Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 September 2013

Cara Koneksi PHP ke Microsoft (MS) Access

bagaimana cara melakukan koneksi dari PHP ke MS. Access. Wah… ngapain sih kok masih pada pake DBMS berlisensi itu? bukankah mahal tuh… bukannya sudah ada DBMS yang handal namun free, seperti halnya MySQL. Tapi gak papa sih kalo mampu beli he.. 3x :-)
Bagi yang mau tahu cara melakukan koneksi dari PHP ke MS. Access, simak baik-baik artikel ini ya.

Oya.. perlu diketahui bahwa untuk menjembatani koneksi antara PHP dan MS. Access, kita nantinya akan menggunakan ODBC.
Sebagai contohnya, misalkan kita buat database di MS. Access tentang data mahasiswa. Saya disini membuat sebuah tabel yang saya berinama ‘mhs’ dan didalamnya terdapat 2 field saja, misal ‘nim’ dan ‘namamhs’, dengan ‘nim’ sebagai primary key-nya. Selain itu, Anda juga bisa tambahkan beberapa record di dalam tabel tersebut sebagai sampel saja.
Nah.. setelah itu simpan file accessnya, misalkan saya simpan dengan nama ‘mhs.mdb’ atau ‘mhs.accdb’ jika Anda menggunakan MS. Office 2007.
Setelah dibuat file databasenya, selanjutnya kita buat ‘Datasource Name’ di dalam ODBC. Datasource name ini nanti kita arahkan ke file database access yang telah kita buat tadi. Bagaimana cara membuat ‘datasource name’ ini? Ini dia langkah-langkahnya:
  1. Klik START > Control Panel > Administrative Tool > Datasources (ODBC)
  2. Klik tab menu System DSN
  3. Klik ADD
  4. Pilih nama driver yang sesuai, dalam hal ini dipilih Microsoft Access Driver (*.mdb) atau Microsoft Access Driver (*.mdb, *.accdb) bila file MS. Access Anda menggunakan MS Office 2007. Photobucket
  5. Isi Data Source Name dengan sebarang nama, misalkan ‘mahasiswa’. Untuk bagian Description boleh diisi, boleh tidak Photobucket
  6. Selanjutnya pilih file MS. Access yang telah dibuat sebelumnya, dengan mengklik tombol SELECT Photobucket
  7. Klik OK
Nah… Kita baru saja membuat sebuah data source bernama ‘mahasiswa’ dalam ODBC yang diarahkan ke file MS. Access yang telah dibuat.
Berikutnya, kita sudah bisa membuat script PHP untuk koneksi ke data source ‘mahasiswa’ tersebut melalui ODBC.
Perintah PHP untuk melakukan koneksi ke data source tertentu melalui ODBC adalah:

1.odbc_connect("nama data source", "user name", "password");
Parameter ‘username’ dan ‘password’ di atas merupakan username dan password dalam mengakses file MS. Access nya. Seandainya file MS. Access nya tidak dikasih username dan password, maka ditulis string kosong saja. Contoh:

1.odbc_connect("mahasiswa", "", "");
Trus… bagaimana bila Anda ingin memberi password pada file MS. Accessnya? Caranya adalah klik OPEN pada MS. ACCESS, lalu pilih file MS. ACCESS yang ingin Anda beri password, dan bukalah melalui mode ‘OPEN EXCLUSIVE’ (lihat gambar di bawah).
Photobucket
Langkah terakhir pilih menu DATABASE TOOL > SET DATABASE PASSWORD. Nah.. password inilah yang nanti dituliskan dalam parameter odbc_connect() tersebut.
OK… koneksi dah beres, trus… bagaimana cara menjalankan query SQL melalui script PHP? Ini dia perintahnya

1.odbc_exec(koneksiHandler, query sql);
Parameter ‘koneksiHandler’ merupakan handling koneksi yang berasal dari odbc_connect().
Di bawah ini saya berikan contoh script PHP untuk menampilkan semua data yang ada dalam tabel ‘mhs’ yang tersimpan dalam database ‘mhs.mdb’ yang telah dibuat sebelumnya (dengan asumsi saya telah membuat data source bernama ‘mahasiswa’ pada ODBC)

01.<?php
02. 
03.$koneksi = odbc_connect("mahasiswa", "" , "");
04.$hasil = odbc_exec($koneksi, "SELECT * FROM mhs");
05.while ($data = odbc_fetch_array($hasil))
06.{
07.echo $data['nim']." ".$data['namamhs']."<br>";
08.}
09. 
10.?>
Keterangan:
Anda juga bisa menggunakan perintah odbc_fetch_row() dalam membaca record hasil query.
Mudah bukan? Tapi saya sarankan, sebaiknya gunakan MySQL deh… Selamat mencoba..
Oya… di dalam MS. Access, kita bisa membuat Referential Integrity seperti halnya di MySQL. Namun belum dicoba apakah jika kita berlakukan hal ini di MS. Access, maka ada pengaruh ketika menjalankan query updating, inserting dan deleting via script PHP. Tapi mestinya ada pengaruhnya. Silakan dicoba sendiri ya..

Cara Membuat Foreign Key, Relasi Tabel dan Referential Integrity di phpMyAdmin

Menyambung artikel sebelumnya tentang perintah SQL untuk membuat foreign key, relasi tabel dan referential integrity di MySQL, pada artikel kali ini saya akan mencoba memaparkan bagaimana cara membuat ketiga hal tersebut langsung di phpMyAdmin tanpa menggunakan perintah SQL.

