Senin, 19 Agustus 2013

Backup

"Hard disk komputer Anda rusak. Anda punya backup datanya?"
Pertanyaan diatas beberapa kali saya tanyakan pada klien saya, dan sering dijawab dengan pandangan kosong dan mulut ternganga. Tidak, mereka tidak punya backup. Dan seluruh data dalam komputer mereka hilang lenyap tanpa bekas. Untuk selamanya.

Apa itu backup?
Backup adalah membuat salinan dari file-file penting Anda. Ini perlu dilakukan untuk menjamin "kelangsungan hidup" data Anda, semacam "asuransi" seandainya sampai terjadi kerusakan media penyimpan data. Jadi satu file yang sama minimal ada di dua media yang berbeda. Bukan backup namanya jika setelah dicopy, file asli dihapus agar harddisk tidak penuh.
Seringkali backup terkendala oleh biaya, ketidak-tahuan pengguna, atau terbengkalai setelah sekian lamatidak ada masalah apapun.
Dewasa ini backup sebetulnya juga harus dilakukan untuk data pada ponsel Anda, namun kali ini saya hanya akan membahas backup data pada komputer.

Untuk apa repot-repot membuat backup? Bukankan komputer saya cukup handal dan ada garansinya?
Seiring perkembangan teknologi, kapasitas media penyimpan terus berlipat ganda sementara ukuran fisiknya tak terlalu banyak berubah. Ini berarti kepadatan data semakin bertambah. Kepadatan data yang semakin tinggi membuat media relatif lebih rentan dengan kerusakan. Meski vendor/pabrik pembuatnya terus berusaha semaksimal mungkin mencegahnya, kerusakan media penyimpan seperti hard disk atau flash disk seringkali terjadi tanpa pertanda yang berarti.
Garansi media penyimpan biasanya hanya mencakup perangkat itu sendiri, dan tidak termasuk mengganti data didalamnya. Padahal dewasa ini dengan semakin tingginya penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya data pekerjaan, kini juga semakin banyak data pribadi yang tak tergantikan, seperti foto digital saat liburan keluarga tahun lalu, video langkah pertama anak Anda,  bukti transfer internet-banking, atau naskah novel yang telah Anda tulis tiga tahun terakhir ini.
Memang backup membutuhkan biaya dan usaha yang terus-menerus, namun serepot apapun dan semahal apapun biaya backup, masih lebih murah ketimbang harus membayar sampai puluhan juta untuk jasa recovery data, atau lebih buruk lagi, kehilangan seluruh data penting saat komputer rusak.
Tentu saja jika Anda menilai kerepotan proses backup tidak sebanding dengan nilai data komputer, abaikan saja. Tak perlu repot membackup game yang bisa dengan mudah di-download ulang dan surat lamaran kerja yang sudah ditolak dua tahun lalu.

Penyebab data hilang
  • kerusakan media penyimpan
  • virus
  • pengrusakan data oleh pihak-pihak tak bertanggung-jawab
  • kerusakan Volume atau Directory dari File System
  • kerusakan data saat transfer
  • induksi petir / fluktuasi tegangan PLN
  • pencurian
  • bencana alam (banjir,gempa,kebakaran,dll)
  • kesalahan pengguna (tidak sengaja menghapus)
  • dll.

Pilihan media backup
  • Flashdisk, memory card, dll: Harga media flash disk yang terus turun sementara kapasitasnya terus bertambah dengan ukuran fisik yang kecil, membuat media ini menjadi pilihan yang menarik untuk backup.
  • External hard disk: Meski fisiknya lebih besar dibanding flashdisk dan rentan dengan goncangan, media hard disk eksternal memiliki keunggulan dalam kapasitasnya yang sangat besar, sehingga harga per kapasitasnya menjadi sangat-sangat murah.
  • Optical disc (CD/DVD): Harganya yang murah membuat optical disk menjadi media backup paling populer. Kelemahannya adalah sekali ditulis, data didalam optical disk tidak dapat diubah lagi. Penyimpanannya juga sering menjadi problem tersendiri karena optical disk tidak boleh tergores atau melengkung.
  • Online backup: Saat ini banyak pihak yang menyediakan "media" backup di internet, dimana Anda dapat menyimpan data Anda pada server mereka. Harganya beragam, dari gratis hingga ratusan dolar per tahun. Kelemahan media ini adalah Anda perlu koneksi internet yang dapat diandalkan. Privacy juga sering menjadi kendala. Keunggulannya adalah online backup termasuk off-site backup, yaitu berada dilokasi yang terpisah. Salah satu contoh dari online backup adalah Dropbox.
  • Fault-tolerant media (RAID array): Yang disebut fault-tolerant media adalah dua media (biasanya harddisk) atau lebih yang dipasang sedemikian sehingga media-media itu merupakan "mirror" atau cerminan satu sama lain. Dengan kata lain satu file yang sama disimpan dalam dua media. Jika satu media mengalami read error, maka secara otomatis data diambil dari media cerminannya dan data yang rusak langsung diganti, tanpa campur tangan pengguna. Metode ini membutuhkan beberapa media untuk menyimpan satu data yang sama, sehingga cukup mahal dan biasanya hanya dipakai di komputer server saja.

