalam komputer, kecepatan sebuah prosesor menjalankan instruksi juga dihitung dalam Hertz, sehingga 100 Hz berarti prosesor itu mampu menjalankan 100 instruksi dalam 1 detik.

Lalu untuk angka yang sangat besar, dipakai awalan untuk melambangkan ribuan, jutaan, milyaran, dst. karena tidak praktis untuk menuliskan begitu banyak nol.
1 K (Kilo) = 1.000 x
1 M (Mega) = 1.000.000x
1 G (Giga) = 1.000.000.000x
Namun khusus untuk satuan bit dan byte, terkadang dipakai 1 K = 2 pangkat 10 = 1.024, bukan 1.000. Ini memang agak membingungkan karena berbagai pihak seringkali memakai standar yang berbeda untuk hal yang sama.
1 K (Kilo) = 1.024 x
1 M (Mega) = 1.024 x 1.024 = 1.048.576x
1 G (Giga) = 1.024 x 1.024 x 1.024 = 1.073.741.824x

Jadi sebuah prosesor 2,2 GHz (GigaHertz) berarti prosesor itu mampu menjalankan 2.200.000.000 (dua milyar dua ratus juta) instruksi dalam satu detiknya, dan sebuah file 315 KB berarti berisi 332.800 (315 x 1.024) byte atau karakter.

Kapasitas memori (RAM) dan kapasitas harddisk menggunakan satuan yang sama, yaitu MB (MegaByte) atau GB (GigaByte) meskipun keduanya menjalankan fungsi yang berbeda. Ini dikarenakan "benda" yang mereka simpan adalah sama, yaitu data. Bedanya memori hanya menyimpan sementara untuk segera diproses oleh prosesor dan akan hilang jika aliran listrik dimatikan, sedangkan harddisk menyimpan secara (relatif) permanen.

Sebuah fenomena yang cukup unik selalu terjadi dalam pengukuran kapasitas harddisk, dimana produsen memakai 1 GB = 1.000.000.000 B sementara sistem komputer menghitung 1 GB sebagai 1.073.741.824 B. Akibatnya kapasitas menurut komputer selalu lebih kecil dari kapasitas yang tertera. Misalkan pada sebuah harddisk 80GB, kapasitas penyimpanannya adalah 80 x 1.000.000.000 = 80.000.000.000 byte, sedang komputer akan menganggapnya = 80.000.000.000 / 1.073.741.824 = 74,505 GB.
Jadi jangan heran jika kita menjumlahkan semua kapasitas partisi sebuah harddisk, jumlah yang muncul lebih kecil dari kapasitas yang disebutkan dalam brosur penjualan.
(Bahkan seolah belum cukup membingungkan, kapasitas disket dan beberapa merk flashdisk diukur dengan 1MB = 1.024.000 B, sehingga 1GB adalah 1.024.000.000 B)

Lalu untuk kecepatan koneksi (jaringan LAN, internet, dsb), seringkali dipakai satuan bit per second atau bps (dengan cara ini angka kecepatan menjadi seolah-olah lebih besar dibanding jika dipakai satuan Byte per second atau Bps). Jika koneksi internet Anda berkecepatan 386 Kbps (huruf b kecil berarti bit) berarti koneksi itu maksimal dapat "mengalirkan" 395.264 bit (bilangan nol dan satu) tiap detiknya ke komputer Anda. Karena 1 byte = 8 bit, maka 386 Kbps = 48,25 KBps (perhatikan huruf B besar yang melambangkan Byte) atau 49.408 karakter per detik.
Mendownload sebuah file 315KB dengan koneksi itu akan memakan waktu 6,735 detik (waktu download sebenarnya akan sedikit lebih lama karena adanya header paket data dan kecepatan itu adalah kecepatan maksimal, bukan kecepatan aktual).

Minggu, 18 Agustus 2013

Tips MS DOS Perintah DIR

Walaupun sistem operasi Windows sudah dilengkapi dengan GUI (Graphical User Interface) tapi kadangkala kita masih membutuhkan…
Di bawah ini adalah beberapa tips mengenai perintah DIR pada MS DOS:

1. dir c:
Ini adalah perintah “dasar” yang digunakan untuk menampilkan file dan directory pada drive C.
2. dir c: d:
Digunakan untuk menampilkan file dan directory pada drive C dan D.
3. dir /b /s
Digunakan untuk menampilkan directory dan subdirectory dengan tampilan full path name.
4. dir /a
Digunakan untuk menampilkan semua file termasuk file system dan file yang tersembunyi (hidden).
Untuk menampilkan semua file yang ada di drive D gunakan perintah sbb: dir d: /a
5. dir /os
Digunakan untuk menampilkan file dan directory dengan urutan mulai dari file yang berukuran paling kecil sampai dengan file yang berukuran paling besar. Untuk membalik urutan Anda bisa menggunakan perintah: dir /o-s
Anda bisa mengganti parameter s pada perintah di atas dengan:
- n, perintahnya dir /on : urut nama
- e, perintahnya dir /oe: urut tipe file
- d, perintahnya dir /od: urut tanggal
6. dir /p
Untuk menampilkan file dan directory per “halaman”.

Untuk parameter lainnya dari perintah dir Anda dapat melihat help-nya dengan menuliskan: dir /?

Mengenal IP Command

Di bawah ini adalah perintah-perintah yang berhubungan dengan jaringan. Untuk melakukan perintah-perintah tersebut Anda harus masuk ke MS DOS Prompt.
ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi koneksi, misalnya Host Name, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.
ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.
ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache
ipconfig /release
“Menghapus” semua koneksi IP Address.
ipconfig /renew
Membuat IP Address baru untuk adapter tertentu.

ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan meregister kembali koneksi DNS.
ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP Class.
ipconfig /setclassid
Mengubah DHCP Class ID
control netconnections
Menampilkan Network Connection.
ping
Contoh: ping www.awan-berbagi.blogspot.com
Melakukan test koneksi ke situs www.klik-kanan.com. Semakin sedikit % loss-nya makan semakin baik koneksinya.
tracert
Menampilkan informasi IP Address route.
netstat
Menampilkan informasi koneksi TCP/IP yang sedang aktif.
route
Menampilkan local route.

hostname
Menampilkan nama komputer.

Rabu, 24 Juli 2013

Cara Mengatasi Masalah Komputer Tidak Bisa Masuk Ke Windows

Dalam postingan ini saya akan coba membahas tentang mengapa komputer gagal masuk ke Windows.
Ketika komputer baru menyala dan tidak mau masuk ke windows dengan tulisan error atau hanya menampilkan blue screen, bisa disebabkan oleh banyak hal, antara lain :

1. Ada file dalam Sistem operasi Windows yang tidak sengaja terhapus
2. Ada virus, spyware atau trojan yang ikut ‘loading’ ketika komputer startup
3. Ada file (driver) rusak yang rusak, dan ketika dibaca oleh Windows gagal
4. Ada kerusakan pada hardware, terutama pada memori komputer atau harddisk
5. Sistem operasi Windows rusak atau belum selesai diinstalasi
6. Ada setting BIOS yang di-setting tidak benar atau baru diubah
Berikut adalah solusi untuk menghadapi masalah-masalah di atas yang bisa anda lakukan.
1. Startup dengan menggunakan metode ’safe mode’ (tekan F8 atau F5 ketika komputer pertama kali mau masuk ke Windows, lalu pilih ’safe mode’). Kalau komputer berhasil masuk ke Windows berarti ada ‘loading’ yang tidak bisa dibaca oleh Windows secara benar. Matikan ‘loading’ tersebut dengan menggunakan perintah ‘msconfig’ pada bagian startup (panggilnya di start>run>msconfig)
2. Kalau komputer tidak bisa masuk ke Windows, cara termudah adalah repair Windows. Caranya adalah masukkan CD instalasi Windows, lalu ubah BIOS untuk startup lewat CD/DVD-ROM, setelah instalasi masuk ke bagian install Windows, pilihan opsi repair Windows. Anda bisa menginstall ulang Windows ke folder baru atau menformat harddisk bila ternyata repair Windows gagal.
3. Pastikan bahwa Anda tidak mengubah setting BIOS sebelumnya, kalau ada Anda sebaiknya mengembalikannya seperti semula, kalau lupa sebaiknya pilih opsi ‘Loading BIOS default’.
4. Bila langkah-langkah di atas gagal semua, kemungkinan ada kerusakan pada hardware. Kerusakan pada umumnya terletak pada memori dan harddisk. VGA dan mainboard mungkin juga bisa rusak, tapi kemungkinannya sangat kecil.
5. Kerusakan driver VGA card bisa juga menyebabkan Windows tidak bisa masuk. Kalau hal itu terjadi, Anda harus startup di mode ’safe mode’ lalu uninstall driver VGA yang rusak terlebih dahulu, dan baru install kembali driver VGA yang benar ketika masuk ke Windows secara normal.
Itulah langkah-langkah pertama yang bisa anda lakukan untung mengatasi error saat masuk windows baik itu blue screen atau yang lainnya. Jika masih saja bermasalah yang bisa anda lakukan adalah install ulang windows atau bawa ke tukang service.

Minggu, 21 Juli 2013

FUNGSI STRING PADA PASCAL

Pascal adalah sebuah bahasa pemograman tempo dulu. Mungkin itu saja yang dapat
saya definiskan, karena saya yakin pembaca lebih tahu mengenai definisi lengkap dari
Pascal. Saya ingin berbagi ilmu walaupun cuma sedikit tentang pemograman dengan
Pascal.
Melalui tulisan ini, saya mencoba untuk mengulas program, prosedur dan fungsi
menarik yang bisa Anda coba dan terapkan dalam pemograman Pascal.
Beberapa yang dapat saya sampaikan, diantaranya:
1. Fungsi-fungsi String
2. Fungsi-fungsi Date
3. Fungsi-fungsi Konversi
4. Program Permainan
Semoga bahasan ini menjadi menarik dan bermanfaat untuk Anda semua.
FUNGSI-FUNGSI STRING
Berikut ini adalah fungsi-fungsi untuk memanipulasi data String. Jalankan aplikasi
Pascal Anda, ketikkan kode berikut:
PROGRAM MANIPULASISTRING;
USES CRT;
a. Lower Case
Fungsi ini akan mengubah string yang diinputkan menjadi Lower Case (huruf kecil).
Ketikkan fungsi berikut ini:
b. Upper Case
Fungsi ini akan mengubah string yang diinputkan menjadi Upper Case (huruf besar).
Ketikkan fungsi berikut ini:
c. Proper Case
Fungsi ini akan mengubah string yang diinputkan menjadi Proper Case (huruf besar
untuk huruf awal setiap kata). Ketikkan fungsi berikut ini:

FUNCTION LCASE(S:STRING):STRING;
VAR I:INTEGER;
BEGIN
FOR I:= 1 TO LENGTH(S) DO
IF (S[I] >= 'A') AND (S[I] <= 'Z') THEN
INC(S[I], 32);
LCASE := S;
END;
FUNCTION UCASE(S:STRING):STRING;
VAR I:INTEGER;
BEGIN
FOR I:= 1 TO LENGTH(S) DO
IF (S[I] >= 'a') AND (S[I] <= 'z') THEN
DEC(S[I], 32);
UCASE := S;
END;

Untuk mencoba fungsi-fungsi di atas, ketikkan program utama sebagai berikut:
{program utama}
BEGIN
CLRSCR;
WRITE(LCASE('Created By vian sastra '));
WRITE(UCASE('Created By vian sastra '));
WRITE(PCASE('Created By vian sastra '));
READLN;
END.

Lihatlah tampilan pada layar monitor Anda!
Baris pertama, tiap kata ditulis dengan huruf kecil, baris ke-2 tiap kata ditulis dengan
huruf besar, dan baris ke-3, tiap kata hanya huruf awal saja yang ditulis dengan huruf
besar.
FUNCTION PCASE(S:STRING):STRING;
VAR I, J:INTEGER;
BEGIN
IF (S[1] >= 'a') AND
(S[1] <= 'z') THEN
DEC(S[1], 32);
FOR I:= 2 TO LENGTH(S) DO
IF (S[I] >= 'A') AND
(S[I] <= 'Z') THEN
INC(S[I], 32);
FOR I:= 2 TO (LENGTH(S)-1) DO
IF (S[I] = ' ') THEN
BEGIN
J := I;
IF (S[J + 1] >= 'a') AND
(S[J + 1] <= 'z') THEN
DEC(S[J + 1], 32);
END;
PCASE := S;
END;

FUNGSI-FUNGSI DATE
Berikut ini adalah fungsi-fungsi untuk memanfaat sistem date dari unit Dos, untuk
menampilkan tanggal atau hari sesuai data pada sistem komputer. Jalankan aplikasi
Pascal Anda, ketikkan kode berikut:

PROGRAM TAMPILTANGGAL;
USES CRT, DOS;
(* FUNGSI UNTUK MENGKONVERSI
NILAI INTEGER MENJADI STRING *)
FUNCTION INTTOSTR(I: LONGINT): STRING;
VAR
S: STRING[12];
BEGIN
STR(I, S);
INTTOSTR := S;
END;

a. Menampilkan Tanggal Sistem
Fungsi ini akan menampilkan tanggal dari sistem komputer Anda.
b. Menampilkan Nama Hari
Fungsi ini akan menampilkan tanggal dari sistem komputer Anda.

FUNCTION TANGGAL:STRING;
VAR
Y, M, D, DOW : Word;
BEGIN
GETDATE(Y,M,D,DOW);
TANGGAL := INTTOSTR(D) + '-'
+ INTTOSTR(M) + '-' + INTTOSTR(Y);
END;
FUNCTION HARI_INI:STRING;
CONST
DAYS : ARRAY [0..6] OF STRING[9] =
('MINGGU','SENIN','SELASA',
'RABU','KAMIS','JUMAT',
'SABTU');
VAR
Y, M, D, DOW : Word;
BEGIN
GETDATE(Y,M,D,DOW);
HARI_INI := 'HARI INI : ' + DAYS[DOW] + ', ';
END;

Untuk mencoba fungsi-fungsi di atas, ketikkan program utama sebagai berikut:
(* program utama *)
BEGIN
CLRSCR;
WRITELN(HARI_INI, TANGGAL);
READLN;
END.
Lihatlah tampilan pada layar monitor Anda!

FUNGSI-FUNGSI KONVERSI
Berikut ini adalah fungsi-fungsi untuk mengkonversi suatu nilai ke nilai lain. Jalankan
aplikasi Pascal Anda, ketikkan kode berikut:

PROGRAM KONVERSI;
USES CRT, STRINGS;
VAR MASUKAN : INTEGER;
(* FUNGSI UNTUK MENGKONVERSI
NILAI {INTEGER} MENJADI STRING *)
FUNCTION INTTOSTR(I: LONGINT): STRING;
VAR
S: STRING;
BEGIN
STR(I, S);
INTTOSTR := S;
END;

a. Konversi Desimal ke Angka Romawi
Fungsi ini akan mengkonversi suatu nilai bilangan (decimal) ke angka Romawi. Contoh:
1234 menjadi: MCCXXXIV.
(* FUNGSI UNTUK MENGKONVERSI
BILANGAN DESIMAL MENJADI ANGKA ROMAWI*)
FUNCTION CONVROMAN(INTANGKA : INTEGER): STRING;
VAR
I: INTEGER;
INTSERIBU, INTLIMARATUS : INTEGER;
INTSERATUS, INTLIMAPULUH : INTEGER;
INTSEPULUH, INTLIMA, INTSATU : INTEGER;
STRSERIBU, STRLIMARATUS :STRING;
STRSERATUS, STRLIMAPULUH : STRING;
STRSEPULUH, STRLIMA, STRSATU : STRING;
STRROMAWI : STRING;
BEGIN
I := 0;
STRROMAWI :='';INTSERIBU := 0;
INTLIMARATUS := 0;INTSERATUS := 0;
INTLIMAPULUH := 0;INTSEPULUH := 0;
INTLIMA := 0;INTSATU := 0;
STRSERIBU :='';STRLIMARATUS :='';
STRSERATUS :='';STRLIMAPULUH :='';
STRSEPULUH :='';STRLIMA :='';
STRSATU :='';
(*===============================*)
INTSATU := INTANGKA;
INTSERIBU := INTANGKA DIV 1000;
INTSATU := INTSATU - (INTSERIBU * 1000);
INTLIMARATUS := INTSATU DIV 500;
INTSATU := INTSATU - (INTLIMARATUS * 500);
INTSERATUS := INTSATU DIV 100;
INTSATU := INTSATU - (INTSERATUS * 100);
INTLIMAPULUH := INTSATU DIV 50;
INTSATU := INTSATU - (INTLIMAPULUH * 50);
INTSEPULUH := INTSATU DIV 10;
INTSATU := INTSATU - (INTSEPULUH * 10);
INTLIMA := INTSATU DIV 5;
INTSATU := INTSATU - (INTLIMA * 5);
(*=================================*)
FOR I := 0 TO INTSERIBU-1 DO
STRSERIBU := STRSERIBU + 'M';
IF INTSERATUS <> 4 THEN
FOR I := 0 TO INTLIMARATUS-1 DO
STRLIMARATUS := STRLIMARATUS + 'D';
FOR I := 0 TO INTSERATUS-1 DO
STRSERATUS := STRSERATUS + 'C';
IF INTSERATUS = 4 THEN
IF INTLIMARATUS = 1 THEN
STRSERATUS := STRROMAWI + 'CM'
ELSE
STRSERATUS := STRROMAWI + 'CD';
IF INTSEPULUH <> 4 THEN
FOR I := 0 TO INTLIMAPULUH-1 DO
STRLIMAPULUH := STRLIMAPULUH + 'L';
FOR I := 0 TO INTSEPULUH-1 DO
STRSEPULUH := STRSEPULUH + 'X' ;
IF INTSEPULUH = 4 THEN
IF INTLIMAPULUH = 1 THEN
STRSEPULUH := STRROMAWI + 'XC'
ELSE
STRSEPULUH := STRROMAWI +'XL';
IF INTSATU <> 4 THEN
FOR I := 0 TO INTLIMA-1 DO
STRLIMA := STRLIMA + 'V';
FOR I := 0 TO INTSATU-1 DO
STRSATU := STRSATU + 'I' ;
IF INTSATU = 4 THEN
IF INTLIMA = 1 THEN
STRSATU := STRROMAWI + 'IX'
ELSE
STRSATU := STRROMAWI +'IV';
STRROMAWI := STRSERIBU + STRLIMARATUS
+ STRSERATUS + STRLIMAPULUH
+ STRSEPULUH + STRLIMA + STRSATU;
CONVROMAN := STRROMAWI;
END;
b. Konversi Desimal ke Binear
Fungsi ini akan mengkonversi suatu nilai bilangan (decimal) ke basis Binear. Contoh:
123 menjadi: 1111011.
FUNCTION BINEAR(INTANGKA : INTEGER): STRING;
VAR
INTNILAI :LONGINT;
INTLEN :INTEGER;
J :INTEGER;
STRHASIL :STRING;
STREND :STRING[1];
STRSUB : STRING;
BEGIN
STRHASIL := '';
STREND := '';
STRSUB := '';
REPEAT
INTNILAI := INTANGKA MOD 2;
INTANGKA := INTANGKA DIV 2;
STRHASIL := STRHASIL + IntToStr(INTNILAI);
UNTIL INTANGKA = 1;
INTLEN := LENGTH(STRHASIL);
STREND := IntToStr(INTANGKA);
FOR J := INTLEN DOWNTO 1 DO
STRSUB := STRSUB + COPY(STRHASIL, J, 1);
BINEAR := STREND + STRSUB;
END;
c. Konversi Desimal ke Hexadecimal
Fungsi ini akan mengkonversi suatu nilai bilangan (decimal) ke basis Hexadecimal.
Contoh: 123 menjadi: 7B.
FUNCTION HEXADEC(INTANGKA : INTEGER): STRING;
VAR
INTNILAI :LONGINT;
INTLEN :INTEGER;
J :INTEGER;
STRHASIL :STRING;
STRHEXA :STRING;
STREND :STRING[1];
STRSUB :STRING;
BEGIN
STRHASIL := '';
STRHEXA := '';
STRSUB := '';
STREND := '';
REPEAT
INTNILAI := INTANGKA MOD 16;
INTANGKA := INTANGKA DIV 16;
CASE INTNILAI OF
10: STRHEXA := 'A';
11: STRHEXA := 'B';
12: STRHEXA := 'C';
13: STRHEXA := 'D';
14: STRHEXA := 'E';
15: STRHEXA := 'F';
ELSE
STRHEXA := IntToStr(INTNILAI);
END;
STRHASIL := STRHASIL + STRHEXA;
UNTIL INTANGKA < 16;
INTLEN := LENGTH(STRHASIL);
STREND := IntToStr(INTANGKA);
FOR J := INTLEN DOWNTO 1 DO
STRSUB := STRSUB + COPY(STRHASIL, J, 1);
HEXADEC := STREND + STRSUB;
END;
d. Konversi Desimal ke Nominal
Fungsi ini akan mengkonversi suatu nilai bilangan (decimal) ke huruf nominal. Contoh:
123 menjadi: Seratus duapuluh tiga.
Function DlmHuruf(Var nHuruf:String):String;
Begin
If nHuruf ='1' Then DlmHuruf:='satu' Else
If nHuruf ='2' Then DlmHuruf:='dua' Else
If nHuruf ='3' Then DlmHuruf:='tiga' Else
If nHuruf ='4' Then DlmHuruf:='empat' Else
If nHuruf ='5' Then DlmHuruf:='lima' Else
If nHuruf ='6' Then DlmHuruf:='enam' Else
If nHuruf ='7' Then DlmHuruf:='tujuh' Else
If nHuruf ='8' Then DlmHuruf:='delapan' Else
If nHuruf ='9' Then DlmHuruf:='sembilan' Else
DlmHuruf:=' ';
End;
{-------------------------------------------}
Function Terbilang(Angka:LongInt):String;
var
ChrS : Array[1..10] of String;
StrT : Array[1..10] of String;
Huruf:String;Indeks,Panjang:Integer;
Begin
Huruf:=''; Panjang:=0;
For Indeks := 1 to 10 do begin
ChrS[Indeks]:='';
StrT[Indeks]:='';End;
Panjang:=Length(IntToStr(Angka));
For Indeks := 1 to Panjang do
ChrS[Indeks] :=
Copy(IntToStr(Angka),
(Panjang-(Indeks-1)),1);
If ChrS[8] ='0' Then
Begin
StrT[8] :='';
StrT[7]:=DlmHuruf(ChrS[7]) + 'juta ';
End
Else If ChrS[8] ='1' Then
Begin
StrT[8]:='';
If ChrS[7] = '0' Then
StrT[7]:='Sepuluh juta ' Else
If ChrS[7] = '1' Then
StrT[7]:='Sebelas juta ' Else
StrT[7]:= DlmHuruf(ChrS[7]) +
'belas juta';
End
Else If ChrS[8] >'1' Then
Begin
StrT[7]:=DlmHuruf(ChrS[7]) + 'juta ';
StrT[8]:=DlmHuruf(ChrS[8]) + 'puluh ';
End;
Begin
End;
If ChrS[6] = '0' Then
StrT[6]:=''
Else
Begin
If ChrS[6] <> '1' Then
StrT[6]:=DlmHuruf(ChrS[6]) + 'ratus '
Else
StrT[6]:='Seratus ';
End;
If ChrS[5] = '0' Then
Begin
StrT[5]:='';
If ChrS[4] = '1' Then
StrT[4]:= 'Seribu '
Else
StrT[4] := DlmHuruf(ChrS[4]) + 'ribu ';
End
Else If ChrS[5] = '1' Then
Begin
StrT[5]:='';
If ChrS[4] = '0' Then
StrT[4]:='Sepuluh ribu ' Else
If ChrS[4] = '1' Then
StrT[4]:='Sebelas ribu ' Else
StrT[4]:= DlmHuruf(ChrS[4]) +
'belas ribu ';
End
Else
Begin
StrT[4]:=DlmHuruf(ChrS[4]) + 'ribu ';
StrT[5]:=DlmHuruf(ChrS[5]) + 'puluh ';
End;
If ChrS[3] = '0' Then
StrT[3]:=''
Else If ChrS[3] ='1' Then
StrT[3]:='Seratus '
Else If ChrS[3] > '1' Then
StrT[3]:=DlmHuruf(ChrS[3]) + 'ratus ';
{========================================}
If ChrS[2] = '0' Then
Begin
StrT[2]:='';
StrT[1]:=DlmHuruf(ChrS[1]);
End
Else If ChrS[2] ='1' Then
Begin
StrT[2]:='';
If ChrS[1] = '0' Then
StrT[1]:='Sepuluh' Else
If ChrS[1] = '1' Then
StrT[1]:='Sebelas' Else
StrT[1]:= DlmHuruf(ChrS[1]) +'belas';
End
Else If ChrS[2] > '1' Then
Begin
StrT[1]:=DlmHuruf(ChrS[1]);
StrT[2]:=DlmHuruf(ChrS[2])+'puluh ';
End;
For Indeks := 1 to 8 Do
If Panjang <= Indeks Then
StrT[Indeks + 1] :='';
For Indeks := 8 DownTo 1 Do
Huruf:=Huruf + StrT[Indeks];
Terbilang := Huruf;
Untuk mencoba fungsi-fungsi di atas, ketikkan program utama sebagai berikut:
(* program utama *)
BEGIN
CLRSCR;
WRITE ('MASUKAN ANGKA : ');
READLN(MASUKAN);
WRITELN('ROMAWI = ', CONVROMAN(MASUKAN));
WRITELN('BINEAR = ', BINEAR(MASUKAN));
WRITELN('HEXA = ','&H', HEXADEC(MASUKAN));
WRITELN('TERBILANG = ', TERBILANG(MASUKAN));
READLN
END.
Tampilan akhir program seperti gambar di bawah ini:

PROGRAM PERMAINAN
Berikut ini adalah contoh pembuatan sebuah program permainan, sulap angka. Program
ini akan menebak sebuah angka yang dipilih oleh seorang pemain, setelah menempuh
beberapa wizard. Jalankan Pascal dan ketikkan kode yang banyak ini:
PROGRAM SULAPANGKA;
USES CRT;
VAR I, J, K, L: INTEGER;
YT: CHAR;
NILAI:INTEGER;
FUNCTION CSTR(I: INTEGER): STRING;
VAR
S: STRING[11];
BEGIN
STR(I, S);
CSTR := S;
END;
PROCEDURE TULIS(POSISI:INTEGER; TEKS:STRING);
VAR A, B, C: INTEGER;
BEGIN
A := POSISI;
B := POSISI MOD 10;
C := 1;
IF B = 0 THEN
BEGIN B := 10;C := 0; END;
GOTOXY(B * 8 - 5,
(A DIV 10 + C) * 3 + 1);
WRITE(TEKS);
END;
(* Untuk symbol-symbol seperti : ÉÍÍ,
dapat Anda ganti dengan symbol: # atau lainnya *)
PROCEDURE BIKIN_KOTAK(KOLOM, BARIS: INTEGER);
BEGIN
CLRSCR;
FOR I:= 1 TO KOLOM DO
BEGIN
FOR J := 1 TO BARIS DO
BEGIN
GOTOXY (J * 8 - 7, (I * 3));
WRITE('ÉÍÍÍÍ»');
GOTOXY (J * 8 - 7, (I * 3 + 1));
WRITE('º º');
GOTOXY (J * 8 - 7, (I * 3 + 2));
WRITE('ÈÍÍÍͼ');
END;
END;
END;
PROCEDURE WIZARD7;
BEGIN
CLRSCR;
WRITELN('ANGKA YANG ANDA PILIH = ', NILAI);
WRITELN;
WRITE('INGIN MENGULANG (Y/ESC.)? ');READKEY;
YT := READKEY;
END;
PROCEDURE WIZARD6;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(2, 10);
FOR I := 1 TO 19 DO
TULIS(I, CSTR(I + 31));
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := NILAI + 32;
WIZARD7;
{===============================}
END;
PROCEDURE WIZARD5;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(2, 10);
FOR I := 1 TO 16 DO
TULIS(I, CSTR(I + 15));
FOR J := 17 TO 19 DO
TULIS (J, CSTR(J + 31));
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
{===============================}
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := NILAI + 16;
WIZARD6;
END;
PROCEDURE WIZARD4;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(3, 10);
FOR J := 0 TO 2 DO
FOR I := 1 TO 8 DO
TULIS(J * 8 + I, CSTR(J * 16 + I + 7));
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := NILAI + 8;
WIZARD5;
{===============================}
END;
PROCEDURE WIZARD3;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(3, 10);
FOR J := 0 TO 5 DO
FOR I := 1 TO 4 DO
TULIS(J * 4 + I, CSTR(J * 8 + I + 3));
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T'];
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := NILAI + 4;
WIZARD4;
{===============================}
END;
PROCEDURE WIZARD2;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(3, 10);
J:=0;
FOR J := 0 TO 12 DO
FOR I := 1 TO 2 DO
TULIS(J * 2 + I, CSTR(J * 4 + I + 1));
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := NILAI + 2;
WIZARD3;
{===============================}
END;
PROCEDURE WIZARD1;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(3, 10);
L:= 1;
REPEAT
TULIS ((L + 1) DIV 2,CSTR(L));
L:= L + 2;
UNTIL L > 50;
GOTOXY (5, 15);
WRITE('APAKAH ANGKA YANG ANDA PILIH',
' ADA PADA DERETAN ANGKA DI ATAS (Y/T) ');
REPEAT
YT := READKEY;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
NILAI := 1;
WIZARD2;
{===============================}
END;
PROCEDURE TULIS_NOMOR;
BEGIN
BIKIN_KOTAK(5, 10);
FOR K:= 1 TO 50 DO
TULIS(K, CSTR(K));
GOTOXY(1, 20);
WRITE ('PILIH SEBUAH ANGKA, ',
'TEKAN: Y, KALO MAU TERUS! ');
WRITE ('TEKAN ESC UNTUK KELUAR ');
REPEAT
YT := READKEY;
IF UPCASE(YT) = 'Y' THEN
BEGIN
NILAI := 0;
WIZARD1;
END;
UNTIL YT IN ['y', 'Y', 't', 'T', #27];
{===============================}
END;
(* Program Utama *)
BEGIN
CLRSCR;
TEXTATTR := $1F;
REPEAT
TULIS_NOMOR;
UNTIL YT = #27;

END.

3 BENTUK PERULANGAN DAN PENYELEKSIAN

Bab 3 Bentuk Perulangan & Penyeleksian Kondisi
Materi
1. Bentuk – bentuk Perulangan
Dalam hampir setiap program yang kompleks mutlak memerlukan suatu perulangan dan percabangan. Tujuan perulangan disini adalah untuk mengulang statement atau blok statement berulang kali sesuai
sejumlah yang ditentukan pemakai. Dalam materi ini akan memberikan gambaran konsep dasar dari pengertian diatas.

a) Perulangan For.
Perulangan dengan statemen For digunakan untuk mengulang statemen atau suatu blok statemen berulang kali. Perulangan dengan statemen For dapat berupa perunlangan positif dan perulangan negatif.

• Perulangan For positif
contoh : perulangan positif untuk satu statement :
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 1 To 5 Do Writeln ('I Love Dinda’);
END.
Maka bila program diatas dicompile
hasilnya :
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
I Love Dinda
Penjelasan : Berati statemen I Love Dinda akan diulang sebanyak 5 kali yaitu dengan menghitung nilai i dari i ke 1 sampai nilai i terakhir yaitu i ke 5.

# Contoh dengan menggunakan blok statement: cara penulisannya dengan pada awal blok diawali dengan Begin dan pada akhir blok diakhiri dengan End;
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 To 10 Do
Begin
Writeln ('I Love Dinda'); { blok statement }
End;
End.
Hasil yang akan didapat akan sama dengan contoh yang pertama, tapi yang harus diingat disini untuk penggunaan blok pada perulangan For biasanya mempunyai banyak statement [lebih dari 1 statement]
# Contoh 3 : Penggunaan perulangan For dalam blok statement untuk membuat tabel
Uses Crt;
Var
a,b,c : Integer;
bagi : Real;
Begin
Writeln('----------------------------------------------');
Writeln(' a a*a a*a*a 1/a ');
Writeln('----------------------------------------------');
For a := 1 To 10 Do
Begin
b:= a*a;
c:=a*a*a;
bagi := 1/a;
Writeln(a:4,c:10,d:10,bagi:12:3);
End;
Writeln ('----------------------------------------------');
End.
maka hasilnya :
----------------------------------------------
a a*a a*a*a 1/a
----------------------------------------------
1 1 1 1.000
2 4 8 0.500
3 9 27 0.333
4 16 64 0.250
5 25 125 0.200
6 36 216 0.167
7 49 343 0.143
8 64 512 0.125
9 81 729 0.111
10 100 1000 0.100
----------------------------------------------
• Perulangan For negatif : Perulangan negatif adalah perulangan dengan menghitung (counter) dari besar ke kecil.

Statement yang digunakan adalah For-DownTo-Do
contoh :
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 10 DownTo 1 Do Write (i:3);
End.
Hasil :
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

• Perulangan For tersarang
Perulangan For tersarang adalah perulangan For yang berada pada perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebih dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya.
Contoh :
Var
a,b : Integer;
Begin
For a := 1 To 3 Do
Begin
For b := 1 To 2 Do Write (a :4,b:2);
Writeln;
End;
End.
Hasil :
1 1 1 2
2 1 2 2
3 1 3 2

• Perulangan While - Do
Penyeleksian kondisi digunakan untuk agar program dapat menyeleksi kondisi, sehingga program dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari kondisi yang diseleksi tersebut. Perulangan While – Do tidak dilakukan jika kondisi tidak terpenuhi.
Contoh :
Uses Crt;
Var i : Integer;
Begin
i := 0;
While < 5 do
Begin
Write (i:3);
Inc (i); { sama dengan i:=i+1 }
End;
End.
Hasilnya :
0 1 2 3 4
• Perulangan While – Do tersarang
Perulangan While – Do tersarang (nested While - Do) merupakan perulangan While – Do yang satu di dalam perulangan While – Do yang lainnya.
Contoh :
Uses Crt;
Var
a, b : Integer;
Begin
ClrScr;
a:=1;
b:=1;
While a < 4 Do{ loop selama a masih lebih kecil dari 4 }
Begin
a := a+1;
While b < 3 Do{ loop selama b masih lebih kecil dari 3 }
Begin
Write (a:3,b:2);
b:=b+1;
End;
End;
Readln;
End.

• Perulangan Repeat - Until.
Repeat – Until digunakan untuk mengulang statement-statemen atau blok statement sampai (Until) kondisi yang diseleksi di Until tidak terpenuhi.
Sintak dari statement ini adalah :
Contoh :
Var
i : Integer;
Begin
i:=0;
Repeat
i:= i+1;
Writeln (i);
Until i=5;
End.
hasil :
1
2
3
4
5

• Repeat – Until tersarang
Repeat – Until tersarang adalah suatu perulangan Repeat - Until yang satu berada didalam perulangan Repeat – Until yang lainnya.
Contoh :
Var
a,b,c : Real;
Begin
Writeln('========================================');
Writeln(' sisi A sisi B Sisi C ');
Writeln (' =======================================');
a:= 1;
Repeat { perulangan luar }
b := 0;
Repeat{ perulangan dalam }
c:=Sqrt (a*a+b*b);
Writeln (a:6:2, b:9:2, c:9:2);
b:=b+5;
Until b>25; { berhenti jika b lebih besar dari 5 untuk
perulangan dalam }
a:=a+1;
Until a>3; { berhenti jika a lebih besar dari 3 untuk
perulangan luar }
Writeln(' =======================================');
End.

• Percabangan

If - Then
Bentuk struktur If – Then adalah sebagai berikut :
If Kondisi Then Statement
Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh statement If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statement berikutnya.
Misalnya :
If Pilihan = 2 Then
Begin{ jika kondisi terpenuhi, Yaitu jika pilihan = 2 }
......
......
End
Else{ jika kondisi tidak terpenuhi, yaitu jika pilhan tidak sama dengan 2}
Begin
.......
.......
End;
Contoh Program :
Uses Crt;
Var
Nilai : Real;
Begin
Write ('Jumlah Nilai :');
Readln (nilai); { Pemasukan data }
If nilai > 60 Then { seleksi kondisi variabel nilai }
Writeln('Lulus') { Dilaksanakan jika nilai lebih besar dari 60 }
Else
Writeln('Tidak lulus'); { Dilaksanakan jika variabel nilai lebih kecil dari 60 }
End.
Hasil :
Jika kita Memasukan 40 pada varibel nilai, Maka program diatas akan mencetak Tidak lulus.

 If tersarang (nested If)
Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :

If kodisi1 Then atau If Kondisi1 Then
If kondisi2 Then Begin
statemen1 IF kondisi2 Then
Else statemen1
statemen2; Else
statemen2
End;

 Case - Of
Struktur Case – Of mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector.
Statement yang mempunyai case label yang bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang statemen yang lainya tidak.
Bentuk struktur dari Case - Of:
Case Variabel Kondisi Of
Case – Label 1; Statement 1;
Case – Label 2; Statement 2;
Case – Label 3; Statement 3;
Case – Label 4; Statement 4;
........
........
Case – Label n ; Statement n ;
End ; { end dari case }