Sebagai contoh misalkan kita akan membuat database ‘perpustakaan’ yang di dalamnya terdapat 2 buah tabel yaitu ‘buku’ dan ‘kategori’.
Di dalam tabel ‘buku’ terdapat field: ‘id’ untuk menunjukkan nomor identitas buku, ‘title’ yang menunjukkan judul buku, ‘author’ sebagai pengarang, dan ‘idcategory’ yang menunjukkan nomor id kategori dari buku. ID Category buku ini nanti akan direlasikan dengan ID kategori yang terdapat dalam tabel ‘kategori’.
Adapun field yang ada dalam tabel ‘kategori’ adalah: ‘idcategory’ dan ‘namacategory’.
Dalam perancangan database, field ‘idcategory’ yang terdapat dalam tabel ‘buku’ dinamakan foreign key atau kunci tamu. Selain itu pada kedua tabel di atas juga terdapat relasi yaitu antara field ‘idcategory’ yang ada pada kedua tabel tersebut.
Nah… sekarang kita akan membuat foreign key, relasi tabel dan referential integrity untuk kedua tabel di atas langsung menggunakan phpMyAdmin.
Pertama, kita buat database ‘perpustakaan’ terlebih dahulu
mysql phpmyadmin
Kedua, setelah database sudah dibuat, selanjutnya kita bisa membuat tabelnya. Kita akan membuat tabel ‘kategori’ terlebih dahulu
mysql phpmyadmin
Berikutnya kita membuat field pada tabel ‘kategori’ Pada contoh ini, dimisalkan untuk field ‘idcategory’ kita buat sebagai auto increment.
mysql phpmyadmin
Satu hal yang terpenting, pastikan bahwa tabel yang Anda buat ini harus bertipe ‘INNODB’. Karena hanya dengan tipe INNODB lah, kita bisa membuat foreign key, relasi dan referential integrity. Untuk membuat tabel bertipe INNODB, silakan pilih pada bagian ‘Storage Engines’ yang terdapat di bagian bawah panel membuat tabel.
mysql phpmyadmin
Setelah diset field dan storage engine nya sebagai INNODB, barulah Anda bisa simpan tabel ‘kategori’ nya.
Tabel ‘kategori’ sudah sukses kita buat, selanjutnya kita bisa membuat tabel ‘buku’ nya. Adapun caranya hampir sama dengan sebelumnya.
mysql phpmyadmin
Field-field tabel kita buat juga seperti tabel sebelumnya. Di sini diasumsikan bahwa field ‘idbuku’ kita gunakan auto increment).
Karena field ‘idcategory’ dalam tabel ‘buku’ akan kita jadikan foreign key, maka kita harus buat field tersebut sebagai INDEX. Perhatikan tanda lingkaran merah pada gambar berikut ini
mysql phpmyadmin
Oya… jangan lupa jadikan tabel ‘buku’ sebagai INNODB dengan memilihnya pada bagian ‘Storage Engine’.
Langkah berikutnya adalah, kita mengeset relasi antara kedua tabel yang dihubungkan dengan field ‘idcategory’. Adapun caranya adalah, klik pada tabel ‘buku’ seperti gambar di bawah ini
mysql phpmyadmin
Lalu, klik pada bagian ‘Relation View’ seperti tampak pada gambar berikut ini
mysql phpmyadmin
Karena field ‘idcategory’ dalam tabel ‘buku’ ini akan direlasikan terhadap field ‘idcategory’ pada tabel ‘kategori’ (sebagai tabel master) maka selanjutnya kita set relasinya seperti gambar di bawah ini.
mysql phpmyadmin
OK deh… selesai sudah cara membuat foreign key, relasi tabel dan referential integrity MySQL dengan phpMyAdmin. Dengan demikian, Anda tidak perlu susah-susah menghapalkan perintah SQL untuk membuat ketiga hal tersebut.
Silakan dicoba sendiri ya. Mudah-mudahan bermanfaat.

Minggu, 25 Agustus 2013

Pengenalan CSS

Apakah CSS itu?


CSS (Cascading Style Sheet)
adalah elemen/bagian dari HTML yg menentukan wajah/ tampilan dari HTML tersebut, yang meliputi
warna latar belakang,
warna/jenis/ ukuran huruf,
gambar,
dan masih banyak lagi. Jika diibaratkan sebuah ponsel, css adalah tema dari ponsel itu sendiri

Format umum dari css mywapblog



body { }

header { }

content { }

post { }

navigation { }

category { }

blogroll { }

footer { } ,

dan masih banyak lagi dan mungkin segitu dulu.
Sekarang kita
kenalan dulu dengan namanya css.. wink

Property / Style


Masukkan property dan value ke dalam tanda { }

contoh: Macam-macam properti dengan urutan
selector { property:value; }

color (warna huruf)

diisi dengan nama warna ( menggunakan bahasa inggris) atau dengan kode warna.
Jika menggunakan kode warna, harus diawali dengan tanda pagar (#).

background ( latar belakang)

Bisa juga menggunakan gambar.
Contoh background-image: url (alamat gambar) ;.

Untuk repeat/ pengulangan

repeat-x untuk mengulang horisontal,
dan repeat-y untuk mengulang vertikal, no-repeat untuk tanpa pengulangan
jadi repeat untuk mengulang horisontal & vertikal, dan tanpa pengulangan

Posisi

bottom, top, left,right, center

border (frame/bingkai)

diisi dengan format nilai (ukuran jenis warna).
Ukuran diisi dengan **px
(misal 1 px, 2 px, 3 px, dst).

Jenis border


di isi dengan bentuk border yang diinginkan (solid, ridge, double, dashed, dotted, groove, inset, outset).

Warna border

diisi dengan warna terserah
Contoh {border:1 px solid black;} jadi dari contoh di atas di dapatkan bahwa bingkai berukuran 1px berjenis solid berwarna hitam

Hiasan text

text-decoration (dekorasi text) diisi dengan blink ,
overline (garis diatas text),
line-through (garis ditengah text,
underline (garis dibawah text) ,
none (tanpa efek)

padding

(menentukan jarak antara border dengan isinya ke dalam )
diisi dengan **px (1 px, 2 px, dst) .
Dapat diterapkan pada tiap2 sisi dengan menambahkan nama sisi...

Misal :
padding-left,
padding-top,
padding-bottom,
padding-right ...

margin

(menentukan jarak tiap2 elemen ke luar) diisi seperti padding ..

text-align

(perataan text: diisi dengan left, right, center, justify .

a

adalah style untuk link.

p

untuk pengaturan paragraf.

b/u/i

adalah style saat huruf berada dalam bbcode [ b]bold[ /b],
[ u] underlined[ /u],
[ i]italic[ /i].




sekian dulu dari admin mungkin hanya segini dulu,

Selasa, 20 Agustus 2013

PHP ADVANCED

Pertama buat database barang isinya sebagai berikut :
CREATE DATABASE 'barang';
USE 'barang';
CREATE TABLE `barang` (
  `kodebarang` varchar(5) NOT NULL,
  `namabarang` varchar(100) NOT NULL,
  `harga` float(10,0) NOT NULL,
  `persediaan` int(3) NOT NULL default '0',
  KEY `NewIndex` (`kodebarang`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
setelah membuat database buatlah file koneksinya (koneksi.php):
<?
$host = "localhost";
$user = "root";
$pass = "admin";
$dbnm = "barang";

$conn = mysql_connect($host,$user,$pass);
if($conn){
 $buka = mysql_select_db($dbnm);
 if(!$buka){
  die("Database tidak dapat dibuka");
 }
} else {
 die("Server MySQL tidak terhubung");
}
?>
lalu buat file tambah.php
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Tambah Data Barang</title>
<script language="javascript">
function cekform(){
    //ini untuk ngecek formnya (semua form tidak boleh kosong)
    if(document.frmbarang.txtkode.value==""){
        alert('Kode Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtkode.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtnama.value==""){
        alert('Nama Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtnama.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtharga.value==""){
        alert('Harga Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtharga.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtpersediaan.value==""){
        alert('Persediaan Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtpersediaan.focus();
        return false;
    } else {
        return true;
    }
}
</script>
</head>

<body>
<?
//ini menu yang akan ada di semua halaman
include "menubarang.php";
?>
<form action="" method="post" name="frmbarang" onsubmit="return cekform()">
<table width="500" border="1">
  <tr>
    <td width="163">Kode Barang </td>
    <td width="321"><input name="txtkode" type="text" id="txtkode" size="5" maxlength="5" /></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Nama Barang </td>
    <td><input name="txtnama" type="text" id="txtnama" /></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Harga</td>
    <td><input name="txtharga" type="text" id="txtharga" /></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Persediaan</td>
    <td><input name="txtpersediaan" type="text" id="txtpersediaan" /></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>&nbsp;</td>
    <td><input name="tblIsi" type="submit" id="tblIsi" value="Tambah Barang" /></td>
  </tr>
</table>

</form>
</body>
</html>
<?
//include file koneksi ke mysql
include "koneksi.php";
//ini kalo tombol submitnya diklik
//perhatikan nama dari tombol tsb (tblIsi)
if(isset($_POST['tblIsi'])){
    //ini adalah variabel untuk menampung inputan dari form (nama variabel bebas)
    // yang ada di dalam $_POST[''] adalah nama dari masing-masing textbox
    $kode = $_POST['txtkode'];
    $nama = $_POST['txtnama'];
    $harga = $_POST['txtharga'];
    $persediaan = $_POST['txtpersediaan'];
    //siapkan sebuah variabel untuk menampung query mysql
    //yang ada di dalam VALUES harus berurutan sesuai dengan uturan field yang ada dalam tabel
    $sql = "INSERT INTO barang VALUES('$kode','$nama','$harga','$persediaan')";
    //jalankan kuerynya
    $kueri = mysql_query($sql);
    //cek apakah variabel $kueri bernilai TRUE atau FALSE
    if($kueri){
    //ini kalo TRUE
    //tampilin alert pake javascript aja deh
        echo "<script>alert('Data barang berhasil dimasukkan ke database')</script>";
    } else {
    //ini kalo FALSE
        echo "<script>alert('Data barang gagal dimasukkan ke database')</script>";
        //tampilkan pesan error mysqlnya
        echo mysql_error();
    }
}
?>
lalu buat file lihatbarang.php nya :
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Daftar Barang</title>
</head>

<body>
<?
include "menubarang.php";
?>
<table width="519" border="1">
  <caption align="top">
    Daftar Barang
  </caption>
  <tr>
    <th width="25" scope="col">No</th>
    <th width="103" scope="col">Kode Barang </th>
    <th width="128" scope="col">Nama Barang </th>
    <th width="60" scope="col">Harga</th>
    <th width="81" scope="col">Persediaan</th>
    <th width="82" scope="col">Action Edit</th>
     <th width="82" scope="col">Action Delete</th>
  </tr>
<?
//siapkan query untuk mengmbil semua data barang yang ada
include "koneksi.php";
$sql = "SELECT * FROM barang";
$kueri = mysql_query($sql);
//karena datanya lebih dari 1 record maka gunakan while
//semua data disimpan dalam array
//loopnr untuk menampilkan data barang
$no = 1;
while($data = mysql_fetch_array($kueri)){
    ?>
    <tr>
        <td><? echo $no?></td>
        <td><? //tampilin data dari database
        //$data adalah nama array yg kita buat
        // kodebarang adalah nama field yang ada di tabel
        echo $data['kodebarang']?></td>
        <td><? echo $data['namabarang']?></td>
        <td><? echo $data['harga'];?></td>
        <td><? echo $data['persediaan']?></td>
        <td><!-- buat link untuk edit dan delete dan berikan parameter dgn nama "kode"--><a href="editbarang.php?kode=<? echo $data['kodebarang']?>">Edit</a> </td><td><a href="deletebarang.php?kode=<? echo $data['kodebarang']?>">Delete</a></td>
    </tr>
    <?
$no++;}
?>
</table>
</body>
</html>
buat editbarang.php
<?
  include "koneksi.php";
//cek dulu apakah parameter kode ada atau tidak
if(isset($_GET['kode'])){
   $kode = $_GET['kode'];
} else {
    //kalo gak ada  parameternya
    echo "<script>alert('Kode Barang Belum Dipilih');document.location='daftarbarang.php'</script>";
}