Kapan melakukan backup?
Jawaban paling tepat untuk pertanyaan diatas adalah: sesering yang masih dimungkinkan. Atau setidaknya setiap kali sesudah mengubah/menyimpan data penting. Jika data penting Anda diubah/bertambah setiap hari, maka biasakan untuk membuat backup setiap hari.

Cara backup
Ada banyak cara backup, tapi agar tidak membuat pusing, buatlah agar proses backup terlaksana dengan hanya satu-dua kali klik. Toh kebanyakan file/folder yang harus dibackup adalah sama dari hari ke hari.
Untuk itu Anda dapat menggunakan program seperti SyncBack, dimana Anda dapat mengatur folder mana dibackup ke mana.

Jika Anda menganggap data Anda cukup penting, pertimbangkan untuk melakukan off-site backup (lihat "Metode backup 3-2-1" dibawah), dimana hasil backup disimpan ditempat yang terpisah dengan komputer dengan data asli. 

Data Validation
Data Validation adalah proses membandingkan file asli dengan hasil backup. Sekedar melihat nama file muncul di File Explorer bukan berarti sudah aman. Proses backup kadang menghasilkan file yang tampaknya baik namun ternyata rusak didalamnya. Data validation akan membandingkan file asli dan salinannya bit demi bit, menjamin keduanya sama persis.
Recovery test
Setelah melakukan backup, maka langkah berikutnya adalah memastikan bahwa hasil backup itu dapat dengan mudah dibaca dan dikembalikan ketempat asalnya alias recovery. Recovery adalah kebalikan dari backup, yaitu menyalin hasil backup ke komputer utama, biasanya dilakukan jika data asli rusak.
Tak ada gunanya backup sesering atau sebanyak apapun jika ternyata tidak dapat melakukan recovery. 

Tentu saja langkah ini menambah panjang daftar pekerjaan, sehingga terkadang diabaikan. Namun langkah ini bagaikan memastikan pintu tak dapat dibuka lagi setelah mengunci pintu, siapa tahu ternyata kusen pintu sudah renggang atau kunci sudah rusak.

Metode backup 3-2-1
Peter Krogh di dp Bestflow mempunyai metode backup yang sangat menarik: 3-2-1 backup.
Yang dimaksud adalah 3 copy dari satu file yang sama, minimal 2 media yang berbeda, dan salah 1 copy merupakan off-site backup.
  • Tiga copy diperlukan seandainya saja ternyata backup pertama ternyata rusak dan baru diketahuisetelah data asli rusak. Jika salah satu copy dihapus, maka harus dibuat satu lagi copy penggantinya.Ini juga berguna untuk mengatasi kemungkinan kalau-kalau adanya gangguan listrik atau sistem saat melakukan backup sehingga baik media asli maupun media backup pertama rusak semua.
  • Dua media berbeda diperlukan untuk mencegah kemungkinan jika ternyata alat pembaca media (card reader atau CD drive) rusak saat membuat backup sehingga seluruh backup yang dibuat juga rusak. Jika Anda telah menggunakan dua media yang berbeda, setidaknya backup kedua masih utuh.
  • Off-site backup adalah backup yang berada di lokasi/gedung yang berbeda dari media penyimpan utama. Ini mencegah kemungkinan pencurian dan bencana alam yang mungkin saja menghilangkan/merusak komputer utama dan semua media disekitarnya. Off-site backup dapat dilakukan dengan mengirim CD backup ke rumah saudara, atau menggunakan jasa online backup seperti Dropbox.

 Bagaimana dengan Anda? Apa strategi backup data digital Anda?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar