Senin, 19 Agustus 2013

PENGOLAHAN DATA DARI FORM

Web menerima input dari user atau pengunjung menggunakan metode GET dan POST. GET akan mengirimkan data bersama dengan URL, sedangkan POST mengirimkannya secara terpisah.
User mengirimkan data input dengan mengisi teks atau pilihan pada attribut form html. Apa saja yang merupakan komponen form html diantaranya :

Form

<FORM ACTION=action base> form tags </FORM>
<FORM METHOD=method> form tags </FORM>
<FORM ENCTYPE=media type> form tags </FORM>
<FORM ACTION=action base TARGET="target window name"> form tags </FORM>
<FORM SCRIPT=URL> form tags </FORM>

Note : target window name  diisikan berupa:
_blank
_self
_parent
_top

Form Input Check Box

<INPUT TYPE=CHECKBOX NAME=name VALUE=value>
<INPUT TYPE=CHECKBOX NAME=name VALUE=value CHECKED>

Form Input File

<INPUT TYPE=FILE NAME=name ACCEPT=mime type list>

Form Input Hidden

<INPUT TYPE=HIDDEN NAME=name VALUE=value>

Form Input Image

<INPUT TYPE=IMAGE NAME=name SRC="URL">
  <INPUT TYPE=IMAGE NAME=name SRC="URL" ALIGN="alignment">

Form Input Password

<INPUT TYPE=PASSWORD NAME=name>
<INPUT TYPE=PASSWORD NAME=name MAXLENGTH=length>
<INPUT TYPE=PASSWORD NAME=name SIZE=size>
<INPUT TYPE=PASSWORD NAME=name VALUE=value>

Form Input Radio Button

<INPUT TYPE=RADIO NAME=name VALUE=value>
<INPUT TYPE=RADIO NAME=name VALUE=value CHECKED>

Form Input Range

This is not supported in many browsers.
<INPUT TYPE=RANGE NAME=name MIN=min MAX=max>
<INPUT TYPE=RANGE NAME=name MIN=min> MAX=max VALUE=value>

Form Input Reset

<INPUT TYPE=RESET>

Form Input Submit

<INPUT TYPE=SUBMIT>
<INPUT TYPE=SUBMIT NAME=name>
<INPUT TYPE=SUBMIT VALUE=value>

Form Input Button

<INPUT TYPE=BUTTON>
<INPUT TYPE=BUTTON NAME=name>
<INPUT TYPE=BUTTON VALUE=value>

Form Input Text

<INPUT TYPE=TEXT NAME=name>
<INPUT TYPE=TEXT NAME=name MAXLENGTH=length>
<INPUT TYPE=TEXT NAME=name SIZE=size>
<INPUT TYPE=TEXT NAME=name VALUE=value>

Form Select

<SELECT NAME=name> option entries </SELECT>
<SELECT NAME=name MULTIPLE> option entries </SELECT>
<SELECT NAME=name SIZE=size> option entries </SELECT>
<SELECT NAME=name SRC=URL WIDTH=width HEIGHT=height UNITS=units> option entries </SELECT>
<OPTION> content
<OPTION SELECTED> content
<OPTION VALUE=value> content
<OPTION SHAPE=shape>

Form Text Area


<TEXTAREA NAME=name COLS=# columns ROWS=# rows> content </TEXTAREA> 

Encryption & Decryption: Lindungi data Anda!

Sewaktu kecil, saya sering menulis pesan pada teman sekelas pada secarik kertas, lalu mengoperkannya secara estafet kepada teman saya itu. Asal tidak ketahuan guru, biasanya cara ini bisa menjadi media komunikasi karena saat itu belum ada sms. Masalahnya adalah semua teman yang dilewati pesan itu akan dapat membaca tulisan tersebut, sehingga saya harus mencari cara agar pesan tersebut tidak dapat dibaca oleh teman lain, misalnya karena bisa membuat saya jadi bahan tertawaan teman satu kelas.
Untuk itu saya dan teman saya itu mempunyai metode yang baru belakangan saya tahu bernama ROT 13. Caranya yaitu dengan menggeser/menukar semua huruf dalam pesan sejauh 13 huruf dalam alfabet. Jadi A ditukar dengan N, B menjadi O dan sebaliknya, dst. Jadi pesan "pinjamin duit dong" akan saya tulis sebagai "cvawnzva qhvg qbat".

Ini adalah sebuah contoh enkripsi atau pengacakan data yang sederhana, bahkan tidak memerlukan kunci atau password. Saking sederhananya, akhirnya bisa dipecahkan oleh teman lain yang pintar matematika hanya dalam satu-dua jam saja, dan akhirnya saya tetap menjadi bahan tertawaan. :(

Proses enkripsi adalah proses atau metode untuk menyembunyikan informasi agar tidak dapat dibaca pihak yang tidak berhak. Sedangkan dekripsi adalah proses kebalikannya, menterjemahkan pesan yang sudah dienkripsi kembali ke pesan semula. Enkripsi/dekripsi termasuk dalam Cryptography (atau Cryptology), yaitu iIlmu yang mempelajari metode menyembunyikan informasi, yang sudah ada sejak jaman Yunani kuno. Disini saya hanya akan membahas sekilas tentang enkripsi/dekripsi, karena proses itu (apalagi Cryptography) terlalu luas untuk diuraikan dalam satu artikel pendek.

Contoh enkripsi yang terkenal adalah mesin Enigma yang digunakan tentara Jerman pada saat Perang Dunia II, untuk mengenkripsi pesan radio atau telegraf sehingga tidak dapat dimengerti oleh pihak Sekutu. Mesin yang mirip mesin ketik ini dirancang oleh Arthur Scherbius, seorang insinyur Jerman dan dipatenkan tahun 1918. Militer Jerman kemudian mengadopsi beberapa variannya untuk kepentingan intelijen dan komunikasi.
Enigma terhitung sangat canggih untuk masa itu antara lain karena menggunakan beberapa lapis enkripsi, lalu sebuah kata yang diulang akan muncul sebagai dua kata yang sama sekali berbeda, dan kunci atau passwordnya setiap hari berubah, membuat para ahli cryptology Sekutu kelimpungan berusaha memecahkan kode Enigma. 
Dengan bantuan ahli cryptography dan matematika Polandia Marian Rejewski akhirnya kode Enigma berhasil dipecahkan. Keberhasilan ini sangat membantu berakhirnya Perang Dunia II, terutama pertempuran di benua Eropa. Jika seandainya kode Enigma tidak dapat dipecahkan, mungkin sejarah dunia akan menjadi sangat berbeda.
Selain Enigma, ada juga mesin Lorentz yang digunakan untuk mengenkripsi komunikasi tingkat tinggi antara Hitler dan jendral-jendralnya. Untuk memecahkan kode Lorentz, para ilmuwan Inggris membuat sebuah mesin penghitung raksasa yang disebut Collosus, yang kemudian menjadi cikal-bakal komputer modern.
Ada banyak artikel, buku dan film baik fiksi maupun non-fiksi tentang Enigma dan Lorentz jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam. Jika Anda suka baca novel, cobalah "Cryptonomicon" karangan Neal Stephenson. Untuk penggemar film, tonton saja "Das Boot" (th 1981) atau "U-571" (th 2000).

Dimasa kini, enkripsi dan dekripsi sudah bukan lagi monopoli militer, diplomat dan agen rahasia saja. Sudah banyak program komputer untuk enkripsi (contoh favorit saya adalah TrueCrypt) untuk membantu Anda menyembunyikan file atau dokumen digital rahasia.

Untuk aplikasi digital, ada dua macam enkripsi yang penting:
1. Enkripsi simetrik. Sifat metode ini adalah proses enkripsi dan dekripsi menggunakan password yang sama. Enkripsi ini adalah yang paling umum dipakai dan biasanya sangat cepat sehingga komputer modern mampu mengenkripsi/dekripsi file yang cukup besar hanya dalam sepersekian detik saja. Ada banyak cara enkripsi simetrik, misalnya DES (sudah kadaluarsa), AES, dsb. TrueCrypt menggunakan enkripsi simetrik.
Jika enkripsi ini digunakan untuk mengirim data rahasia ke orang lain, kedua belah pihak harus sudah mengetahui metode enkripsi dan password yang digunakan.
Anda dapat melindungi data yang sensitif dengan metode ini, sehingga jika seandainya perlindungan data secara fisik gagal, data tetap tidak dapat dimengerti orang lain. Misalnya saat mengirim data menggunakan USB flashdisk, jika data sudah dienkripsi maka seandainya flashdisk itu jatuh ketangan pihak lain, data tersebut tetap tidak dapat dibaca. TrueCrypt bahkan memiliki feature 'whole disc encryption' dimana seluruh isi harddisk dienkripsi. Anda akan diminta memasukkan password begitu menyalakan komputer. Tanpa password yang tepat, seluruh isi harddisk tak dapat dibaca. Ini berguna jika Anda harus membawa-bawa laptop berisi data penting dan rahasia kemana-mana.

2. Enkripsi asimetrik, dimana kedua belah pihak menggunakan kunci/password yang berbeda namun berpasangan (berbeda dengan enkripsi simetrik, Anda tidak dapat menentukan password kesukaan Anda, melainkan harus menggunakan program untuk membuatnya). Metode ini dipakai dalam komunikasi digital yang aman seperti misalnya SSL (mungkin secara tidak sadar sudah sering Anda gunakan saat browser Anda menampilkan https:// dan bukan hanya http:// didepan alamat website) atau TLS, dsb. Enkripsi ini menggunakan sepasang password atau kunci yang berpasangan, satu disebut private key dan satu lagi public key. Private key disimpan rapat-rapat, sementara public key, sesuai namanya, dipublikasikan agar semua orang tahu.
Sifat enkripsi asimetrik adalah pesan yang dienkripsi dengan private key hanya dapat didekripsi dengan public key pasangannya saja. Juga sebaliknya, pesan yang dienkripsi dengan public key hanya dapat didekripsi dengan private key yang sesuai.
Misalnya saya ingin mengirim email rahasia ke seorang teman, sebut saja si A, maka pertama-tama saya akan mengambil public key milik si A (banyak server yang menyediakan tempat publikasi public key). Kemudian saya mengenkripsi email tersebut dengan public key tersebut. Dengan demikian saya yakin hanya si A dengan private key miliknya saja yang dapat mendekripsi email saya tersebut. Email terenkripsi itu sendiri bisa dengan bebas dikirim melalui media/server apa saja tanpa perlu khawatir ada orang yang bisa membacanya. Jika Anda sudah menggunakan Mozilla Thunderbird sebagai email client Anda, hal ini akan dengan sangat mudah Anda lakukan. Ini akan saya bahas minggu depan.

Metode enkripsi asimetrik ini juga menjadi dasar apa yang disebut 'digital signature', atau tanda-tangan digital.
Untuk meyakinkan bahwa sebuah file/data (sebut saja 'asli.txt') benar-benar berasal dari saya, maka saya akan mengenkripsi file/data itu dengan private key saya dan menyertakan hasil enkripsi itu (misalnya 'hasil.enc') bersama file/data aslinya.
Untuk mengecek, semua orang dapat mengambil public key saya lalu dengan public key itu mendekripsi lampiran hasil enkripsi saya ('hasil.enc') dan membandingkan hasilnya dengan file asli ('asli.txt').
Jika sama, maka terbukti bahwa file tersebut memang berasal dari saya, karena saya satu-satunya orang yang punya private key yang berpasangan dengan public key tadi. Jika berbeda, maka itu berarti bahwa file itu bukan berasal dari saya atau sudah diubah.

BIOS




Mungkin Anda pernah memperhatikan, saat komputer dinyalakan, maka dilayar akan muncul berbagai tulisan putih dengan latar belakang hitam, yang dengan cepat akan berganti dengan logo Operating System Anda (Windows, Linux, OSX, dsb.). Tulisan tersebut adalah hasil pengecekan hardware oleh BIOS.

Apa itu BIOS?

BIOS (Basic Input/Output System) adalah software kecil yang ditanamkan dalam sebuah chip EEPROM (Electrically Erasable Programmable-Read-Only-Memory) di mainboard secara semi-permanen, yang dirancang agar dijalankan pertama kali setiap kali komputer dinyalakan. Fungsinya untuk mengidentifikasi, mengecek dan men-inisialisasi berbagai macam hardware yang terpasang di komputer, seperti keyboard, harddisk, DVD drive, video card, dsb. Setelah BIOS selesai mengecek dan memberi lampu hijau, baru Operating System akan mulai dijalankan. Proses inilah yang sering disebut booting.
Didalam BIOS juga terdapat berbagai setting yang mengatur bagaimana hardware tertentu harus di-inisialisasi. Biasanya untuk dapat masuk ke menu BIOS, kita harus menekan tombol tertentu (F2 atau Del) sesaat setelah komputer dinyalakan, sesuai perintah dilayar.
Dalam menu BIOS ini Anda dapat mengatur urutan Operating System di device mana yang akan dicoba dijalankan terlebih dulu (Boot Sequence), menyalakan atau mematikan komputer di jam/hari tertentu secara otomatis, mengecek voltase power supply atau mengatur kecepatan kipas pendingin, sampai memberi password agar setting BIOS ini tidak dapat diubah orang yang tidak berhak.
Perhatian: karena langsung mengatur hardware, BIOS sangat 'powerful', namun apabila salah setting sangat mungkin berakibat fatal. Mengubah setting BIOS secara sembarangan dapat mengakibatkan sistem tidak berjalan dengan semestinya.
Jika hendak mengubah setting namun tidak yakin akibatnya, ubahlah satu setting saja dan catat dikertas. Lalu jalankan komputer dan cek hasil perubahan itu. Jika hasilnya tidak sesuai keinginan, restart komputer lalu kembalikan setting BIOS ke semula, baru coba mengubah setting lainnya.

Beberapa tahun yang lalu, muncul virus 'CIH' alias 'Chernobyl' yang mampu menghapus isi BIOS sampai komputer tidak dapat dipakai lagi tanpa perbaikan yang cukup rumit. Namun mainboard masa kini sudah tidak lagi menggunakan tipe chip yang rentan terhadap virus ini, dan beberapa merk bahkan mempunyai BIOS ganda (sampai dua bahkan empat) sehingga seandainya BIOS utama rusak, secara otomatis diperbaiki dengan cadangannya.
Lagipula OS modern (Windows XP, Vista, Linux) tidak mengijinkan program di user mode mengakses langsung ke hardware, sehingga boleh dibilang, virus CIH (dan sejenisnya) kini sudah tidak lagi menjadi ancaman.

Browser Shortcut

Pertama-tama, mumpung saatnya tepat, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi Anda yang merayakannya, Minal 'Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Seperti diceritakan oleh Dan Russel, antropologis di Google, saya juga sering duduk dengan tidak sabar sementara seseorang mencari sebuah kata dalam website yang sedang ditampilkan komputernya, baris demi baris. Kami menjadi tidak sabar karena tahu dengan menekan beberapa tombol browser shortcut saja kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu memelototi layar komputer. Tapi ternyata memang tidak semua orang tahu "jalan pintas" ini.

Browser shortcut adalah kombinasi tombol keyboard yang akan membuat browser internet Anda melakukan perintah tertentu. Sebetulnya memang perintah-perintah itu ada dalam menu, tapi Anda harus mencarinya terlebih dahulu diantara puluhan perintah lainnya. Berikut adalah beberapa contohnya:

Ctrl F
Untuk situasi seperti diceritakan diatas, saya biasanya menganjurkan orang itu untuk menekan Ctrl F (find). Dengan menekan tombol "Ctrl" dan "F" bersamaan, akan muncul sebuah kotak isian kecil (dibagian bawah untuk Firefox dan dikanan atas untuk Chrome). Isikan kata yang Anda cari dan klik tombol panah atau "Next". Anda akan dibawa langsung ke bagian website yang mengandung kata itu. Klik tombol panah lagi untuk menuju kata berikutnya.
Saat sudah selesai, silakan klik tanda silang untuk menghilangkan kotak isian ini.
Tombol "F3" juga identik dengan Ctrl F.

Ctrl X, Ctrl C, Ctrl V
Saat ingin mengcopy-paste sebagian text dari website silakan blok text yang dikehendaki (klik dibagian awalnya tanpa melepas tombol mouse, tarik sampai bagian akhir, lalu lepaskan tombol mouse. Text yang diblok akan berwarna berbeda) lalu tekan Ctrl C (copy). Setelah itu silakan buka atau pindah ke program word processor (MS-Word, NotePad, OpenOffice atau lainnya), buka dokumen baru dan tekan Ctrl V (paste).
Crtl X adalah shortcut untuk perintah CUT, dimana text atau bagian yang diblok akan dipotong untuk nanti dikeluarkan lagi saat Anda memberi perintah PASTE (Ctrl V).
Untuk browser, Ctrl X hanya berlaku saat mengisi formulir.
(Perhatikan bahwa tombol X,C, dan V terletak berurutan pada keyboard QWERTY).

Ctrl A
Jika Anda hendak memblok seluruh isi website, tekan Ctrl A (all), dan seluruh halaman akan diblok, siap dicopy-paste.

Ctrl R
Saat koneksi internet Anda kurang sempurna, kadang halaman web tidak tampil sepenuhnya. Untuk mengulang loading website, tekan saja Ctrl R (reload).
Tombol "F5" juga identik dengan Ctrl R.

Alt ←
Untuk kembali ke halaman sebelum ini, alih-alih mengklik tombol panah ke kiri, tekan saja Alt ← (back).

Alt →
Setelah memberi perintah BACK, untuk kembali ke halaman sesudahnya alih-alih mengklik tombol panah ke kanan, tekan saja Alt → (forward).

Ctrl S
Anda ingin menyimpan halaman website yang sedang ditampilkan? Tekan tombol Ctrl S (save), pilih folder tempat menyimpan dan beri nama. Klik Save, dan selesai.

Ctrl +, Ctrl -,Ctrl 0
Huruf dalam website terlalu kecil untuk dibaca? Tekan Ctrl + (zoom in).
Terlalu besar? Tekan Ctrl - (zoom out).
Untuk mengembalikan besar huruf ke standar, tekan Ctrl 0 (zoom reset).

Ctrl Z
Anda tidak sengaja memberi perintah yang salah? Tanpa perlu mencari-cari tombol atau perintah UNDO di menu, silakan tekan tombol Ctrl Z (undo) untuk membatalkan perintah terakhir.
Yang menarik, hampir semua program browser (Mozilla Firefox, Google Chrome, Apple Safari, dll) memiliki shortcut yang sama. Bahkan sebagian besar program populer juga. Ini tentu kabar baik bagi pengguna awam, karena tidak perlu menghapalkan shortcut yang berbeda-beda untuk setiap program.

Untuk daftar shortcut selengkapnya silakan buka daftar dari Firefox ini.

Backup

"Hard disk komputer Anda rusak. Anda punya backup datanya?"
Pertanyaan diatas beberapa kali saya tanyakan pada klien saya, dan sering dijawab dengan pandangan kosong dan mulut ternganga. Tidak, mereka tidak punya backup. Dan seluruh data dalam komputer mereka hilang lenyap tanpa bekas. Untuk selamanya.

Apa itu backup?
Backup adalah membuat salinan dari file-file penting Anda. Ini perlu dilakukan untuk menjamin "kelangsungan hidup" data Anda, semacam "asuransi" seandainya sampai terjadi kerusakan media penyimpan data. Jadi satu file yang sama minimal ada di dua media yang berbeda. Bukan backup namanya jika setelah dicopy, file asli dihapus agar harddisk tidak penuh.
Seringkali backup terkendala oleh biaya, ketidak-tahuan pengguna, atau terbengkalai setelah sekian lamatidak ada masalah apapun.
Dewasa ini backup sebetulnya juga harus dilakukan untuk data pada ponsel Anda, namun kali ini saya hanya akan membahas backup data pada komputer.

Untuk apa repot-repot membuat backup? Bukankan komputer saya cukup handal dan ada garansinya?
Seiring perkembangan teknologi, kapasitas media penyimpan terus berlipat ganda sementara ukuran fisiknya tak terlalu banyak berubah. Ini berarti kepadatan data semakin bertambah. Kepadatan data yang semakin tinggi membuat media relatif lebih rentan dengan kerusakan. Meski vendor/pabrik pembuatnya terus berusaha semaksimal mungkin mencegahnya, kerusakan media penyimpan seperti hard disk atau flash disk seringkali terjadi tanpa pertanda yang berarti.
Garansi media penyimpan biasanya hanya mencakup perangkat itu sendiri, dan tidak termasuk mengganti data didalamnya. Padahal dewasa ini dengan semakin tingginya penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya data pekerjaan, kini juga semakin banyak data pribadi yang tak tergantikan, seperti foto digital saat liburan keluarga tahun lalu, video langkah pertama anak Anda,  bukti transfer internet-banking, atau naskah novel yang telah Anda tulis tiga tahun terakhir ini.
Memang backup membutuhkan biaya dan usaha yang terus-menerus, namun serepot apapun dan semahal apapun biaya backup, masih lebih murah ketimbang harus membayar sampai puluhan juta untuk jasa recovery data, atau lebih buruk lagi, kehilangan seluruh data penting saat komputer rusak.
Tentu saja jika Anda menilai kerepotan proses backup tidak sebanding dengan nilai data komputer, abaikan saja. Tak perlu repot membackup game yang bisa dengan mudah di-download ulang dan surat lamaran kerja yang sudah ditolak dua tahun lalu.

Penyebab data hilang
  • kerusakan media penyimpan
  • virus
  • pengrusakan data oleh pihak-pihak tak bertanggung-jawab
  • kerusakan Volume atau Directory dari File System
  • kerusakan data saat transfer
  • induksi petir / fluktuasi tegangan PLN
  • pencurian
  • bencana alam (banjir,gempa,kebakaran,dll)
  • kesalahan pengguna (tidak sengaja menghapus)
  • dll.

Pilihan media backup
  • Flashdisk, memory card, dll: Harga media flash disk yang terus turun sementara kapasitasnya terus bertambah dengan ukuran fisik yang kecil, membuat media ini menjadi pilihan yang menarik untuk backup.
  • External hard disk: Meski fisiknya lebih besar dibanding flashdisk dan rentan dengan goncangan, media hard disk eksternal memiliki keunggulan dalam kapasitasnya yang sangat besar, sehingga harga per kapasitasnya menjadi sangat-sangat murah.
  • Optical disc (CD/DVD): Harganya yang murah membuat optical disk menjadi media backup paling populer. Kelemahannya adalah sekali ditulis, data didalam optical disk tidak dapat diubah lagi. Penyimpanannya juga sering menjadi problem tersendiri karena optical disk tidak boleh tergores atau melengkung.
  • Online backup: Saat ini banyak pihak yang menyediakan "media" backup di internet, dimana Anda dapat menyimpan data Anda pada server mereka. Harganya beragam, dari gratis hingga ratusan dolar per tahun. Kelemahan media ini adalah Anda perlu koneksi internet yang dapat diandalkan. Privacy juga sering menjadi kendala. Keunggulannya adalah online backup termasuk off-site backup, yaitu berada dilokasi yang terpisah. Salah satu contoh dari online backup adalah Dropbox.
  • Fault-tolerant media (RAID array): Yang disebut fault-tolerant media adalah dua media (biasanya harddisk) atau lebih yang dipasang sedemikian sehingga media-media itu merupakan "mirror" atau cerminan satu sama lain. Dengan kata lain satu file yang sama disimpan dalam dua media. Jika satu media mengalami read error, maka secara otomatis data diambil dari media cerminannya dan data yang rusak langsung diganti, tanpa campur tangan pengguna. Metode ini membutuhkan beberapa media untuk menyimpan satu data yang sama, sehingga cukup mahal dan biasanya hanya dipakai di komputer server saja.

Kapan melakukan backup?
Jawaban paling tepat untuk pertanyaan diatas adalah: sesering yang masih dimungkinkan. Atau setidaknya setiap kali sesudah mengubah/menyimpan data penting. Jika data penting Anda diubah/bertambah setiap hari, maka biasakan untuk membuat backup setiap hari.

Cara backup
Ada banyak cara backup, tapi agar tidak membuat pusing, buatlah agar proses backup terlaksana dengan hanya satu-dua kali klik. Toh kebanyakan file/folder yang harus dibackup adalah sama dari hari ke hari.
Untuk itu Anda dapat menggunakan program seperti SyncBack, dimana Anda dapat mengatur folder mana dibackup ke mana.

Jika Anda menganggap data Anda cukup penting, pertimbangkan untuk melakukan off-site backup (lihat "Metode backup 3-2-1" dibawah), dimana hasil backup disimpan ditempat yang terpisah dengan komputer dengan data asli. 

Data Validation
Data Validation adalah proses membandingkan file asli dengan hasil backup. Sekedar melihat nama file muncul di File Explorer bukan berarti sudah aman. Proses backup kadang menghasilkan file yang tampaknya baik namun ternyata rusak didalamnya. Data validation akan membandingkan file asli dan salinannya bit demi bit, menjamin keduanya sama persis.
Recovery test
Setelah melakukan backup, maka langkah berikutnya adalah memastikan bahwa hasil backup itu dapat dengan mudah dibaca dan dikembalikan ketempat asalnya alias recovery. Recovery adalah kebalikan dari backup, yaitu menyalin hasil backup ke komputer utama, biasanya dilakukan jika data asli rusak.
Tak ada gunanya backup sesering atau sebanyak apapun jika ternyata tidak dapat melakukan recovery. 

Tentu saja langkah ini menambah panjang daftar pekerjaan, sehingga terkadang diabaikan. Namun langkah ini bagaikan memastikan pintu tak dapat dibuka lagi setelah mengunci pintu, siapa tahu ternyata kusen pintu sudah renggang atau kunci sudah rusak.

Metode backup 3-2-1
Peter Krogh di dp Bestflow mempunyai metode backup yang sangat menarik: 3-2-1 backup.
Yang dimaksud adalah 3 copy dari satu file yang sama, minimal 2 media yang berbeda, dan salah 1 copy merupakan off-site backup.
  • Tiga copy diperlukan seandainya saja ternyata backup pertama ternyata rusak dan baru diketahuisetelah data asli rusak. Jika salah satu copy dihapus, maka harus dibuat satu lagi copy penggantinya.Ini juga berguna untuk mengatasi kemungkinan kalau-kalau adanya gangguan listrik atau sistem saat melakukan backup sehingga baik media asli maupun media backup pertama rusak semua.
  • Dua media berbeda diperlukan untuk mencegah kemungkinan jika ternyata alat pembaca media (card reader atau CD drive) rusak saat membuat backup sehingga seluruh backup yang dibuat juga rusak. Jika Anda telah menggunakan dua media yang berbeda, setidaknya backup kedua masih utuh.
  • Off-site backup adalah backup yang berada di lokasi/gedung yang berbeda dari media penyimpan utama. Ini mencegah kemungkinan pencurian dan bencana alam yang mungkin saja menghilangkan/merusak komputer utama dan semua media disekitarnya. Off-site backup dapat dilakukan dengan mengirim CD backup ke rumah saudara, atau menggunakan jasa online backup seperti Dropbox.

 Bagaimana dengan Anda? Apa strategi backup data digital Anda?

Apa beda virus, trojan dan worm?



Beberapa kali saya ditanya teman atau klien, yang mendengar istilah spyware, virus dan trojan tapi tak tahu bedanya. Kali ini saya ingin menjelaskan secara sederhana apa itu malware, spyware, virus, trojan dan worm.



Malware
Malware adalah singkatan malicious software, alias software "jahat". Istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut semua software yang dibuat dengan tujuan tidak baik, dan meliputi spyware, scareware, virus, trojan, worm, dll.

Spyware
Spyware adalah malware yang diam-diam mencuri data Anda lalu mengirimkannya ke sang pembuat. Data yang dicuri dapat berupa rekaman setiap pencetan keyboard (keylogging), alamat website yang Anda kunjungi di internet, dll. Beberapa spyware dapat mencari data penting seperti password dan nomor kartu kredit dalam harddisk Anda. Ada juga spyware yang menginstall toolbar atau mengganti homepage dari browser tanpa sepengetahuan Anda.
Karena spyware bertujuan mencuri data, agar tidak ketahuan biasanya ia tidak terlalu mengganggu kinerja komputer. Namun yang menjadi masalah adalah tidak setiap program antivirus juga membasmi spyware, akibatnya terkadang ada puluhan spyware dalam satu komputer yang kemudian membuat kinerja komputer itu menjadi sangat lambat.
Namun ada juga spyware yang tidak mencuri data, melainkan hanya memunculkan jendela pop-up berisi iklan setiap jangka waktu tertentu. Spyware jenis ini meski tidak "merusak" tapi tetap mengganggu.
Untuk perlindungan terhadap spyware, pastikan antivirus Anda juga dapat mengatasi spyware. Atau install program anti-spyware terpisah seperti Sypbot S&D.

Scareware
Ini adalah malware yang termasuk baru, dimana user ditipu untuk menginstall sebuah program, biasanya dengan ditakut-takuti bahwa komputernya telah tertular virus lalu dianjurkan menginstall "antivirus" gratis, padahal "antivirus" itu sebenarnya adalah malware. Selanjutnya "antivirus" itu akan men-scan komputer lalu menemukan ratusan "virus" yang hanya dapat dibersihkan jika Anda membeli program "antivirus" itu.
Yang membuat saya geleng-geleng adalah ada scareware yang tidak puas dengan menipu pengguna agar membeli programnya, tapi "antivirus" itu juga mencuri data nomor kartu kredit, alamat email + password, dan entah apa lagi. Dengan data curian itu si pembuat scareware bebas melakukan transaksi kartu kredit yang lalu tagihannya dibebankan pada si pemilik.
Saya pernah punya pengalaman menarik dengan scareware.
Scareware sebetulnya mudah diatasi, asalkan kita tidak mudah panik saat ada pemberitahuan bahwa komputer tertular virus. Gunakan antivirus yang terpercaya saja dan abaikan yang lain.

Virus
Program yang mampu menggandakan diri disebut sebagai virus, karena penularannya mirip dengan virus dalam dunia nyata.
Dewasa ini virus lebih banyak digunakan untuk membajak atau mengambil alih kendali komputer ketimbang merusak data. Ini disebabkan motivasi finansial yang lebih menarik. Dengan mengambil alih kendali, komputer yang tertular virus melalui internet akan menjadi bagian dari botnet (robot network) yang terdiri dari ribuan bahkan puluhan ribu komputer yang mengabaikan perintah pemiliknya sendiri dan lebih menuruti perintah si pembuat virus, apapun perintahnya. Biasanya botnet digunakan untuk menyerang server tertentu dengan DDoS (Distributed Denial of Service), menyebarkan email sampah/spam, dan sebagainya.
Agar terbebas dari virus, pastikan ada program anti-virus yang rutin di-update dalam komputer Anda. Meng-update sistem (Windows) dan program-program lainnya juga merupakan tindakan yang bijaksana. Dan karena kini USB flashdisk merupakan media penularan yang cukup "meresahkan", pastikan flashdisk yang akan dihubungkan ke komputer Anda sudah bebas virus.

Trojan
Istilah Trojan berasal dari kuda Troya pada legenda Yunani. Saat bangsa Yunani yang dipimpin Agamemnon menyerang kota Troya, mereka tertahan benteng Troya yang tangguh, sehingga perang berlangsung hingga bertahun-tahun. Kemudian Odysseus, salah satu pemimpin Yunani, mendapat ide untuk membuat kuda kayu besar yang berisi beberapa prajurit lalu ditinggalkan didepan pintu kota. Mengira penyerangnya sudah mundur dan memberi hadiah sebagai tanda mengaku kalah, pemimpin Troya membawa kuda kayu itu masuk kota lalu berpesta-pora. Saat malam tiba, prajurit dalam kuda kayu itu keluar dan membuka pintu kota, memberi jalan pada bala tentara Yunani yang akhirnya mengalahkan pertahanan kota Troya. Silakan tonton film "Troy" untuk kisah selengkapnya.
Trojan adalah sejenis virus yang bersembunyi dalam sebuah program lain yang menarik. Begitu program menarik itu Anda install, virus itu lalu "keluar" dan menginfeksi komputer Anda. Biasanya virus trojan sangat kecil dan hanya bekerja dengan membuka "pintu belakang" pada komputer dan mengundang "bala-tentara" yang lebih besar masuk ke komputer Anda. Persis seperti legenda kuda Troya.
Perlindungan terhadap Trojan kurang lebih sama dengan virus, ditambah dengan jangan sembarangan menginstall program yang tidak jelas asal-usulnya.

Worm
Memang istilah worm dan virus sedikit rancu dan tumpang-tindih, namun kita dapat mengkategorikan worm sebagai virus yang mampu memperbanyak diri tanpa interaksi dari pengguna komputer. Sekedar menyalakan komputer lalu menghubungkannya ke network dimana ada komputer lain yang sudah tertular worm akan dapat membuat komputer kita turut tertular.
Karena sebagian besar worm menggunakan network (LAN, Wifi, internet) sebagai media penularan, pastikanfirewall pada komputer Anda sudah on. Pastikan juga antivirus selalu ter-update.

Hemat batere laptop

Masih dekat dengan artikel sebelum ini tentang batere laptop, disini saya ingin berbagi cara agar batere laptop dapat bertahan lebih lama saat digunakan sebelum habis dan harus diisi ulang. Anda tentu ingin dapat terus bekerja selama mungkin dalam perjalanan tanpa perlu mencari-cari colokan listrik, bukan?



1. Pilih power setting yang tepat
Semua OS modern (Windows XP, Windows Vista, Mac OS, Linux, dsb) dan beberapa merk laptop mempunyai fasilitas pengaturan daya otomatis. Pilihlah setting "Maximum Battery Life" atau semacamnya. Konsekuensinya tentu beberapa performa komputer dikurangi.