//ambil data barang dengan kode yang dipilih dan tampilkan dalam form
   $sql = "SELECT * FROM barang WHERE kodebarang='$kode'";
   $kueri = mysql_query($sql);
   $data = mysql_fetch_array($kueri);
   //tampung masing-masing data ke dalam variabel
   $kodebrg = $data['kodebarang'];
   $namabrg = $data['namabarang'];
   $harga = $data['harga'];
   $persediaan = $data['persediaan'];
?>
<!-- sekarang bikin formnya -->
<html>
<head><title>Edit Data Barang</title>
<script language="javascript">
function cekform(){
    //ini untuk ngecek formnya (semua form tidak boleh kosong)
    if(document.frmbarang.txtkode.value==""){
        alert('Kode Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtkode.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtnama.value==""){
        alert('Nama Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtnama.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtharga.value==""){
        alert('Harga Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtharga.focus();
        return false;
    } else if(document.frmbarang.txtpersediaan.value==""){
        alert('Persediaan Barang Harus Diisi');
        document.frmbarang.txtpersediaan.focus();
        return false;
    } else {
        return true;
    }
}
</script>
</head>
<body>
Edit Barang
<form action="" method="post" name="frmbarang" onsubmit="return cekform()">
<table width="500" border="1">
  <tr>
    <td width="163">Kode Barang </td>
    <td width="321"><!-- textbox untuk kodebarang dibuat menjadi readonly. Ini karena field kodebarang adalah Primary Key, sehingga tidak boleh diedit--><input name="txtkode" type="text" id="txtkode" size="5" maxlength="5" value="<? echo $kodebrg?>" readonly/></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Nama Barang </td>
    <td><input name="txtnama" type="text" id="txtnama" value="<? echo $namabrg?>"/></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Harga</td>
    <td><input name="txtharga" type="text" id="txtharga" value="<? echo $harga?>"/></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>Persediaan</td>
    <td><input name="txtpersediaan" type="text" id="txtpersediaan" value="<? echo $persediaan?>"/></td>
  </tr>
  <tr>
    <td>&nbsp;</td>
    <td><input name="tblEdit" type="submit" id="tblEdit" value="Edit Barang" /></td>
  </tr>
</table>

</form>
</body>
</html>
<?
//ini kalo tombol editnya diklik
//perhatikan nama dari tombol edit nya (tblEdit)
if(isset($_POST['tblEdit'])){
    //ini adalah variabel untuk menampung inputan dari form (nama variabel bebas)
    // yang ada di dalam $_POST[''] adalah nama dari masing-masing textbox
    $kode = $_POST['txtkode'];
    $nama = $_POST['txtnama'];
    $harga = $_POST['txtharga'];
    $persediaan = $_POST['txtpersediaan'];
    //siapkan sebuah variabel untuk menampung query mysql
    //yang ada di dalam VALUES harus berurutan sesuai dengan uturan field yang ada dalam tabel
    $sql = "UPDATE barang SET namabarang='$nama', harga='$harga', persediaan='$persediaan' WHERE kodebarang='$kode'";
    //jalankan kuerynya
    $kueri = mysql_query($sql);
    //cek apakah variabel $kueri bernilai TRUE atau FALSE
    if($kueri){
    //ini kalo TRUE
    //tampilin alert pake javascript aja deh
        echo "<script>alert('Data barang berhasil diedit'); document.location='daftarbarang.php'</script>";
    } else {
    //ini kalo FALSE
        echo "<script>alert('Data barang gagal diedit')</script>";
        //tampilkan pesan error mysqlnya
        echo mysql_error();
    }
}
?>
lalu buat file delete.php
<?
//cek dulu apakah parameter kode ada atau tidak
if(isset($_GET['kode'])){
   include "koneksi.php";
   //kalo ada berarti lakukan perintah delete
   $kode = $_GET['kode'];
   $sql = "DELETE FROM barang WHERE kodebarang='$kode'";
   $kueri = mysql_query($sql);
   if($kueri){
       //kalo deletenya berhasil
    //tampilkan alert dan pindah ke halaman daftar barang
    echo "<script>alert('Data barang berhasil dihapus');document.location='daftarbarang.php'</script>";
   } else{
   echo "<script>alert('Data barang Gagal dihapus');document.location='daftarbarang.php'</script>";
   }
} else {
    //kalo gak ada  parameternya
    echo "<script>alert('Kode Barang Belum Dipilih');document.location='daftarbarang.php'</script>";
}
?>

Senin, 19 Agustus 2013

Membuat Database di MySQL

Kali ini kita akan bermain dengan Database MySQL, hmm dan dengan mode CLI dan GUInya, hmm, gak banyak yang akan di bahas, tapi gw akan menjelaskan hal - hal dasar, seperti membuat database, membuat table, mengisi tabel, mengupdate record, menghapus, dan menyisipkan field pada tabel, simpel aja kan,, nah selain itu gw akan menggunakan SQL (Structured Query Language), kita akan bahas satu - satu dan langkah demi langkah hehe,,