Daftar Case label dapat berupa konstanta, range dari konstanta yang bukan bertipe real.
Contoh program ;
Program nilai;
Var
nil : Char ;
Begin
Write ('Nilai Numerik yang didapat :');
Readln (nil);
Case nil Of
'A': Writeln ('Sangat Baik’);
'B': Writeln('Baik’);
'C': Writeln('Cukup');
'D': Writeln('Kurang');
'E': Writeln('Sangat Kurang');
End;
End.
hasil : Nilai Numerik yang didapat : B Input Baik
Contoh Listing Program untuk Dicoba
1. Program input data dengan array.
Program Pemakaian_Array_Untuk_10_data_dengan_menggunakan_For;
Uses Crt;
Const
garis='------------------------------------------------------';
Var
nil1,nil2 : Array [1..10] Of 0..100; {Array dgn Type subjangkauan}
npm : Array [1..10] Of String [8];
nama : Array [1..10] Of String [15];
n,i,bar : Integer;
jum : Real;
tl : Char;
Begin
ClrScr;
{ pemasukan data dalam array }
Write ('Mau Isi Berapa Data:');
Readln (n);
For i:= 1 To n Do
Begin
ClrScr;
GotoXY(30,4+1); Write('Data Ke-:',i:2);
GotoXY(10,5+i); Write('NPM :'); Readln (npm[i]);
GotoXY(10,6+i); Write('Nama :'); Readln (nama[i]);
GotoXY(10,7+i); Write('Nilai 1 :'); Realdn(nil 1[i]);
GotoXY(10,8+i); Write('Nilai 2 :'); Readln(nil 2[i]);
End;
{ proses data dalam array }
ClrScr;
GotoXY(5,4); Write(Garis);
GotoXY(5,5); Write ('No');
GotoXY(9,5); Write ('NPM');
GotoXY(18,5); Write ('Nama');
GotoXY(34,5); Write ('Nilai 1');
GotoXY(41,5); Write ('Nilai 2');
GotoXY(47,5); Write ('Rata');
GotoXY(54,5); Write ('Abjad’);
GotoXY(5,6); Write (Garis);
{ proses Cetak isi array dan seleksi kondisi }
bar := 7;
For i:= 1 To n Do
Begin
jum:=(nil1[i]+nil2[i])/2;
If jum>= 90 Then tl:='A'
Else
If jum>80 Then tl:='B'
Else
If jum>60 then tl:='C'
Else
If jum 50 Then tl:='D'
Else
tl:='E';
{ cetak hasil yang disimpan di array dan hasil }
{ penyeleksian kondisi }
GotoYX(5,bar); Writeln(i:2);
GotoYX(9,bar); Writeln (NPM[i]);
GotoYX(18,bar); Writeln (NAMA[i]);
GotoYX(34,bar); Writeln (NIL1[i]:4);
GotoYX(41,bar); Writeln (NIL2[i]:4);
GotoYX(47,bar); Writeln (jum:5:1);
GotoYX(54,bar); Writeln (tl);
bar:=bar+1;
End;
GotoXY(5,bar+1);Writeln(garis);
Readln;
End.
2. Program jendela bergerak.
Program Window_Bergerak_dgn_delay;
Uses Crt;
Var i : Integer;
Begin
For i:=1 To 15 Do
Begin
Sound (i*100);
Delay (100);
NoSound;
End;
TextBackGround(black);
ClrScr;
For i := 1 To 9 Do
Begin
TextBackGround(white);
Window (42-i*4,10-i,38+i*4,15+i);
ClrScr;
Delay(100);
End;
TextColor(15);
GotoXY(28,2);Writeln('c');
GotoXY (8,3); Writeln ('3');
GotoXY (28,4); Writeln ('A');
TextColor(black);
GotoXY (44,3); Writeln ('3');
GotoXY (44,2); Writeln ('&');
TextColor (29,4); Writeln ('U');
TextColor (red*25);
GotoXY (30,3); Writeln ('B E L A J A R');
TextColor (black);
GotoXY (5,5); Write('c');
For i := 6 To 64 Do
Begin
GotoXY (i,5); Writeln ('');
End;
For i := 6 To 20 Do
Begin
GotoXY(5,i); Writeln('3 ');
End;
GotoXY (5,21); Writeln (' ');
TextColor(white);
GotoXY(65,5); Write('U');
For i := 6 To 65 Do
Begin
GotoXY (i,21); Writeln(' `);
End;
For i := 6 To 20 Do
Begin
GotoXY(65,i); Writeln('3');
End;
GotoXY (65,21); Writeln ('c');
TextColor(yellow);
Readln;
End.
Soal Latihan
Buatlah program untuk soal dibawah ini dengan tampilan sebagus mungkin (gunakan perintah Window, Textcolor dll). Jumlah suku sesuai dengan input dari keyboard.
1. Buat deret hitung 3,7,11,15,......................=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
2. Buat deret ukur 3,9,27,................................=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
3. Buat tabel deret bergoyang 1,-2,4,-8,...........=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
4. Buat deret suku harmonis 1,1/2,1/3,.............=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
5. Buat deret fibbonaci 1,1,2,3,5,.....................=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
6. Buat deret seperti berikut 1,-2,3,-4,.............=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
7. Buat deret kuadrat 1, 4, 9,............................=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
8. Buat deret seperti berikut 100, 90, 70 ,...........=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
9. Buat deret seperti berikut 256, 196, 144,............=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
10. Buat deret seperti berikut 1, 1, 1, 2, 2, 3, 6, 4, 24, 5..........=?
Program akan berhenti jika pada pertanyaan "Hitung Lagi [Y/T] ?" diisi huruf T.
11. Buatlah program untuk mencari faktorial, sesuai dengan input yang diminta.

12. Buatlah program huruf yang berjatuhan sehingga membentuk suatu kalimat yang telah diinput dari keyboard .