2. Display LCD
Di balik layar LCD selalu ada sebuah lampu yang berfungsi memberi cahaya agar tampilan dapat terlihat. Lampu yang disebut Backlight ini selalu menyala meskipun layar hanya menampilkan warna hitam saja. Ini merupakan pemakan daya terbesar setelah CPU / processor. Redupkan layar hingga tingkat yang masih nyaman untuk dilihat. Jika Anda hendak meninggalkan laptop sejenak, tak ada salahnya mematikan lampu backlight.

3. Optical Drive.
Untuk membaca atau menulis CD / DVD, piringan CD harus diputar hingga kecepatan tertentu. Ini memerlukan daya listrik yang cukup besar, sehingga akan cepat menghabiskan daya batere. Jika Anda ingin menggunakan CD saat bepergian, masukkan isinya ke harddisk. Gunakan program virtual drive (Daemon Tools, Alcohol 120%, MagicDisc, dsb) jika diperlukan. Konsumsi daya harddisk jauh lebih kecil daripada optical drive.
Untuk laptop yang sudah dilengkapi Blue-Ray drive, sedapat mungkin hindarkan penggunaan Blue-Ray karena alat ini terkenal "haus" daya, jauh lebih boros dibanding jenis optical drive lainnya karena menggunakan high-intensity laser dan proses decoding yang cukup berat.

4. External device dan wireless.
Cabut semua external device (PCMCIA card, ext. mouse, iPod, flashdisk, dsb) karena semua device itu memerlukan daya dan turut menghabiskan batere.
Matikan juga WiFi (WLAN) dan Bluetooth baik external maupun internal, karena meski tidak terkoneksi dengan jaringan atau device lain, Wifi dan Bluetooth selalu mencari jaringan atau device didekatnya dengan memancarkan sinyal radio.

5. USB 1.1
Kecuali Anda memerlukannya, matikan USB versi 1.1 karena ia akan terus-menerus melakukan bus polling meskipun tidak ada device apapun yang terkoneksi dengannya.
Untuk pengguna Linux: rmmod uhci_hcd
Konsekuensinya kadang ada internal Bluetooth dan finger-print reader yang masih menggunakan USB 1.1 sehingga tidak dapat berfungsi.

6. Kurangi beban pekerjaan komputer
Semua tugas yang Anda bebankan ke komputer akan memerlukan daya untuk mengerjakannya. Jika komputer diberi pekerjaan lebih, ia juga akan memerlukan daya lebih, yang sebagian akan diubah menjadi panas. Untuk membuang panas, kipas pendingin akan bekerja. Kipas juga digerakkan oleh daya batere. Dua kali boros.
Pekerjaan "pasif" seperti membaca email atau mengetik jauh lebih ringan ketimbang menonton DVD atau game.
Hindarkan menggunakan program yang menggunakan grafik yang berat (game 3D, fitur Aero Glass pada Windows Vista, dsb) dan jika mungkin, kurangi resolusi layar.
Multitasking (beberapa file atau program dalam keadaan terbuka dalam waktu yang sama) yang berlebihan juga akan membebani komputer.

7. Background process
Matikan atau setidaknya kurangi proses yang berjalan "dibelakang layar". Anti-virus yang mencari update terbaru atau scan otomatis, Sidebar pada Windows Vista, Scheduled Task, dsb akan membuat komputer bekerja lebih keras dari biasanya, dan otomatis menggunakan daya ekstra. Belum lagi jika processor harus bekerja (meski ringan) tiap beberapa detik, ia tidak dapat masuk ke mode yang hemat energi.
Matikan atau perpanjang jangka waktu autosave (seperti dalam Word atau Excel) karena menyimpan file setiap dua-tiga menit akan memerlukan daya cukup banyak.

8. Jika ada dana, tambahkan memory (RAM)
Jika OS bekerja dalam komputer yang hanya memiliki sedikit memori, ia akan menggunakan harddisk sebagai media penyimpan sementara. Fitur ini disebut virtual memory atau swap file. Karena harddisk menggunakan daya lebih besar daripada keping memori, ini akan menghabiskan daya batere lebih cepat. Ini akan lebih signifikan jika Anda menjalankan program yang banyak memerlukan memori.

9. Jika memungkinkan, pilih laptop yang efisien.
Processor yang berlabel "M" atau "Mobile" berarti telah dirancang agar hanya mengkonsumsi daya lebih hemat dibanding processor biasa (yang sebetulnya dirancang untuk komputer desktop yang tidak menggunakan batere).
Laptop baru juga biasanya selalu diproduksi dengan graphic card, batere dan komponen lain yang lebih efisien dibanding generasi sebelumnya. Baru-baru ini HP mengeluarkan laptop yang diklaim mampu bertahan 24 jam tanpa isi ulang.

Ada aplikasi yang menarik di http://www.batteryinfo.de.vu berupa program yang bukan saja memonitor kondisi batere, tapi juga mengukur besarnya daya yang sedang diambil dari batere (dalam satuan Watt). Saya tidak tahu seberapa akurat pengukuran kebutuhan daya itu, tetapi program ini dapat digunakan sebagai patokan dalam mengurangi penggunaan daya komputer.
Bagaimana cara Anda?