MySQL di Command Line Interface

Hmm hal pertama yang kalian pertanyakan adalah bagaimana masuk dan mengakses MySQL dari Command Line (Command Prompt pada Windows), hmm, kita akan umpamakan, kita menggunakansistem operasi windows, dengan web servernya Xampp, dan Xampp terinstall di Partisi D: maka kalian harus mengakses direktori Drive:\xampp\mysql\bin, jadi begini :
D:\>cd xampp\mysql\bin
Jika sudah masuk ke directorinya, silahkan ketik seperti dibawah ini :
D:\xampp\mysql\bin> mysql -u root -p
Ket :
-u : Username
-p : Password (Jika digunakan)
lalu masukan password (jika menggunakan password), root adalah usernamenya, jika sudah benar, maka anda akan masuk ke MySQL,, okeh sekarang kita asumsikan jika kita menggunakan Linuxatau Mac OS, dan menggunakan Apache, MySQL Server, hmm tidak jauh berbeda, namun kalian bisa akses langsung tanpa harus masuk ke direktori atau ke root, sekarang buka terminal dan ketikan hal yang sama :
~$ sudo mysql -u root -p
Dan vioolaa, sekarang kalian berada di MySQL shell, hehe, selamat buat kalian yang berhasil, jika belum bisa, coba lagi yaa, hehe,, okeh setidaknya tampilannya akan seperti ini :
Okeh, siplah, dan berikutnya kita akan menggunakan Sintak SQL, dimana setiap perintah harus di akhiri dengan titik-koma (Semicolon), hehe, langsung aja, kita coba buat database, dan gw beri nama lat_db, kalian bisa menggunakan sintak :
Membuat database baru :
CREATE DATABASE `nama_database`;
Melihat semua database :
SHOW DATABASES;
Dan akan tampil seperti dibawah ini :
Setelah kalian berhasil membuat database, kita harus menggunakan database itu sebagai defaultuntuk kita membuat tabel nanti, kalian bisa menggunakan sintak berikut :
USE `nama_database`;
Dan akan tampil seperti dibawah ini :
Sudah masuk ke database yang dipilih, sekarang kita buat tabelnya, hehe, dan juga kita bisa melihat seluruh tabel yang telah di buat dalam database yang kalian pilih sebelumnya, sintaknya nihh
Membuat tabel baru :
CREATE TABLE `nama_tbl` (Field1 TipeData(length) <AUTO_INCREMENT> <PRIMARY KEY>, Field2 TipeData(length), dst);
Melihat semua tabel :
SHOW TABLES;
Melihat struktur tabel :
DESC `nama_tbl`;
Hehe, agak terlihat rumit ya, hmm sudah dikatakan bahwa tabel itu terdiri dari Field dan Record sebagai kolom, Field memiliki nama, tipe data, length dan sterusnya, terlihat di Field1 ada<AUTO_INCREMENT> <PRIMARY KEY>, mereka berdua adalah opsional, atau pilihan, terserah kalian mau menggunakannya atau tidak, namun setiap tabel minimal memiliki satu PRIMARY KEY, jika kalian memilih meletakan PRIMARY KEY di Field satu, tinggal kalian ketikan aja PRIMARY KEY di belakanganya, jika tidak, gak usah, nah sama dengan AUTO_INCREMENT, atau penambahan satu secara otomatis, namun ini hanya berlaku untuk tipe data Numerik (INT, SHORT, LONG, FLOAT, DOUBLE). dan begitulah, coba lihat gambar ini :
Nahh, kalo udah jadi tabelnya, sekarang coba kita isi, menggunakan sintak seperti ini :
Memasukan record ke tabel :
INSERT INTO `nama_tbl` VALUE (’isi field1′,’isi field2′,dst);
jika lebih dari 1 record :
INSERT INTO `nama_tbl` VALUES (’isi field1′,’isi field2′,dst), (’isi field1.2′,’isi field2.2′,dst);
Melihat isi tabel :
SELECT * FROM `nama_tbl`;
Dan akan tampil seperti dibawah ini :
Sekarang, kita akan mengupdate isi dari tabel, atau mengubahnya, dengan sintak :
Mengupdate :
UPDATE `nama_tbl` SET `field` = ‘isi baru’ WHERE `field_syarat` = ‘parameter’;
Hmm, kalo yang ini keliatan susah lagi deh, haha, jadi gini, itu kan ada SET `field` = ‘isi baru’, jadi maksudnya, field mana yang mau diubah isinya, lalu masukan nilai baru. hmm kalo yang WHERE `field_syarat` = ‘parameter’, itu syarat, jadi mau ada kondisi gak, misalnya gini, ubah semua nama yang memiliki id bernilai 10, jadi UPDATE `tbl` SET nama = ‘baru’ WHERE `id` = ‘10′, gimana ? ngerti gak, jadi syarat itu dimaksudkan untuk menjadi parameter mana saja yang harus diubah, jika tidak menggunakan syarat, DBMS akan mengira semua record harus di update, gituu,, harusnya jadinya kayak dibawah nihh :
Ada mengubah pasti ada menghapus dong, hmm, menghapus record gampang kok, pake sintak kayak dibawah ini :
Mengupdate :
DELETE FROM `nama_tbl` WHERE `field_syarat` = ‘parameter’;
Dan akan tampil seperti dibawah ini :
Dan yang terakhir, kita akan mencoba menyisipkan sebuah field baru dalam sebuah tabel, gini aja sintaknya :
Mengupdate :
ALTER TABLE `nama_tbl` ADD `field_baru` tipeData (length) AFTER/BEFORE `field_yang_ada`;
Hmm, kalo yang ini mungkin bingung di AFTER/BEFORE, jadi field yang baru kalian mau disisipin sesudah atau sebelum field yang sudah ada di tabel, misal ada field id, maka kalo AFTER id, maka akan di buat setelah field id, nah BEFORE id sebaliknya,, dan hasilnya kayak gini :

MySQL di PHPMyAdmin

hahasiikk.. buat kalian yang gak suka dunia hitam (under DOS) seperti diatas, mungkin GUI adalah mainan yang menarik, hehe, tapi jujur gw suka yang sebelumnya, hehe, ada banyak cara mengakses MySQL lewat GUI, ada banyak aplikasi, ada yang berbayar, ada yang gratis, contoh MySQL-Front dan sebagainya. Tapi kali ini kita akan menggunakan PHPMyAdmin, seperti namanya PHP, berarti dibangun diatas platform web, dan di buat dari PHP *ya iyalah*, PHPMyAdmin adalah interface yang banyak digunakan dalam penanganan database untuk web dan aplikasi berbasis web, hmm, kalian yang udah install XAMPP/LAMPP atau APPSERV, pastikan PHPMyAdmin tersedia, pada bagian ini, mungkin gw gak akan banyak basa basi, karena secara teori sudah di jelaskan di atas, hehe, jadi langsung langkah2nya aja.. dan langsung aja kita buka browser dan ketikan alamat http://localhost/phpmyadmin
Okehh, sudah masuk kelaman PHPMyAdmin, sekarang kita buat databasenya, ketikan nama database baru kita di form seperti ini :
Okeh jika berhasil maka PHPMyAdmin akan memberi laporan seperti ini, dan kalian akan langsung masuk ke dalam database tersebut.
Sekarang kita akan buat Tabel baru, ketik nama Tabel Baru di form Create new table, dan tentukan jumlah Field, dan klik Go
Sekarang kita tentukan nama Fieldnya, tipe data, length, validasi, Primary Key, Auto_Increment dan sebagainya.. lalu jika sudah selesai klik Save.
Jika berhasil maka kalian akan langsung diarahkan ke table structure seperti dibawah ini,
Nahh, sekarang coba kita masukan record ke dalam tabel yang baru kita buat, silahkan klik Insertpada Tabulasi Bar, dan silahkan masukan record yang kalian inginkan, seperti berikut,
dan jika berhasil maka akan seperti berikut,, (klik Browse, untuk melihat isi record dari tabel)
Berikut kita akan mencoba menghapus record dan mengubah isi record, di tabel kalian pasti ada icon X dan Pensil kan, nah itu buat Delete sama Updatenya, coba klik yang Delete, maka akan muncul pop-up window untuk konfirmasi seperti berikut,
nah sedangkan jika kalian Update, maka kalian langsung diarahkan ke laman seperti berikut,
yang terakhir adalah menyisipkan field, pilih Tab Structure, maka kalian akan melihat pilihan seperti ini dibawah tabel, silahkan kalian isi,
Hmm kalo udah beres ngisinya, sekarang klik Go, dan kalian akan diarahkan ke laman seperti berikut, dan jika sudah klik Save, dan violaa, field baru udah jadi,
Huhh,, huhh,, okeh gw ngosngosan nulisnya,, hehe, dan ini sudah jam 1 malam, ckck, kopi abis 1 gelas, teh manis 1 gelas, haha, banyakan nonton TV ini mah, haha, anyway, sampe sini dulu dehh, moga2 bermanfaat,, keep on writting guys :D

Dasar PHP

Setelah sebelumnya bpk memposting mengenai dasar HTML, kayaknya sekalian aja ya bpk tulis dasar pemrograman PHP, dan sama seperti sebelumnya, yang saya tulis di blog ini hanya dasar pemahamannya aja, tapi kalo mau lengkapnya, bpk sarankan kalian mencari artikel lain yang memberikan penjelasan dan contoh yang lebih detail lagi.. Disini bpk akan membahas beberapa hal mengenai pemrograman PHP, mulai dari, penjelasan singkat PHP, bagaimana menggunakan dan menjalankan program PHP dan beberapa penjelasan dasar pemrogramannya sendiri. Ok deh, gw gak usah banyak - banyak basa basi kali ya,,
PHP adalah singkatan dari  PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page. Namun demikian, seiring dengan perkembangan bahasa pemrograman PHP, kepanjangan dari PHP berubah menjadi sebuah singkatan recursive yaitu PHP: Hypertext Preprocessor. Apa tuh maksudnya recursive?

Recursive artinya bahwa dalam ada singkatan lagi dalam kepanjangannya. Kalau kamu perhatikan dalam kepanjangan PHP ada kata PHP lagi kan? Mah itu maksudnya recirsive. Kalangan open source saya lihat sering menggunakan metode singkatan seperti ini, misalnya pada GNU, GNU is not Unix. hehehe.Nah, apa masih ada lagi kepanjangan dari PHP yang lain, tapi tidak berkaitan dengan pemrograman web. Apa itu?PHP adalah Parents Helping Parents. Dalam websitenya yaitu php.com (bedakan ya sama websitenya PHP yang web programming yaitu php.net) dijelaskan bahwa tujuan PHP seperti ini.“Parents Helping Parents (PHP) strives to improve the quality of life for any child with special need of any age, through educating, supporting and training their primary caregivers.”  dia adalah bahasa pemrograman sisi Server (Server Side), dimana bahasa program ini hanya berjalan di Sisi Server, seperti Windows Server atau Linux.. nahh kalo mau di jalankan di Windows biasa atau Mac, kalian bisa menggunakan Aplikasi Server seperti Appserv atau Xamp. Jelas, PHP tidak sama seperti HTML, dia membutuhkan PHP compiler yang berjalan di server, kemudian dia mengirimkan informasi yang sudah berupa HTML ke client, lalu di Client si HTML akan di terjemahkan oleh Browser menjadi tampilan GUI, gimana ? Faham? 



Semua File dokumen PHP memiliki ekstensi / akhiran *PHP. PHP dapat di combine langsung dengan HTML didalamnya, karena PHP juga merupakan Bahasa Pemrograman dengan Platform Web.. Selain PHP ada 2 bahasa lainnya yang juga memiliki fungsi yang sama dengan PHP yaitu JSP (Java Server Page) dengan orientasi bahasa JAVA dan ASP (Active Server Page) dengan orientasi bahasa Visual Basic… Setelah kalian membaca postingan gw yang Aplikasi Server, bpk anggap kalian udah mengerti cara menggunakan dan menjalankan PHP, dan kalian juga udah tau program apa yang kalian butuhkan.. So sekarang kita mulai belajar PHPnya..

Variabel

Variabel atau Peubah adalah sebuah Nilai yang disimpan dalam sebuah Variabel *Muter2 doang* hehe.. ya gitulah, mungkin bpk jelasin kayak gini aja dahh.. misal A =10, B = 20, C = A + B, maka nilai C = 30. Nah A, B dan C adalah variabel.. Nilainya bisa diubah2 sesuai keinginan, dan hasilnya pun akan mengikuti perubahan Variabel.. Gimana ngerti mengenai konsep dasar Variabel.. Dalam PHP variabel di tandai dengan tanda Dolar “$”, disebut dengan String, jadi misal, $a, disebut String A atau Variabel A. Bukan Dolar A. Gimana?, ngerti kan.. Tidak seperti bahasa program lainnya, PHP mengijinkan kita menggunakan Variabel dengan sesuka hati kita, mulai dari tipe data dan penempatan. Biasanya Bahasa Program lainnya mengharuskan kita mendefinisikan atau mendeklarasikan terlebih dahulu tipe Variabel yang ingin kita gunakan.. nah dalam penamaan Variabel, kita gak bisa sembarangan. Nah penulisan yang benar seperti contoh dibawah ini..
Cara penulisan Variabel
Salah
Benar
$Amri
$AMRI / $amri
$23amri
$amri23
$amri mm
$amrimm
$ amri
$_amri

Dasar Penulisan Kode

Mungkin, bagi kalian yang baru belajar Bahasa Pemrograman, akan sedikit bingung dengan penulisan Kode. Nahh menulis Kode PHP dapat dilakukan di Text Editor standar seperti Notepad, Notepad++, Eclipse dan yang sangat sering digunakan adalah Dreamweaver.. Diketahui bahwa PHP dapat di Combine di dalam HTML, namun format dokumen tetap berekstensi *PHP bukan *HTML / *HTM.. hal pertama yang harus kalian tau adalah…
<? Kode PHP disini ?>
PHP dimulai dengan tanda <? dan ditutup ?> nah kalo dalam HTML, penulisan Kode PHP yang benar adalah seperti dibawah ini..
Benar
Salah
<html>
<head>
<title>Kode PHP</title>
</head>
<body>
<p>Ini teks HTML</p>
<?
echo "Ini kode PHP";
?>
</body>
</html>
<html>
<head>
<title>Kode PHP</title>
</head>
<body>
<p>Ini teks HTML</p>
echo "Ini kode PHP";
</body>
</html>
Gimana, paham kan mengenai pembuka dan penutup PHP, hal ini berguna untuk memisahkan kode HTML dan PHP, walaupun dokumen sudah berekstensi atau berakhiran PHP, kompiler tetap membutuhkan pemisah keduannya agar bisa di definisikan suatu sintak atau string… Oh ya adalagi mengenai penggunaan tanda titik-koma (;) di setiap instruksi, contoh

<?
$a = 10;
$b = 20;
$c = $a + $b;
echo $c;
?>
Penggunaan tanda Titik-Koma (kita singkat TikKom) itu adalah untuk memisahkan setiap instruksi yang di berikan oleh programmer itu sendiri, mungkin tidak sama dengan Visual Basic. dan gimana kalo penulisan kode PHP seperti ini..

<? $a = 10; $b = 20; $c = $a + $b; echo $c; ?>
Bagaimana kalian akan memisahkan setiap instruksi dalam satu bari (line) jika tidak ada tanda Tikkom ?,, oke mengerti kan bagaimana pemisaahan antar instruksi dalam PHP, dan hal ini tidak hanya digunakan dalam PHP, tapi juga di gunakan di beberapa bahas program lainnya seperti C, Java dll… Oh ya ada kata echo.. itu digunakan untuk memberi perintah cetak di dalam dokumen, bisa menggunakan kata print juga.. tapi bukan untuk ngeprint ke printer loh,, melainkan hanya mencetak di dalam dokumen itu.. hehe

Operator Aritmatika

Dalam Matematika Operator digunakan untuk memproses sitem perhitungan matematika, sama halnya di dalam pemrograman,, nahh kita liat tabel di bawah ini aja biar lebih jelas..
Operator Aritmatika
Lambang
Penjelasan
Contoh
+
Penjumlahan
$a + $b
-
Pengurangan
$a - $b
*
Perkalian
$a * $b
/
Pembagian
$a / $b
%
Sisa pembagian (modulus)
$a % $b
^
Pemangkatan
$a ^ $b
Untuk modulus (Sisa pembagian gw saranin kalian baca postingan sebelumnya : Modulus Untuk Pola.. nahh,, kalo kalian nemu kasus matematika kayak gini
(($a * $b) / $c + $d) - $e
Dalam urutannya, operator yang didalam () “kurung” akan di evaluasi lebih dahulu, lalu di lanjutkan ke operator Perkalian (*), lalu ke pembagian (/), kemudian ke Penjumblahan (+) dan terakhir ke pengurangan (-).

Operator Assignment

Operator Assignment
++
Increment (Tambah 1)
$a++
Decrement (Kurang 1)
$a–
+=
Penjumlahan Ruas
$a += $b
-=
Pengurangan Ruas
$a -= $b

Operator Logika dan Boolean

Dalam pengambilan keputusan, kita memerlukan operator Logika, dimana Operator logika akan menghasilkan nilai Benar (true) dan Salah (false). Langsung liat Tabel operator logika dibawah ini ya..
Operator Logika
Logika
Boolean
Penjelasan
AND
&&
Dan
OR
||
Atau
Dengan tabel kebenaran seperti dibawah, 1 bernilai True dan 0 bernilai False. oke kita liat tabel di bawah
Tabel Kebenaran AND
P
Q
P && Q
1
1
True
1
0
False
0
1
False
0
0
False
Tabel Kebenaran OR
P
Q
P || Q
1
1
True
1
0
True
0
1
True
0
0
False
Gimana faham gak penjelasan di atas, kalo kalian pernah belajar Logika Matematika, pasti kalian mengerti Tabel diatas..

Operator Relasi

Operator Logika Lainnya
Lambang
Penjelasan
>
Lebih Dari
<
Kurang Dari
>=
Lebih Dari Sama Dengan
<=
Kurang Dari Sama Dengan
==
Sama Dengan
!=
Tidak Sama Dengan

Kondisi

Mungkin kalian masih agak bingung dengan penjelasan Operator Logika, nah, disini kita akan mengimplementasikan dari penggunaan Operator tersebut.. Dalam PHP kita memungkinkan memberikan instruksi untuk pengambilan keputusan, yaitu menggunakan If, Else If dan Else, gimana cara penggunaannya, kalian simak wacana dibawah ini dulu yaaa
Budi ingin kepasar, ada banyak jalan yang bisa ditempuh oleh Budi, dia bisa memotong lewat jalan Perkampungan tanpa mengeluarkan Biaya, namun waktu yang di tempuh lebih lama, nah jalan yang lainnya lebih cepat, namun kita harus menggunakan Angkot dengan biaya pulang - pergi Rp 4000,-. Sayangnya uang yang dimiliki Budi hanya Rp. 3000,- maka Budi melewati Jalan Kampung dengan perjalanan yang lebih lama.
Kalian menangkap kesimpulannya ?,. kesimpulannya adalah, Si Budi ingin belanja kepasar, makanya dia bela2in lewat perkampungan karena gak punya duit *Gila kali* hahaha,, bukan itu kesimpulannya, kesimpulannya adalah, kondisi Budi tidak memungkinkan menggunakan Angkot, jadi dia mengambil keputusan untuk lewat Kampung.. Jadi kalo di gambarin dalam implementasinya adalah..

IF(Uang Budi < Rp 4000) {
     Lewat Jalan Kampung;
}
Else {
     Naek Angkot;
}
Jadi pengimplementasian dalam program PHP adalah seperti Berikut..
IF(Kondisi) {
     Instruksi / Perintah;
}
Else {
     Instruksi / Perintah;
}
Jika Kondisi yang mempengaruhi keputusan lebih dari 1 Kondisi, maka kita bisa menambahkan Kondisi di dalam Else If, dan struktur Programnya akan menjadi seperti ini
IF(Kondisi 1) {
     Instruksi / Perintah;
}
Else If(Kondisi 2) {
     Instruksi / Perintah;
}
Else {
     Instruksi / Perintah;
}
Jadi penjelasanya, Jika Kondisi 1 tidak memungkinkan, maka alihkan ke kondisi 2, namun jika kondisi 2 juga tidak memungkinkan, maka bisa menggunakan Pilihan terakhir. Nah pilihan terakhir akan dipilih jika semua kondisi tidak memungkinkan. Selain menggunakan If, Else If dan Else dalam memilih Keputusan. Kita bisa menggunakan Switch - Case.. Logikannya sama, penulisannya aja yang beda.. nahh gini
Switch (Variabel) {
     Case Nilai 1 : Instruksi / Perintah;
Break;
     Case Nilai 2 : Instruksi / Perintah;
Break;
     Default Instruksi / Perintah;
}

Looping / Perulangan

Ada saatnya kita ingin mencetak Variabel yang sama / mengulang instruksi yang sama sejumlah yang dibutuhkan atau diinginkan, Munkin jika itu dilakukan sebanyak 2 atau 3 kali, kita tidak keberatan untuk mengetiknya ulang sebanyak itu, tapi bagaimana jika instruksi itu dibutuhkan dilakukan sebanyak puluhan, ratusan atau ribuan kali ? gak mungkin kita mengetiknya ulang sebanyak itu *Kecuali kalian Rajinnn Bangeeeett* hehe, jadi diperlukan yang namanya perulangan / looping.. ada 3 cara untuk looping, pertama menggunakan While, For atau Do … While.. Disini kita membahas mengenai While dan For aja,, jujur bpk jarang bahkan tak pernah menggunakan Do … While, dari pada sesat, mendingan kalian cari di Blog lain ya, hehe *bilang aja males* ckckck.. yaudah kita liat contohnya aja

While

While adalah perulangan atau instruksi Looping yang cara kerjanya melakukan Looping dulu / Perulangan dulu, lalu mengeksekusi Instruksi yang di ulang. 
Nah Penulisan Looping While gampang kok, seperti ini…
While(Kondisi) {
     Instruksi / Perintah;
}
Contohnya sebagai Berikut :

$a = 1;
While($a < 4) {
$a++;
     Echo "Amri Multimedia" ;
}
Maka hasilnya adalah sebagai berikut :
Amri Multimedia
Amri Multimedia
Amri Multimedia

For

Kebalikan dari While, For melakukan Eksekusi terhadap perintah terlebih dahulu, lalu me looping / mengulangnya hingga kondisi yang diberikan bernilai False. 
For(Variabel;Kondisi;Inc/Dec Variabel) {

     Instruksi / Perintah;
}
Contohnya sebagai Berikut :

For($a=1;$a < 4;$a++) {

     Echo "Amri Multimedia" ;
}
Maka hasilnya adalah sebagai berikut :
Amri Multimedia
Amri Multimedia
Amri Multimedia
Amri Multimedia

Array / Larik

Nahh ini materi dasar yang terakhir ya,, hehe *udah mulai capek* Pada dasarnya, bpk menyebut Array adalah Variable dengan Nilai yang tidak tunggal, jadi satu Variabel nilainya banyaaakkk. *bukan besar*, lebih dari satu lah.., Nahh kita langsung liat aja gimana sihh penulisan Array / Larik :
$a = array("Nilai ke-0","Nilai ke-1","Nilai ke-2",…"Nilai ke-N");
Atau bisa di tulis seperti ini :
$a[] = Nilai ke-0;
$a[] = Nilai ke-1;
$a[] = Nilai ke-2;

$a[] = Nilai ke-N;
Nahh untuk mencetak variabelnya, kita gak bisa sembarangan ketik Echo $a; melainkan seperti iniEcho $a[Larik ke-berapa];.. Sekilas masih belum terlihat untuk apa fungsinya,, Dalam mengeksekusi sesuatu yang berulang2 / looping, pasti program akan mengeksekusi Instruksi atau Variabel yang sama kan, nah terus apa yang membedakan perulangan yang satu dengan yang lain, pasti nilai kan, nah kita bisa menggunakan array untuk melakukannya..

Komentar

Yaudahlah bpk kasih bonus pembahasan yang ini, kata nyokap bpk kalo ngejelasin sesuatu jangan setengah - setengah, Pamali,, hahaha,, sebenarnya ini gk mempengaruhi program, tapi kalian yang baru tau, harus faham, komentar adalah bagian dalam program yang tidak akan di eksekusi oleh kompiler, misalnya kita ingin meninggalkan pesan atau penjelasan singkat dalam program, kita bisa melakukannya tanpa tereksekusi, bahkan tercetak ke user.. contoh penulisan seperti ini :

<?
$a = 10;
//Cetak Nilai A
Echo $a;
?>
Untuk memberikan komentar, hanya perlu menambahkan // di awal komentar, dan dipastikan bahwa komentar kalian tidak akan tercetak atau tereksekusi.. selain itu kalian bisa menggunakan /* Komentar */ juga

Membuat Program PHP sederhana

Nahh. sekarang kita akan mencoba membuat Program sederhana yang memanfaatkan dasar - dasar diatas.. nihh contoh programnya..
<?
/* Membuat program sederhana PHP by Amri Multimedia */

//Membuat variabel Array, dengan nilai Random sesuka Hati
$angka = array("2","6","7","10","1","15","20","22","25");
//Menghitung jumlah larik nilai Array
$hitung = count($angka);
//Membuat Looping
for($i=0;$i<$hitung;$i++) {
  //Jika nilai larik di modulus 2 sama dengan 0
     If($angka[$i] % 2 == 0) {
     //Cetak pernyataan
     echo "$angka[$i] adalah bilangan Genap<br>";
  }
  else {
     //Cetak pernyataan
     echo "$angka[$i] adalah bilangan Ganjil<br>";
  }
}
?>

Link Dinamis

<html>
<head>
<title>Latihan Link Dinamis</title>
</head>
<body>
<!–Link dinamis–>
<a href="?konten=1">Konten 1</a> | <a href="?konten=2">Konten 2</a><br>
<!–Proses PHP–>
<?php
if($_GET[konten] == 1) {
echo "<h2>Ini Konten Pertama !</h2>";
}
elseif($_GET[konten] == 2) {
echo "<h2>Ini Konten Kedua !</h2>";
}
else {
echo "<h2>Pilih Konten !</h2>";
}
?>
</body>
</html>
Nahh gini kalian bisa memanfaatkan metode pengiriman Get untuk link dinamis, jadi penulisannyadokumen.php?variabel=nilai, seperti itu, nanti hasilnya akan sama dengan kalian mengirim sebuah nilai dari variabel menggunakan form dengan metode pengiriman Get, Variabel yang dikirim dengan link dinamis dapat lebih dari 1, nah penjelasannya dokumen.php adalah tujuan / action, kalo masih di dokumen yang sama, kosongkan saja, jadi bisa ditulis seperti ini ?variabel=nilai, bahkan kalian bisa mengirim lebih dari satu variabel, contoh ?variabel1=nilai1&variabel2=nilai2, setiap variabel di batasi oleh tanda & “and” gimana, paham kan??